Rabu, 26 Agustus 2015

Semester 3

Saya  dafter  ulang sehari sebelum kuliah yakni Senis, 24  Agustus 2015. Saya  membawa  bukti  transfer  her  registrasi Rp 500.000. Saya berangkat  pagi  dari  VMG . Saya  bangun pagi  pkl  03:30 am. Saya  sarapan lalu berangkat ke  seklah, JPS, tiba pkl  05:55. Saya menjadi orang pertama  tiba di JPS. Sekurity  baru puka pintu  gerbang keluar. Saya  mau  sms  kepala sekolah, Mr. Ben Ayung  untuk izin mau ke  kampus, STF Driyarkara k Jakarta  untuk  her  regustrasi. Saya  ketemu  beliau di pintu  gerbang. Saya  ke  tempat  parkir  motor. Saya  minta  izin lisan. Saya  pergi. Saya  titip motor  di Pondok Ungu. Lalu saya  naik angkot, bayar Rp 4.000  ke  Kranji. Saya  beli tiket  kereta, Rp 12.000 dengan  kartu  chip jaminan. Kereta  tiba. Penumpang  penuh sesak. Saling berdempetan. "Memang  hari   Senin, kereta api  selalu  sesak, berdesak desakan. Sya  turun di  Jatinegara. lalu transit  Kereta Api  menuju  Kramat. Saya  turun di Stasiun  Keramat. Lalu naik  angkot dengan biata Rp 3.000. tiba  jam 07:30  di  pasar  Rawasari. Belanja buah )melon, pepaya, anggur : Rp 50.000 untuk  saudari  kami, Nelty  yang  kini sedang  dalam perawatan setelah operasi   usus  buntu  minggu  lalu di RS   Saint  Carolrus jakarta. . Lalu saya  ke Melania. Tanya  Nelty. "Tak ada di sini. Di Tegalan, Matraman. Di sana ada  Rumah Bersalin melania. Dia kerja di sana. Di sini hanya kantor pusat," jawab ibu yang merupakan staf di situ. Saya salah alamat. Saya  tak profesional. Tak mau tanya  tempat istirahat dan tempat kerja  bagi Nelty. Saya  tidak  profesional. belajar  dari kegagalan., Frans!. Saya  ke  kampus  STF  Driyarkara. Ketemu Mbak Retno. Saya  serahkan  bukti  transfer  registrasi  dan  serhakan  form  rencana  kuliah saya  di semestar  3 ini. Saya  isi  form pembayaran  uang kuliah Rp 6.500.000  per semester, masih iut  tahun lalu. Saya pikir, ikut aturan uang  kuiah  tahun ini Rp 7.000.000. Ternyata  tidak, Saya  bayar Rp 6.500.000. Saya rencana 3 kali nyicil, setiapakhir bulan Agustus, September, Oktober 2015. Kemuadian saya  pulng, ambil buah yang  saya  titip di melamia. Saya menuju ke  kontrakan  Feus  dan Rony. Saya minta Rony untuk antar buah itu kepada Neltyy di  RB  Melania  Tegalan - Matraman. Rony Setuju. Saya buru-buru pulang karena  akan mengajar  pada pkl 11:30 am. Saya ke  Halte Matraman agar bisa naik busway. Wow.... gagal  karena  tak  baya  kartu tiket busway. Akhiir putuskan untuk pakai   kereta api. Jalan kaki ke  Kramat. Keringat, berdebu. Cape. Tapi itulah perjuangan. Saya  pakai kereta. Sya  tidur  dalam kereta. Sya transit di  Jatinegara. Tunggu kereta   (KRL)   menuju Bekasi. Kereta datang. Saya  naik. Tiba di  satasiun Krnji pukul 09:00. Lalu saya  naik  angkot  25. Turun di  Cabang  Pondok Ungu. Bayar angkot Rp 4.000. Ngobrol dengan  Sopir. Dia bicara tentang  bosnya, perempuan, punya   otak  bisnis.  angkot puluhan, mobil pribadi hanpir  10. Wow... Dia  orang  Jawa  Timur.  Saya  bayar  uang sewa penitipan motor Rp  3.000. Saya  menuju ke VMG, ke rumah dulu. Saya  makan  siang lalu ke sekolah. Saya  tiba pkl 11:20. Saya mengajar  pkl 11:30. Saya  lapor  diri   ke kepsek  lalu mengajar anak kelas 3. Syukur  Tuhan, perjalanan  hari ini Bekasi - Jakarta pp  lancar. Her  registrasi  lancar  juga.


 Rabu, 26 Agustus 2015.
Saya ke  rumah  dulu. Makan. Start pkl 16:15. Wow... terlambat  sampai di STFD. Kuliah Estetika  tak masuk. Malu karena terlambat. Ternyata Pa Matius Ali yang masuk. Saya masuk pada kuliah kedua, Filsafat Kontemporer. Romo Dr. SPL Cahyadi,Pr  yang mengajar. Selesai mengajar  masih  ngobrol lagi. Pa'' Matius  masih ada. Nimbrung. saya minta agar diizinkan untuk bergabung dalam kuliah Estetika. Saya pilih topik seminar Ernest Block. Ketika pulang, Pa Matius menawarkan saya  untuk  join dalam mobilnya. Saya  menuju Stasiun Kramat. Kami bersama."Bagi orang India, terutama kaum terpelajar. Sang guru mengetahui perkembngannya  melalui mimpinya. Karena itu, mimpi perlu ditulis," dia  berkisah. "Oh... saya  sering  menulis mimpi-mimpi saya di blok Pa," kataku. Kam sampai di rel kereta api keramat. Saya turun. Terima kasih Pa Matius. Hati-hati dalam perjalanan,: kataku kepadanya. Wow.... join dengan  dosen.




 JPS, 27 Agustus 2015


 Pa' tumben  datang  tidak  telat, canda  seorang  teman perempuan. Dia ada  tanda  hitam di wajah, seperti  flk. Betul hari ini saya  masuk sebelum  dosen masuk kelas. Kuliah pertama, "Kebebasan dan Kesetaraan diampu oleh Prof. Dr. Aloysius Nugroho. Dia cerdas, kritis  dan terkesan   bangga diri bahkan cenderung   tinggi hati.  Kuliah lalu dissusul dengan  Kuliah Antropologi filosofis Paul Ricour yang diasuh oleh  Romo Prof. Dr. Sastra, SH. Pembahasannya  bagus.

JPS, 28 Agustus 2015


Selasa, 1 September 2015

Saya  absent  ke  kampus  karena  sibuk perispan  misa: teks   dan  baut  SAP  MK  Filsafat praktis. Hari ini kuliah  Filsafat Praktis: Prof Dr. Frans Magnis Suseno, SJ  dan  Ruang  Publuk  Hannah Arent  oleh Dr. Frengky Hardiman. Wow..., Frans,   dissiplin  please!



Kamis, 10 September 2015
Makan sayur  / lauk  rawon  secara tak sengaja. Saya kira jamur ternyata rawon. Saya hanya makan sedikit. Pemblian yang sia-sia. Harga makanan Rp 10.000. "Malu bertanya sesat di jalan. Buang duit sia-sia karena   tak bisa menghabiskan makanan (lauk rawon itu). Rawon adalah   jeroan bagian dalam sapi. Itu digoreng / direbus. Ini di warung langganan di pinggir re K.A.  Kramat, Jakarta, ketika hendak ke  campus  untuk kuliah. Wow....  Ada beberapa  makanan yang tak saya sukai, yakni makanan  terbuat dari  kambing  dan  rawon. Wow....


Selasa, 15 September 2015
Saya  mengajar sambil mencoba merapihkan tulisan presentasi kuliah: Hannah Arent dan Kepublikan. Saya terlalu meremehkan tugas  dan tidak disiplin. Hasilnya, tak terkejar secara maksimal. Saya menguber di penghunjung waktu. Ada rasa dai-dig - dug. Terkadang marah , mengumpat  dan memaki diri sendiri. Ini resiko dari tak focus. Kesulitan lain adalah kemampuan bahasa Inggris yang  tak maksimal sehingga kesulitan untuk menerjemahkan  teks kuliah. Dari segi perjuangan, sudah berjuan maksimal. Bahkan hari Minggu dan hari lain, lembur hingga larut malam. Pulang sekitar  pukul 23  bahkan di atas itu. Baru pada Senin sore, 14 September 2015, saya menemukan sarana di kumputer untuk sedikit mempercepat pemahaman teks. Sarana itu adalah software Convert (dari PDF ke Ms Word). Ms Elia membantu saya menemukan itu. Untuk beberapa hal bisa dikerjakan, namun begitu pulang ke rumah sebentar, listrik mati di PC lab komputr yang saya pakai. Sofware PDF Hannah Arent tak bisa diakses lagi. Kecewa juga. Untuk ada bagian yang sudah saya kerjakan. Saya terbantu dengan teknologi, yakni Google translate.  Namun karena  saya kerja terlambat, semua tools itu tampak tak bisa menolong secara maksimal. Saya mau print materi presentasi pada akhir sekolah dalam situasi teman-teman berlomba-lomba untuk print juga karena diburu jadwal pengumpulan ujian mid smester. Untung baik saya  kreatif dalam berpikir. saya  minta bantuan teman di perpustakaan untuk meminjamkan komputer kepadaku untuk print tugas itu. Dia setuju. Saya berhasil print pada pukul 15:10 pm. Saya bergegas mau menuju ke kampus. Kuliah jam 17:00 pm. Jadwal presentasi lagi. Apalagi  jadwal yang tertunda dari Selasa, 8 September 2015 minggu lalu karena saya tak siap. Sesungguhnya salah komunikasi. Saya tangkap dan bahkan ada catatan di  di buku catatan bahwa 2 pertemuan awal, tak termasuk kuliah Pembukaan, 25 Agustus 2015 bahwa 2  pertemuan awal ditanggung oleh dosen, setelah itu baru dimulai dengan presentasi pertama, saya   bersama Betty  dan Bayu. Bety dan Bayu sudah siap Minggu lalu, sementara saya tidak siap, sehingga hanya mereka  yang prentasi. Sedangkan  saya ditinggal. Malu juga. "Kamu mau pertama, tetapi ternyata tak siap. Mental model apa ini. Katanya mahasiswa Pasca Sarjana," begitulah rasaku memproyeksikan penilaian dosen dan teman-teman. Saya disandera rasa malu dan bersalah. Kegagalan minggu lalu itu masih membekas, meski sudah berjuang, mengunakan  waktu begitu banyak untuk selesaikan tugas itu. Dalam suaana  hati yang galau ini saya menuju kampus. Waktu menunjukkan pukul 15:15 ketika saya keluar  tempat finger  print  JPS. Masih ada persolan. Ternyata  kunci motor  lupa di motor sehingga  diambil oleh sekuritu sekolah. Saya harus menghadap mereka untuk mengambil itu. Wow... persoalan kian rumit saja. Saya  menuju kampus. Pengen hati ini cepat tiba di kampus. Mau pakai ojek, tapi  masalahnya tentu macet. Sehingga diputuskan tetap menggunakan kereta api menuju Jakarta. Perjalanan menuju Staisun Cakung lancar. Ada kereta menunggu ketika saya masih di tempat parkiran motor. Saya meminta  petugas parking untuk membantu memarkirkn motor karena saya buru-buru. Ternyata.......kereta  jalan. Saya  harus menunggu  15  - 20 menit lagi. Haru biru perasaan saya. Cemas, marah, makian  berbaur satu dalam hati. Kesel karena kereta tak cepat datang. Kereta ke arah sebaliknya - Bekasi -  malah datang lebih cepat. Sedangkan saya menuju Jakarta. Kereta baru muncul pkl 16:20 pm. Saya masuk. Duduk. Saya lihat waktu di HP.. Waktu menunjukkan pkl 16:45 ketika kereta masih tertahan ketika antre mau masuk Stasiun Jatinegara. Setelah menunggu 5 menit akhirnya  kereta jalan dan berhenti di  Jatinegara. Saya keluar stasiun dan tawar ojek ke kampus STF Driyarkara. Dia mau dengan bayar Rp 20.000. Saya meluncur ke kampus. Macet sebentar di Lampu Merah  Utan Kayu. Lalu lewat apartemen di Rawa Sari. Saya lewat jalan baru. Ternyata  bisa tembus sampai jembatan Serong. Saya berhenti di dekan mesin photo copy Melania. Saya copy mahan presentasi  sebanyak 40 ex dengan biaya Rp 8.000. Itu hanya 1 lembar, bolak balik.  Saya masuk kampus. Saya telat 5 menit. Aroma keriangat menyeruak karena lupa  pakai bedak penyerap keringat. Malu lagi...malu lagi. Saya masuk ruang kelas setelah minum air. Saya menyerahkan materi kepada dosen, Pa Frengky Budi Hardiman. Saya  pikir beliau  marah  dan tak mengizinkan saya mempresentasi serta mencoret saya dari  tugas presentasi sehingga  tak bisa dapat nilai akhir nanti , ternyata beliau bermurah hati. Silahkan duduk dan kamu presentasi kemudian karena terlambat. Silahkan duduk di depan saja," katanya lembut. Hati saya  agak teduh mendengar  penerimaan ini.  Teman-teman sedang presentasi. Saya duduk diam menyimak. Saya coba menangkap persoalan  sembari merajut  gagasan tentang Hannah Arent. Saya coba dan mencoba. Teman Berto presenter kedua dan Ibu Ruth  presenter ketiga. Giliran saya pada 5 menit terakhir. "Kamu harus memanfaatkan waktu ini sebaik mungkin, sebut poin-poinnya saja, " kata Pa Frengky. Saya terima dan memanfaatkan waktu 5 menit ini untuk menyatakan siapakan saya kepada diri sendiri, dosen dan teman-teman. Saya bicara  tepat 5 menit. Rasa puas, gembira dan bahagia membual dari  seluruh hati dan perasaan saya. Saya kembali menemukan kembali kebahagian dan rasa percaya diri. "Kamu presentasi baik," kata Pa Felix, teman kuliah. Kuliah lalu  dilanjutkan dengan kulish Filsafat Moral yang dibawkan Prof. Magnis Suseno, SJ. Ada 3 orang presenter yang membhas Etika Filsafat Timur: Simon, Ibu Nanda,  Reza. Saya  ajukan pertanyaan : Dari segi perewatan terhadap alam, tampaknya  Etika Timur, lebih khusus Hindu lebih andal daripada etika agama Wahyu. Karena Hindu bersifat ontonomi - keselamatan ditentukan oleh manusia sendiri via perbuatannya, sedangkan  Agama-agama wahyu bersifat heterodoks - keselamatan ditentukan oleh unsur lain di luar diri mansuia - Tuhan . Mohon Tanggapan. "Tak sesedrhana itu. Persoalan lingkuangan buruk karena  kapitalisme" jawab romo Magnis, SJ.
Kuliah selesai. Kami lanjutkan acara syukuran penghargaan Prof. Rm. Magnis Suseno,SJ.  Banyak dosen datang, Prof. Sudarminto, SY, Prof. Alex  Lanur, OFM, Prof Sudiarja, SJ, Dr. Hery Priono, SJ, Rm. Simon Petrus Lili Cahyadi, Pr, Rm. Setyo, SJ. Kami makan. Saya  makan buah cuku banyak, terutama Nangka dan jeruk. Setelah itu Pa Marko dan saya  pulang. Saya ketemu Nesta - teman dari Larantuka - di gerbang STF / Cempaka Indah. Kami ngobrol. Lalu saya numpang mobil 04 ke  stasiun Kramat. Saya bayar Rp 3.000. lalu menuju Stasiun. Saya tunggu kereta cukup lama. Saya  baca Hannah Arendt. Kereta datang. Saya tetap baca dalam kereta. Kami turun di Jatinegara. Tunggu kereta ke Bekasi. Ada Pa Arif  - teman kuliah - yang mau pulang juga. Saya asyik membaca Hannah Arendt. Saya  tiba di Cakung pkl 22:15 pm. Lalu  bayar parking Rp 5.000. Saya menuju Harapan Indah. Saya isi bensin di Pertamina Harapan Indah. Lalu meluncur menuju VMG. Taba di rumah dengan selamat. Saya basuh muka, istirahat doa syukur lalu tidur.  Syukur Tuhan atas pengalaman suka duka  hari ini. Beri aku petunjuk agar selalu mencari kehendak-Mu. Amin.

Rabu, 23 September 2015
Saya antar Lery, anaknya Pa' Bento  ke  Perumahan Harmono - Harapan Indah. Pa Bento sedang mendampingi anak-aak retret di luar kota, di Tugu, Puncak, Bogor, Jawa barat. Setelah itu saya  mampir di rumah. saya mau ambil jaket dan buku. Waktu menunjukkan pkl 15:30 ketika saya  satar  dari rumah. Saya tiba pkl 15:45 di JPS  lalu  finger  print lalu berangkat kuliah. Saya  menggunakan  sepeda mootor. Saya simpan sepeda  motor  di Stasiun Cakung.  Lalu masuk kereta  yang  sudah menunggu. Kereta  berhenti cukup lama. Tak biasa  seperti itu. Saya lelah. Saya  tidur dalam kereta. Kereta berhenti cuup lama sebelum masuk stasiun Jatinegara. "maaf, kereta berhenti antre agak lama karena menunggu kereta lain yang akan meninggalakan satasiun Jatinegara," demikian pengumuman petugas kereta. Kami tiba di Jatinegara. Kami keluar menuju  KA  menuju  Kramat. Tunggu lama. Akhirnya KA tujuan Bogor yang lewat Kramat datang  juga. Tapi berhenti lama. "Ada kecelakaan, tabrakan antara KA di Stasiun Juanda. Imbasnya,pergeseran  jam kenerangkatan untuk seluruh KRL  dan kereta  lainnya. ," demikian  obrolan antar  penumpang.  Saya  tutun di Stasiun Kramat. Ada  KA  yang antra  juga  sebagai  bagian dari   akibat kecelakaan itu. Waktu hampir  pkl 06:00 sore. Saya  putuskan untuk makan malam dulu d Warteg. Saya  bayr Rp 6.000 (nasi, jamur, tempe). Lalu ke  kampus. I ke kamar mandi dulu. Gosok gigi, atayr diri. Lalu masuk. Hari ini masuk kuliah kedua, Filsafat Kontemporer Abad XX. Kali ini tugas Prof. Rm. Sudarminta, SJ yang memberikan kuliah namun  beliau berhalangan, lalu diganti oleh Prof. Alex Lanur, OFM.  Lalu pukang. Ada harapan semoga bisa nebeng dengan teman menuju ke Kramat. Begitu teman lewat, mau naik tanpa tanya apakah lewat Sambe / Stasiun Kramat atau tidak. Mau langsung naik saja. "Maaf, saya   tidak  lewat  Stasiun Kramat, saya  mau ke by Pass - Ahmad Yani, ada urusan di sana," katanya. Okay," kataku  sambil tersipu  malu. Akh  saya  tak  profesional. Malu sendiri  jadinya.  Lalu naik angkot. Di depan saya  ada  Pa Ardy Rusmin  dan  satu temn perempuan yang sama-sama kuliah di STF. Kami  menuju stasiun Kramat. Dapat KRL. Ternyata KRL berhenti lama. Kami ngobrol. Kereta  berhenti  cukup lama. Kami mau naik KRL tujuan Manggarai  lalu balik ke Bekasi namun ternyata  antra  lama, sementara  ada yang langsung menuju Bekasi. Ini KRL kedua sejak kami tiba. Kami putuskan untuk  pindaj KRL. Saya  dan  Pa Adri  pindah KRL/ Dalam  KRL  kami ngobrol. Kami ngomong banyak hal termasuk  kebudayaan Manggarai , termasuk   Nggerang  dan  hal seputar  kulaih, termasuk  tesis.  Lalu saya  turun di  Stasiun Cakung. Lalu saya  dengan  sepeda motor menuju VMG. Hari ini  ada perubahan management di tempat Parkir motor di Cakung bahwa setiap motor  mendapat kartu buktu titip  sepeda  motor  di sana. " Ini  managemen yang baik,"  puji saya. :a;u saya  menuju ke  rumah.



Rabu, 23 September 2015
Saya antar Lery, anaknya Pa' Bento  ke  Perumahan Harmono - Harapan Indah. Pa Bento sedang mendampingi anak-aak retret di luar kota, di Tugu, Puncak, Bogor, Jawa barat. Setelah itu saya  mampir di rumah. saya mau ambil jaket dan buku. Waktu menunjukkan pkl 15:30 ketika saya  satar  dari rumah. Saya tiba pkl 15:45 di JPS  lalu  finger  print lalu berangkat kuliah. Saya  menggunakan  sepeda mootor. Saya simpan sepeda  motor  di Stasiun Cakung.  Lalu masuk kereta  yang  sudah menunggu. Kereta  berhenti cukup lama. Tak biasa  seperti itu. Saya lelah. Saya  tidur dalam kereta. Kereta berhenti cuup lama sebelum masuk stasiun Jatinegara. "maaf, kereta berhenti antre agak lama karena menunggu kereta lain yang akan meninggalakan satasiun Jatinegara," demikian pengumuman petugas kereta. Kami tiba di Jatinegara. Kami keluar menuju  KA  menuju  Kramat. Tunggu lama. Akhirnya KA tujuan Bogor yang lewat Kramat datang  juga. Tapi berhenti lama. "Ada kecelakaan, tabrakan antara KA di Stasiun Juanda. Imbasnya,pergeseran  jam kenerangkatan untuk seluruh KRL  dan kereta  lainnya. ," demikian  obrolan antar  penumpang.  Saya  tutun di Stasiun Kramat. Ada  KA  yang antra  juga  sebagai  bagian dari   akibat kecelakaan itu. Waktu hampir  pkl 06:00 sore. Saya  putuskan untuk makan malam dulu d Warteg. Saya  bayr Rp 6.000 (nasi, jamur, tempe). Lalu ke  kampus. I ke kamar mandi dulu. Gosok gigi, atayr diri. Lalu masuk. Hari ini masuk kuliah kedua, Filsafat Kontemporer Abad XX. Kali ini tugas Prof. Rm. Sudarminta, SJ yang memberikan kuliah namun  beliau berhalangan, lalu diganti oleh Prof. Alex Lanur, OFM.  Lalu pukang. Ada harapan semoga bisa nebeng dengan teman menuju ke Kramat. Begitu teman lewat, mau naik tanpa tanya apakah lewat Sambe / Stasiun Kramat atau tidak. Mau langsung naik saja. "Maaf, saya   tidak  lewat  Stasiun Kramat, saya  mau ke by Pass - Ahmad Yani, ada urusan di sana," katanya. Okay," kataku  sambil tersipu  malu. Akh  saya  tak  profesional. Malu sendiri  jadinya.  Lalu naik angkot. Di depan saya  ada  Pa Ardy Rusmin  dan  satu temn perempuan yang sama-sama kuliah di STF. Kami  menuju stasiun Kramat. Dapat KRL. Ternyata KRL berhenti lama. Kami ngobrol. Kereta  berhenti  cukup lama. Kami mau naik KRL tujuan Manggarai  lalu balik ke Bekasi namun ternyata  antra  lama, sementara  ada yang langsung menuju Bekasi. Ini KRL kedua sejak kami tiba. Kami putuskan untuk  pindaj KRL. Saya  dan  Pa Adri  pindah KRL/ Dalam  KRL  kami ngobrol. Kami ngomong banyak hal termasuk  kebudayaan Manggarai , termasuk   Nggerang  dan  hal seputar  kulaih, termasuk  tesis.  Lalu saya  turun di  Stasiun Cakung. Lalu saya  dengan  sepeda motor menuju VMG. Hari ini  ada perubahan management di tempat Parkir motor di Cakung bahwa setiap motor  mendapat kartu buktu titip  sepeda  motor  di sana. " Ini  managemen yang baik,"  puji saya. lalu saya  menuju ke  rumah.

 Selasa, 6 Oktober   2015
Hari ini di JPS masih sibuk koreksi ujian Mid semester I. Saya bahagia karena nilai saya sudah masukkan ke dalam program SISTER, sistem  nilai yang perhitungannya diolah secara otomatis  oleh komputer. Sementara itu, di kampus, saya punya tugas presentasi. Saya belum merampungkan   tugas Filsafat Praktis itu. Tema yang saya garap adalah Etika Epikuros, filsuf klasik Yunani. Saya menuju lab komputer untuk pinjam komputer yang bisa internet. Ternyata tak bisa internet. Mr. Ade - teknisi sekolah sedang membereskan itu. "Silahkan pakai labtop saya saja. " ajaknya. "Okay sir," kataku. Saya menggunakan google untuk menca
i info yang saya buthkan, terutama pengertian deisme  dan Artisipp. Saya temukan. Lalu saya kembali ke ruang guru. Saya buka komputer guru. Saya edit makalah, lalu print. Wow... tinta hitam bermasalah.  Tak ada tulisan yang  keluar pada kertas. Bagaimana mengakali hal ini? Untung saya kreatif.  Saya beri warna merah pada text makalah itu lalu saya simpan dan print. Wow.... hasilnya  tulisan warna merah. Saya print 3. Lalu saya keluar sekolah menuju warteg  di  halte Harmony. Saya makan, menu nasi, pare, 2 tahu  dengan bayaran  Rp 8.000. Lalu saya ke tempat photo copy. Makalah 4 halaman, saya jadikan 2 lembar. Saya copy Rp 20 ex, dengan harga rp 10.000.  Lalu saya menuju Jakarta untuk kuliah. Saya abaikan kuliah I, Hannah Arent. Saya titip motor di fly over Cakung. Saya pakai kereta. Saya turun di Jatinegara. Saya keluar stasiun. Saya  jalan kaki. Saya tawar  jasa ojek. Uang saya tersisa Rp 18.000 untuk pp. Wow... berbahaya. Kurang. Karena itu saya tawar ojek. Biasanya, pada bulan September  2015 lalu saya bayar Rp 20.000.  Kali ini saya minta Rp 15.000. Banyak yang tak setuju. Ada 1 0rang yang mau bantu setuju biarnya Rp 15.000. Tanpa pakai helm kami meluncur menuju STFD, dekat Sekolah Melania. Waktu menunjukkan pkl 18:00 pm. Saya tiba di kampus pkl 18:17. Berama gagasan berkecamuk di kepala saya, mulai kekuatiran bila pertukaran jam kuliah, F. Praktis duluan sementara Hannah Arent menyusul. Saya ke kamar mandi untuk berbenah. Lalu masuk ruangan. Ternyata jadalnya normal. Saya masih bisa presentasi  F. Praktis. Lega hati saya. Saya masih bingung, apakah  kami jadi presentasi hari ini ataukah minggu depan. Menurut SAP, Etika Islam, sementara dalam jadwal Etika Epukuros. "Terserah Romo saja," kataku pasrah. Ternyata Etika Epikuros dan Stoa yang dipresentasikan hari ini. Untung saya  sudah siap. Prof. Sudarminta, SJ memberikan kesempatan kepada saya dan Roy  untuk mempersentasi. Saya pertama. Lalu Roy. Saya berusaha bicara irit karena waktu untk saya hanya 10 menit. Roy sekitar 20 menit. Lalu Prof. Sudarminta, SJ melanjutkannya tanpa tanya jawab. Kuliah F. Praktis sebenarnya ditangani olah Prof. Franz Magnis Suseno, SJ tetapi ikarena beliau menjadi dosen tamu di Jerman maka hal ini digantir oleh  Sudarminta, SJ. Saya pulang dengan bahagia karena tugas saya hari ini terlaksana  dengan baik meski tak sempurna. Terima kasih Tuhan. Lalu saya pulang. Uang saya tinggal Rp 3.000. Bila naik angkot ke Kramat maka tak ada ongkos naik kreta. Maka saya putuskan untuk jalan kaki. Sebenarnya saya bisa pinjam uang teman atau saudara tapi saya  biarkan saya berjuang sendiri. Saya jalan kaki menuju stasiun Kramat. Saya lewat Gang Bacang - Hotel Sentral, Jl. Pemuda, Jl. Ramamangun, Stasiun  Kramat. Lalu saya telepon keluarga di Wela. Saya kontak John tapi gagal. Lalu kontak Mery. Kami ngobrol. "Kami di rumah Gendang sekarang, mau persiapan doa dan Misa 40 hari Ema Bone Kaso,' dia berkisah. Kami ngobrol cukup lama. Kereta datang. Saya sibuk ngobrol. Tak sadar saat berhenti di Stasiun Cakung. Saya baru sadar  ketika di Stasiun Kranji.  Wow.... saya harus tunggu lagi untuk kembali ke Stasiun Cakung. Saya ikut kereta terakhir. Waktu hampir  pukul 21:45 pm. Kereta tiba, saya naik. Lalu turun di Cakung. lalu pulang menuju ke VMG. Saya pakai  sepeda motor. Di perempatan dekat Warung Tobet  saya  beli pisang Rp 5.000. Saya makan  beberapanya lalu saya istirahat.


 Rabu, 7 Oktober   2015.
Hari ini anak-anak SD libur karena para guru SD sibuk input nilai.  Saya tiba dengan selamat dan tepat waktu. Kami input nilai. Lalu saya izin menuju rumah untuk mengambil buku kuliah. Saya beli  lauk Rp 5.000 di Kampung Bogor / Rawa Indah. Saya beli beras 4 liter @ 8.000. Lalu beli sayur @ 7.000. Lalu saya ke rumah. Saya makan lalu kembali ke sekolah. Saya berangkat jam 16:00 ke kampus. Saya tiba di stasiun Cakung. Saya tunggu kereta cukup lama. Kereta tiba pukul 17:30 Saya kesel. Tiba di  Jatinegara pkl 17:50. Saya transit. Tunggu kereta menuju Keramat - Senen  Tanah Abang / Bogor  hampir 1,5 jam . Terlambat sampai di kampus. Ada  kraeng Adri, senior yang kuliah di STFD juga. "Kita pakai bajaj saja. Kami masuk bajaj. Dia bayar Rp 20.000. Saya tak masuk ke ruang kuliah, hanya baca di ruang istirahat. Begier tu kuliah selesai saya saya menyalami Pater Prof  Alex, OFM. Beliau yang mengajar. Hari ini topik tentang Levinas.  Saya  paraf saja di daftar hadir. Sayang kalau tidak paraf. Sudah jauh-jauh  datang maka perlu isi data itu. Pater Alex, OFM  mau pulang ke Depok, butuh diantar ke stasiun Manggarai.  Roy bantu carikan bajaj untuk beliu  Lalu saya pulang. Saya bareng dengan kraeng Adri Rusmin. Kami ngobrol, termasuk soal budaya Manggarai. Kami ngobrol dengan asyik.





Rabu, 21 Oktober   2015.
Saya dipanggil oleh Kepsek, Bapak Ben Ayung. Kami bicara soal kompetensi guru, temasuk Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Saya stress dengan begitu banyak hal yang disebutkan. Saya berusaha menerima kritik ini dengan lapang dada dan kesabaran. Saya tunjukkan kepada beliau ringkasan materi yang saya ambil dari internet. Saya edit lalu saya  print lalu saya serahkan kepada Ms Cheryl untuk dikoreksi. Setelah itu saya pulang ke rumah. Saya makan siang di rumah dengan lauk  ikan tongkol  dan tempe beli di warung. Lalu menuju kampus pkl 16:30 am. Tiba di stasiun Cakung pkl 17:00. Tak lama menunggu kereta, kereta datang. Masih ada tempat duduk. Lapang. Ngantuk. Sadar  dan  bangun  di stasiun Jatinegara.  Pindah  kereta. Kereta Depok via Kramat telah tiba. Tak tunggu lama. Kereta jalan.  Keluar di Kramat. Naik mobil 04 menuju Rawasari. Ketemu Pa Adri Rusmin. Sama-sama menuju kampus. Ngobrol. Saya telat. Saya putuskan  tak masuk kuliah I. Kami ngobrol. Pater Prof. Alex Lanur, OFM  datang sebentar lalu beliau pulang. Saya ketemu Roy, teman angkatan.”Pa Frans, kamu tidak ambil kuliah Antropologi Filosofis? Tanyanya. “Ambil hanya hari ini saya telat, tak masuk. “Sudah presentasi?: sambungnya. “Belum”. Bilang Romo karena hampir selesai semua,” saran Roy. ”Romo yang pilih bukan? Kataku. “ Oh… saya tak terlalu  kreatif  ya? Terlalu  menunggu. Tak pro aktif. Saya masuk ruang kuliah ikut kuliah kedua.  Dewi yang presentasi. Presentasi tentang Karl Poper.

Selasa, 1 Desember   2015
Ikut kuliah Hanah Arendt  dan Kepublikan. Dosennya Dr. F. Budi Hardiman. Presenter hari ini ada tiga orang. Pa Yon, Pa Roy dan Pa Feliks. Saya masuk terlambat. Telak 30 menit. Mengapa? Lama tunggu kereta di  Stasiun Cakung  dan  Stasiun Jatinegara. Saat pulang  nebeng di mobilnya Ibu Nando yang hendak pulang ke Jakarta Timur. Saya turun di  lampu merah di dekat fly over Jatinegara. Saya agak slow. Ibu Nanda ingatkan saya untuk turun. Saya  terlalu slow.  Gesit, please, Franck.
 

Kamis, 12 Februari 2015

SEMESTER 2

Senin, 2 Peb. 2015: Registrasi  di  akhir  batas
Dapat info  ada  yang  tidak  lulus. strss. Bayar Rp 2.000.000
Stress. Down. Pikiran mempengaruhi  kesehatan. Pikiran baik kesehatan baik, pikiran jelek kesehatan  buruk.

3 Peb. 2015,  pusing. Ke  sekekolah, hanya  tidak ke   kampus. Berobat di  klinik di dekat VMG. Rp 40.000 jumlah  uang  yang dikeluarkan. Transfer  SPP  Rp  4 juta  ke  STFD

4, 5 Jan. 2015:  absen ke  campus, krn kesehatan  masih  labil

10 n 11  Peb 2015,  gagal  ke  kampus  dengan alasan Banjir

12 Peb. 2015, ke  kampus  telat. Star pkl 16:00  setelah  Kursus  Bahasa  Inggris  di  JPS. Tiba  telat di sana, pkl 18:00. Rm. Dr. Andang  beri  kuliah Filsafat Hukum. Telat. Beliau tersenyum. Getir  saya  rasa. Malu  juga. Tapi  ya... harus  ikut  ku;iah. Kehidupan   jalan  terus.

Ikut  Kuliah Filsafat Asia: Hinduisme dengan  baik.


17 Maret 2015

Berangkat kuliah pkl 15:40 dari JPS. Hujan rintik di sekolah Penabur hingga gerbang Harapan Indah (HI). Hanya di situ  doang.  Isi bensin Rp 15.000. Lalu terus ke KBT lalu ke Pulo Gebang. Telah hujan di sana. Becek di jalan. Tiba di Klender Baru. Simpan motor di tempat penitipan. Bayar Rp 5.000. Kenaikan Rp 5.000 sejak Maret 2015. Sebelumnya Rp 4.000. Ini parkir  swasta. Parkir pemerintah di Stasiun Rp 6.000. Wow... kreta api lewat ketika saya lagi parkir mootor. Telat. Aku harus menunggu lama lagi. Sambil menunggu, saya meneepon saudaraku Hila di Wela.  Kereta dari Bekasi tiba sekitar pukul 17:00.  Wow...terlambat lagi kuliah hari ini. Hari ini ada 2 Kuliah. Kuliah pertama, dimulai jam 05:00 sore, yakni Perubahan Masyarakat, perspektif ilmu-ilmu sosial, yang dibawakan Dr. Fransiska Sikka Seda. Kedua, kuliah Filsafat agama yang diampu Prof. Dr. Sastraprateja, SJ.  Saya  transit kereta di  Jatinegara. Tak terlalu lama menunggu. Kereta yang telah menunggu berangkat. Saya keluar di Stasiun Keramat. I mampir di warteg untuk makan. Saya makan nasi, sayur labu dan sepotong tempe goreng. Saya bayar Rp 6.000. Lalu saya menuju STFD di Jembatan Serong, Rawa Sari. Saya bayar angkot Rp 3.000. Lalu saya masuk kampus. Hampir jam 06:00 sore. Wow...malu, datang telat. Hari ini presentasi tentang Eric From, Benjamini dan Habermas. Ada 3 orang presenter hari ini: Romel (bahas Eric From, Lisa bahas Benjamin, Hanif bahas Habermas).  Saya duduk mendengarkan. Dr. Ery Seda tekankan kesadaran dan refleksi diri dan komunitas sebagai  solusi untuk perubahan sosial. sebagai   Kuliah selesai. Saya tanda tangan presensi. Wow...rupanya isi di tempat yang salah. Ya... pasrah  saja.
Lalu kuliah Filsafat Agama. Kami membicarakan Jack Derrida, filsuf kelahiran Aljasair, Afrika yang terkenal di Eropa. "Daerah kelahiran  Derrida sama dengan St. Agustinus, pujangga Gereja. Keduanya lahir di kawasan Afrika Utara," demikian Profesor Sastro,SJ.
Saya dan Lia tanda tangan daftar hadir. Wah... salah melulu hari ini. Kapan benarnya?" protesku dalam hati. Lalu kami  diskusi untuk Filsafat Hukum yang akan  kami presentasikan pada Kamis, 19 Maret 2015. Mbak Lisa dan saya diskusi itu. Kami berusaha memberikan yang terbaik. Kami pulang.
Saya mau ke Rawa Mangun untuk ambil buku J Derida yang dikopi  di sana. Saya mampir di ATM BCA Rawasari  guna  bayar photocopy buku.  Lalu saya tunggu bus 47. Lama juga menunggu. Saya lihat segerombolan gadis cantik menjajakan rokok kepada laki-laki di sekitar. Mereka cantik-cantik. Style mantap sambil  gengam gadget. Wow.... indah dipandang  mata.Bus  Metromini 47  tiba. Saya  masuk. Saya berdiri. Saya turun di  Arion. Lalu menyebrang menuju tempat photo copy, Delima. Saya  bayar Rp 90.000. Lalu photo copy  paper Masyarakat dan perubahan sosial Rp 2.000. Lalu pulang. Tunggu mobil Metromini 47. Bis  datang. Saya masuk. Wow... ingin  baca, malah pusing. Di Klender, pusing banget. Wow... neraka ini datang  lagi. Saya berhenti di Pondok Kopi. Masih pusing. Jalan menuju Stasiun. Waktu pukul 21:15 pm. Di bawah pohon beringin saya mengaso. Ada tukang ojek, tukang jualan dan warga di sekitar. Saya berusaha enjoy menikmati kepusingan sambil menunggu kesembuhan. Apa yang harus saya lakukan? Mungkin pusing karena lapar juga. Di situ ada  penjual jus. Saya pesean jus alpukat. Saya bayar Rp 8.000. Agak  mereda pusingnya. Sempat saya pikir untuk gunakan  taksi, motor simpan di temapt penitipan dengan bayar Rp 15.000. Namun alternatif itu batas  karena  pusing berkurang. Bayar parkir  motor Rp 5.000.  Saya mengendarai motor via Wali Kota, Pulo Gebang - Jl. Raya Bekasi - Mentland Menteng - Harapan Indah - VMG. Saya mampir di gerbang  VMG. Saya makan  kacang + nasi + roti + susu.  Saya bayar Rp 5.000. Pemiliknya dari Madura. Lalu saya ke rumah. Mr. Harnoto masih nonton. Waktu pkl 22:30 pm. Lalu saya minta beliau untu tidak merokok karena  masih pusimg.  Lalu tidur. Wow.... perjuangan hari ini.... ada  rasa malu, ada rasa sedih.... namun... syukur bahwa sudah tiba dengan selamat.

Rabu, 6 Mei 2015

Presentasi Makalah MK Filsafat Yahudi. Saya berangkat pukul 15:15 dari JPS setelah izin. Tanggung krn  15' lagi  pulang yakni 15:30. Tak tak apa. Saya singgah di tempat photo copy untuk gandakan bahan presentasi. Saya gandaka sebanyak 30 makalah. Saa  bayar Rp 36.000. Saya isi bensin di jalan. Untuk pertama kali saya isi bensin di di pinggir jalan. Saya is Rp 8.000. Saya berangkat ke Stasiun Cakung. Saya titip seped motor di sana. Saya tunggu kereta ke Jakarta. Kereta datang. saya  dapat tempat. Berkecamuk beregam hal dalam hatiku, termasuk harus turun di mana, di Jatinegara atau di Kramat.  Saya sudah beli tiket untuk hanya samapai di Satasiun Jatinegara saja. Saya rencana pakai ojek keSTFD. Saya tiba di Jatinegara. Saya lakukan rencana itu. saya harus jalan kaki ke Jl.Ahmad Yani. Cukup berkringat karena jalan kaki. Di sana saya ambil ojek. Saya  bayar Rp 15.000. Saya  tiba dengan selamat. Waktu menunjukkan pkl 16:50. Saya punya waktu 10 menit untuk siapkan diri. Say ngobrol dengan Pa Marko (Markus Supomo). Saya buru-buru.  Kemudian masuk kelas. Saya bagikan makalah. Judulnya: "Dosa dan Perasaan Bersalah. Kami mempresentasikan pemikiran Martin Buber, pemikir Yahudi. Kali ini kami 3 0rang yang Presentasi makalah. Saya dan Pa Maga Sisong mempresentasikankan "Dosa dan Perasaan Bersalah menurut  Martin Buber. "Dalam Taurat / Talmut ada 10 Perintah Allah. Dalam Masyarakat Toraja ada 11 perintah. Perintah ke 11, "Asal orang tidak tahu." Itu yang paling penting. Pa Ibnu mempersentasikan: "Imigo Dei )?). Saya dan Pa Marga Sisong pertama. Saya membuka dengan baik namun bagian akhir tak terlalu baik. Namun, umumnya saya bisa menjawab pertanyaan peserta kuliah  dengan  baik. Ada  kritik dan  catatan  dosen tentang isi materi  presentasi. Ada beberapa komponen yang kurang. Ada kalimat yang rumusannya kacau dalam susunan S-P - O - K.  Lalu saya  ngobrol dengan Redem setelah kuliah berakhir. Kami duduk di  bangku taman. Setelah itu saya  pulang. Saya pulang  pakai angkot ke Keramat.Di sini saya  ketemu seorang Bapak. kami ngobrol. Dia Pa Jimi. Pa'Jiwi mau ke Bekasi. Dia tinggal di Cikunir. Penampilannya sederhana. Celana pendek. Wajahnya Tionghoa. "Saya punya tiga anak. Satu kuliah di Paris, satu kuliah di ITB dan satu lagi kuliah di UNMER  Malang. Saya tak punyak duit," katanya."Wah, bapak ini rupanya  pandai mendidik anak sehingga anak cerdas sehingga  bisa  kuliah di kampus bagus, meski dia mengaku tak punya uang. Saya  penasaran dengan hal ini.  "Bagaimana trik bapak sehingga berhasil mendidik mereka sehingga bisa mengenyam pendidikan di kampus yang  bermutu? tanya saya. "Saya memberikan perhatian  dan kasih sayang kepada mereka. Hanya itu yang saya lakukan karena saya tak punya  duit," jawab bapak yang mengaku bekerja di  Jln. Pramuka ini. Pa Jimi  lahir di Jakarta. Orang tuanya tinggal di sekitar Jl. Pramuka. Namun kemudia rumah di sana dijual. Selanjutnya mereka  pindah ke Cikunir. Kereta ke jatinegara datang. Kami naik. Kami turun di  Jatinegara. Di sana  saya transit. Saya  menunggu kereta  ke Bekasi. Saya  turun di Stasiun Cakung. Saya pakai sepeda motor melewati  Kanal Banjir Timur. Saya mengisi bensin Rp 15.000. Ternyata  bensin yang saya  isi di pinggir  jalan begitu sedikit. Ya.... mereka mencari hidup  juga.


Kamis, 7 Mei 2015

Hari ini kami ada 2 kuliah. Fisafat Hukum dan Filsafat India Selatan dan Komprehensif. Saya  terlambat karena  sibuk di sekolah dan ketiduran  dalam kereta api sehingga lupa turun di Kramat. Saya simpan motor di Cakung. Saya masuk kereta. Saya lelah. Badan pikiran terasa leleh. Saya selonjorkan badan di kursi dalam kereta api. Saya tidur. Untung bisa sadar ketika tiba di  Jatinegara. Tunggu kereta ke Kramat. Kereta datang. saya tidur lagi. nyenyak. Sadar ketika di  Kramat Sentiong. Saya pikir masih di Pondok Jati. Ternyata  sudah lewat satasiun Kramat. Saya putuskan turun di Senen. Saya coba pakai akal bagaimana cara kembali ke Kramat tanpa keluar dari stasiun. Ini demi  hemat. Bila keluar berarti kena penalti karena tidak turun di stasiun sebagaimana yang direncanakan/ tertulis dalam  karcis  dan tiket jaminan berbayar. "Bagaimna cara saya bisa kembali ke Kramat tanpa hangus  karju jaminan?" tanyaku kepada  petugas. Awalnya saya  hilir mudik untuk menyeberang sebagamana di beberapa stasiunlainnya, misalnya  Cakung, kelender Baru, Jatinegara. Ternyata Stasiun Senen aturannya  lain. Penumpang yang ke Bekasi / Kramat tidak bisa naik dari Senen. Bila mau ke Bekasi harus ke  stasiun Kemayoran dulu. Boleh naik di sana. Okay. Saya mengikuti aturan itu. Waktu saudaah menunjukkan pukul 17:00 waktu kuliah Pasca Sarjana di STFD  sudah mulai. Saya rela  tidak ikut kuliah pertama. Saya menunggu kereta ke  Kemayoran. Kereta datang  hampir pkl 18:00. Saya  naik. Tiba di Kemayoran langsung transit. Ada kereta ke Jatinegara. Kereta tak berhenti di Senen. Saya berhenti di  Kramat.  Lalu pakai angkot ke Rawasari, turun di Jembatan Serong setelah bayr Rp 3.000. Saya  ikut  kuliah Filsata India. Hari ini Prof. Rm. Sudiarja, SJ (Dipo) yang masuk  menemani mahasiswa yang mempresentasi makalah. Setelah kuliah kami mahasiswa angkatan 2014/2015 berdiskusi tentang acara Tutup Semester. kami Panitia. Notulen bisa lihat di bawah nanti. Redem titip dokumennya kepada saya  untuk diberikan ke pimpnan  sekolah JPS.  Saat pulang  saya  nebeng  dengan  mobilnya  Ibu Nanda. Dia  ke Jatinegara. Saya  duduk di depan.  Dia mau ke dokter di Jatinegara. Saya turun persis di depan stasiun. "Terima  kasih  Ibu Nanda. Ini untuk ke sekian kali saya nebeng dalam mobilnya Ibu Nanda. Saya menyeberang  masuk stasiun Jatinegara. Saya beli karcis lalu  masuk stasiun. Lalu saya tunggu kereta.  Saya ketemu Pa' Arif (?) teman kuliah. Dia pakai kereta  juga. Dia  cerdas. "Bapak tampaknya cukup menguasai Antropologi," katanya. Ia saya berminat  dengan budaya. Saya berusaha  mnulis tesis berkaitan dengan  budaya," jawab saya. Ya, kalau passion ya  seperti itu, tamapak begitu  menguasai materi. Pa' Arif (?) cerdas.Pikirannya kritis, analisanya  tajam. Mungkin dia Islam. Dia bergabung dalam semester genap ini. Lalu  kami masuk  kereta  ketika  kereta  tiba.  Lalu ketika tiba di Cakung  saya  kelaur. Saya ambil motor di tempat penitipan. Saya  bayar Rp 5.000. Saya  melanjutkan perjalanan  menuju  ke VMG.

Selasa, 12 Mei 2015
Hari ini ada rencana giliran  presentasi bagi  kelompok kami yang  membahas Derrida. Sejak  semalam  hingga siang ini saya  persiapkan materi.  Saya menulis dan mengomentari Derrida tentang Gramatologi, lebih khusus: Berakhhirnya buku dan mulainya tulisan. Saya  mengedit makalah Midsemester. Saya  tambahkan sedikit. Lalu saya  print. Saya berangkat pukul 15:45 pm. Saya  harus ke tempat photocopy untuk gandakan bahan. Saya menuju Harmony. saya  bayar Rp 30.000. Saya  gandakan  20 exemplar. Lalu saya  makan di Warteg di Rawa Indah.Saya makan nasi, sayur, ayam goreng.Saya bayar Rp 9.000. Saya  ke   kontrakan di VMG. Saya  ambil uang lalu kembali ke JPS untuk ambil Hp yang  lupa. Saya   lanjutkan perjalanan ke stasiun Cakung. Saya masuk kereta. Saya  baca makalah tentang Derrida. Saya turun di Jatinegara. Saya transit menunggu kereja menuju Kramat. Waktu menunjukkan pukul 18:15. Saya  putuskan untuk  pakai ojek agar tidak terlambat. Saya negosiasi dengan tukang ojek. Kami sepakati harga Rp 12.000 menuju kampus STFD. Saya  tiba di kampus pkl 18:30 pm. Saya  ngobrol dengan  Redem dan Ambros. Lalu kami  masuk. Kami yang bertugas presentasi  Derrida adalah Redem, Roy dan saya. Redem pertama, lalu saya  dan Roy terakhir. Saya  membwakan tak terlalu bagus. Saya tak terlalu Percaya diri ketika membawakannya. Satu teman lain yang mempresentasikan makalah adalah Marga Sisong. Maga mempresentasi Emanuel Levinas. Ada satu tamu saat kuliah. Tampangnya orang asing. Dia duduk dekat Lisa. Mungkin temnnya Lisa. "Saya  mau bertanya kepada Pa Redem. Tolong jelaskan teori destruksi Heideger yang kemudian dijadikan teori Dekonstruksi oleh Derrida!. Redem turut menawab itu. Yohanes Bayu ditunjuk Rm. Prof. Sasraprateja,SJ  untuk menjawab juga  karena  Bayu yang tulis tentang materi itu. Mungkin skripsi Yohanes Bayu tentang  itu.  Pertanyaan peserta diarahkan kepada Roy, terutama tentang  Hyper Humanism -nya Heiddeger  dan konsep Hospitalitas-nya Derrida. "Hospitalitas itu adat kebiasaan Timur Tengah. Setiap musafir yang mampir tolong dlayani dengan baik. Berikan mereka makanan dan minuman  dan penginapan. Mungkin yang mapir di tengah malam bukan hanya musafir, orang baik - baik. Mungkin juga  yang  datang itu bukan orang  baik. Meski mereka bukan orang baik, tolong dilayani dengan  baik juga, sebagaomana pelayanan kepada orang-orang baik. Di sini Derrida  ada harapan. Semoga dengan  pelayanan yang  baik, orang yang  jahat / kurang  baik bisa  menjadi  baik. " Itu yang dimaksudkan dengan hospitality  oleh Derrida. " jelas  Romo Rm. Prof. Sasraprateja,SJ. Lalu  Marga menjelaskan Levisa  tentang  wajah 'yang  lain. "Apa  "wajah" itu  hanpirnya dengan yang terdapat dalam Taurat / Keja 1: 27: "Gambar  dan Rupa Allah"? " tanya  Santi Manurung  kepada Marga.
Selesai  kuliah saya  bercakap-cakap dengan Santi manurung  dan Nanda. Lalu saya  pulang. Saya  nebeng  di mobilnya Nanda. Saya  turun di Jatinegara. Saya  jalan kaki. Di trotoar / pinggir  jalan, saya  melihat lihat seorang pedagang (?) menampar seorang yang  jalan dengan seorang wanita. Laki-laki itu berusaha menghindar. Laki-laki yang memukul mungkin pedagang. Mungkin dia mengharapkan  agar laki-laki dan temn perempunnya itu membeli namun batal maka dia  kecewa / marah hingga memukul. Wow..... kejam  juga. Stasiun Jatinegara malam-malam  ramai dengan pedagang. Hanya satu jalur  mobil yang bisa lewat. Selebihnya,  badan dan bahu jalan  "dirampok" oleh pedagang barang / makanan. Wow..... di mana  pemerintah untuk mengatur hal ini? Di mana Ahok, gubernur DKI yang terkenal tegas  untuk mengatur  hal ini. "Malam hari, depan Stasiun Jatinegara hinggaa flyover padat dengan pedagang. Polisi tampaknya membiarkan saja. Mungkin mereka mendapat jatah dari para pedadang," demikian celoteh seorang  teman. Saya terus melintasi jalan itu hingga masuk Stasius Jatinegara. Saya membeli tiket. Saya menelepon Pa Adri  Odja yang meneleponku sore tadi ketika saya  naik ojek. Hp  Pa Adri  sedang  sibuk. Saya lihat Bapaknya Steve dan Sam - murid JPS - di Stasiun. Saya lalusaja. Mungkin saya terlalu cuek juga, pura-pura  tak  tahu.  Kami berdempetan dalam kereta, lak-perempuan berbauran, berdesak-desakan, sentuh menyentuh. Itu pemandangan biasa dalam kereta pada jam-jam sibuk. Jam-jam sibu biasanya ketika orang pergi dan pulang kerja  dan pada  hari  libur. Saya  ambil Hp untuk kontak saudara di kmpubg saya mau tanya kabar saudara saya  John yang  beberapa  hari lalu kurang sehat. Hp nya  tak diangkat. Lalu saya  telepon Kakak laki-laki sulu, Beny. Dia jawab. "Kami baik-baik. Johny pilet tapi sekarang sedang ke Golowelu untuk menonton TV mau menyaksikan pertandingan sepak bola, Barca vs  Bayern Munchen. Bapak Paulus agak membaik meskipun badannya  agak turun. Dia tetap di  kios," kata  Beny. Lalu saya ke  tempat pemitipan motor. Saya bayar Rp 5.000. saya  pulang  lewat Kanal Banjir Tumur. Lalu saya  meluncur  ke VMG. Saya beli  pisang kepok di pinggir jalan di perempatan Jl. Bulevard.  Saya tawar harga. Kami sepakat Rp 7.000. saya ke rumah. Saya berskan perelngapan makan. Buka TV sebentar lalu tidur. Esoknya pkl 2:00  am  pagi bangun nonton TV, Bayern vs  Barca, 3 - 2 untuk kememangan  Bayern Muncen, namun Baca yang lolos ke final karena unggul agregat 5- 3 berkat kemenangan 3 - 0 pada leg pertama, 7 Mei 2015 minggu lalu. Say  masak sayur lalu tidur. bangun pkl 6:15 am. Saya buru-buru ke sekolah tiba pkl 06:38 am. Saya tulis  blog selama 2 jam, pkl 07:00 - 09:00. Pa  Ben - kepsek ingatkan untuk kirim kisi-kisi kelas 2 dan 4. saya langsung lakukan itu.

Rabu, 14 Januari 2015

SEMESTER I: PONTANG PANTING

Kuliah semester I, 2014 - 2015: pontang panting, babak belur
  1. Saya  sempat menyelesaikan  terjemahan tugas kuliah  samapai  jam 2  pagi. Itupun gagal karena kerjaa  langsung di atch email tanpa  save  as. Ini namanya kerja  konyol, tidak taktis. Ini  tanggal 18 September 2014 (Humanisme  dan Agama J. Zimmmenman)
  2. Terjemahan Kebenara  versi India, sangat  lama,  sampir sepanjang liburan  - 18  Des. 2014. - 5 Jan 2015 . Wow, so  slow!
  3. Lupa  tulis tanggal  kumpul  tugas akhir  kuliah
  4. Terlambat kumpul tugas akhir: Filsafat Kebudayaan,  Filsafat Isalam, Kebenaran
  5. Filsafat Ilmu: selesai pada 15 Jan. 2015, pkl 12:30 am (dini hari).
  6. Saya  tidak  terlalu kominikatif, terlalu slow, tidak focus. Improve, F!


JPS, 15 Jan. 2015  15 Jan. 2015, pkl 12:30 am (dini hari)



Authors
Jens Zimmermann
Trinity Western University
Abstract
Jens Zimmermann suggests that the West can rearticulate its identity and renew its cultural purpose 
by recovering the humanistic ethos that originally shaped Western culture. 
He traces the religious roots of humanism, 
and combines humanism, 
religion and hermeneutic philosophy to re-imagine humanism 
for our current cultural and intellectual climate.
KeywordsHumanism History  Secular humanism  Hermeneutics Religious aspects  Civilization, Western  Religion and civilization
Jens Zimmermann menyarankan bahwa Barat dapat mengartikulasikan kembali identitasnya dan memperbarui tujuan budayanya dengan memulihkan etos humanistik yang awalnya membentuk budaya Barat. Dia melacak akar agama humanisme, dan menggabungkan humanisme, agama dan filsafat hermeneutik untuk membayangkan kembali humanisme untuk iklim budaya dan intelektual kita saat ini.

Minggu, 28 September 2014

UNTUK MENGETAHUI BUTUH WAKTU

 Pekan ke - 2 September 2014. Sekitar tanggal 11- 13 September 2014. Aku pulang kuliah  dari STFD, Jakarta. Selepas turun dari  angkot o4 - Rawasari - Salemba. Saya berjalan menuju  Stasiun Kramat. Saya  kebelet pipis. Saya menemukan toilet. Toiletnya  bersih, neces. Adakomponen  menarik. Seperangkat pipa besi yang dihubungkan dengan toilet. Saya sering menemukannya di tempat lain karena itu memang perlengkapan penting di kamar mandi. Di tempat lain saya  acuhkan saja  barang itu. Jujur, saya tak pernah menyentuhnya. Saya tak tahu apa fungsinya. Selama ini saya tak mempersoalkannya. Bagi saya  itupun tak menjadi masalah. Nah... baru  saat ini... besi itu   menjadi masalah: saya  tahu  fungsinya. Pipa  besi  itu  untuk mengalirkan air  untuk membersihkan  toilet. Itu fungsinya. "Tekan tuas  ke  atas  untuk menyiram" demikian instruksi yang ada. Baru di sini saya dapat pencerahan. Ternya  fungsi  barang   untuk menyiram toilet. Wow...... Betapa  saya  terlambat tahu. UNTUK MENGETAHUI  BUTUH  WAKTU.

dISALIN  DI  jps,29 sEPTEMBER 2014.

Selasa, 26 Agustus 2014

REGISTRI AT STFD

Monday, August 11, 2014  I came  to STFD Jakarta to  registration as student.  I arrive on injury time there at 14.45. Lucky I decide exact, come use train not by bus  from Cakung to Jakarta. After  use  train I advanced my journey with transport APB 04, from Kramat  to Rawasari. Today is  the  end  day to registration.  Wow../ I  success  to  registration. I fill  the  form, submit photo (my picture / image), and sertificate of scolar. I dialog  with Ms Retno. Than I pay Rp 500.000 (?) for registration. I tranfer  it at Rawasari. We  dialog. "About  identity card (KTP) later because I still  mismanagement (urus) it. I only bring the old identity card that already  completed the period validity (habis masa berlaku) aka (alias) out  of  date. About  photo still  process too.  Can all  it following (menyusul)?? I ask to Ms Retno as administration staff  graduate (pasca sarjana) of  Philosophy. "Okay," she  said. I'm  relief (lega). Than I go to Rawasari to transfer fee  of  test (Rp 500.000? 700.000?). Than I submit to Ms Retno. "Please  come to  test on Wednesday, August 13, 2014 at 18:00. It  is  entrance  test. The entrance test about English," she  said." kay, Ms Retno. I will  come," I say. Than exit. I'm happy because can registration.


Monday, August 11, 2014.
I go to Jakarta. I permission to Mr. Ben as Primary principal. I drive  motor cycle. I save  it  at Cakung station. I put  motor cycle on open  space. So  when the  rain come  it  is  get  wet. I mistake  to  make  decide.  Than I  use  train.  I stop  at Jatinegara  station. I transit  to the  other  train. I want to Kramat. I stop Kramat station  that  use transport of  04 (APB 04)  to  STFD. I pay Rp 2.000. I entrance  to STFD  campus. I arrive  at 14:45 pm.  I dialog with Ms Retno.  I  arrive  on injury time. Lucky still  enough time. Than I go around Cempaka Putih to looking  for place to wash photo / wash  cliche (klise) photo. I on foot. In red lamp  Mardani  I meet  with Mr.Nando. He  drive  motor cycle. We  by  the  way. "Where is  place to wash cleche photo here?" I ask  him. It  is  at Matraman," he  answer. "Okay," I answer.  In last  time in Jl. Percetakan negara available  it  but  already  close  now," I say in my heart. Than I on foot to Matraman. I by pass  Percetakan negara region, Pasar Genjing, Pasar Pramuka, Matraman (near Busway shelter Busway). Mr. Nando  go to Matraman to  give  trining  about  Cricket . Mr. Nando  is coach of  Cricket  of  Jakarta Province.  I entrance to Fuji Film Matraman. I pay  Rp 100.000. "Please you take  tomorrow," the Fuji Film  crew said. " Can I take  on  Wednesday, August 13, 2014? I ask. "Okay," they answer. Than I exit. In this afternoon  the  sky around Jakarta  is  cloudly. Than the  rain  come. I  shelter (berteduh) at Fuji  and Seven Eleven. I see  people  come  to  this  palace  while bring  social media. On seven Eleven there  is  Free  Wifi. The  big  rain  come. I wait the  rain  stop to go back  to  Bekasi. The  rain so  long. When stop foe  while I  start. I on foot  to  Kramat station. When I arrive at Shop Furniture, near Pramuka Pasar/ market, the  rain  come  again. The  time show  at 18:00  pm. the  big  rain  come. I shelter at  Furniiture shop while  imagine the Manggarai  song  of: Sanda  Wela  Bombang. I'm  creative  to fill  empty  time. I sing  Manggarai  song  while make  gesture. I do it to fill the time. I can fill time  with  creative.  When the  rain try to  subsides (reda)  but  still  come  although little, I walk again. I on foot. I use  jacket  to  protect myself. The jacket  wet. I use  jacket until at Kramat  station. I pay Rp 2500  to Cakung station  because  I still  have guarantee card. The  train come. I entrance. I get chair. I sit  down.  We transit at jati Negara. We exit. I wait  train to  Cakung / bekasi. Almost 30 minutes  wait. The  train  come. So many passanger. It  is  seem full. I looking for  place  that possible to fill. I permission. I success  entrance. The  other  passenger  of  men  make  just  as  it. They  push the  other passenger so get  place  to  stand  up. When train  move (bergerak) and jiggle (goncang) the good  space create so  not  so  stempede (berdesak-desakan)  on train. I stop at Cakung  station.  I pay Rp 6.000 for parking area.  Than I drive motor cycle to home. I'm wander (heran) because In Harapan Indah  no rain.  I arrive  safe. Thank you Lord.  Because  get  rain I get  cold.

Note:
I take  the photo (picture) on August 23, 2014  at  Fuji  Film  of  Matraman. They not  complain because I late  to take  it.

Wednesday, August 13, 2014.
I arrive  late  at school  of John Paul School of  Harapan Indah, Bekasi  at  06:50 am. I late  5 minute  because  the time work for  teacher  is 06:45 am. Today I go to Jakarta. I permission to Mr. Ben Ayung as Primary Principal.  Than I breakfast  at  home. Than I start  to  Jakarta. I drive  motor cycle to near Pondok Ungu/ Aqua. I save  my  motor cycle  on place  of  daycare  motors (tempat penitipan motor). Than I go to Harapan Indah shelter. I get chair on   busway. I entrance. The  time  almost at 15.00. The passanger of busway only  slightly (sedikit), only 10 passengers when start.  The  busway is  lux, may be  because  new  lane (jalur). The  journey smooth. I transit at Pulo Gadung   to go to  Cempaka  Indah  or  Matraman  to  take  my photo that  I order  on  Monday,  August 11, 2014. The  time  show at 16.00 pm. The activity  at Cempaka Indah at 18:00. I'm  shame  if  late, so  I should be go to Cempaka Indah first  than  go to Matraman (Fuji Film shop)  to  take  my photo  that wash / print  photo," I say  in hear. If I go to Matraman (Fuji Film  photo studio)  it  is  risk to me because potentially (berpotensi)  to  Let  to  join on activity  at  Cempaka  Indah. So, I decide to  go to Cempaka Putih Indah  fisrt. I entrance  to  busway  that  go to Kalideres.I get  calling  from Mr. Bernabas. He  still go back  from NTT  to  holiday.  "Where  the place of  busway   to  go  to Cawang?" a people of  man  ask  me. "Here, " i say  show. "Please transit at Cempaka Putih Timur  shelter," i say  to  him. The  bus way to Jalideres  come. We entrance.  This  is  old  bus. The  condition is  hot.  The  iron of  door  already  rusty (berkarat). I ask  time  to  labour   people, because the time on my  mobile phone is error.  We  transit  at  Cempaka Putih Timur. I lead  people that go to  Cawang. Please  go  to  straight  until find  shelter  to UKI - Cawang - Cililitan," I say. Okay" he  said. He  bring rice  for  his  child  that  syat  at Cawang. His  performance  just  as  people  from  out  Java. "Where  from are  you?" I ask. "I'm  from  Cirebon," he  said.  I'm  wonder  because  his  hair  is  curly (keriting), frightening (sangar)  just  as  people  from Sulawesi/Ambon/NTT/ Papua. "Wow... people  from Cirebon - west Java  there  is  that  curly (keriting) too," I say  in my heart. The busway  Tanjung Priuk -Cililitan  come.   I   and  the  other  passengers  entrance  too.  I stop at Cempaka Putih / Rawasari.  Than I on foot to Cempaka Indah  complex. I arrive  at 17:00 am.  I have time to  rest. There  I meet   the  other  people, include  security. We  by  the  way. I go  to  toilet  at  STF.
"The  test  at  Stoa Room at  second  floor," the  notice on STF secretary.  I dialog  with Ms Retno  and some  candidate of student. There are students that  want to follow matriculation. The students that not  from philosophy  certificate  should be join matriculation.  I give  the paper  of  evidence (bukti) payment  of  test Rp 700.000. "The  other document already submit  in last Monday, August 11, 2014," i  say. She agrees. Than we are entrance  to Stoa room. The  time  show  at 18:00. I try to cool myself. Than    father  Sudarminta, SY (?)  come  to  bring  the material test. He is supervisor. He give explain about test.  I do it. There are  almost 18 candidates students  that  join on test. There are 2 girls.  The test  about  "Socrates and Moral Reasoning". I try  to  work nicely. I try  to  control my emotion  and energy. I read  the  text nicely that  try  to  get  the  answer. I try  to confidence.  I'm  relief (lega) because I can do well. Almost 1 hour  I  do  it. I write  the  words  that I'm  not  know  in Bahasa  Indonesia. Than I collect  it. "How do we know the  result of text, which media you use to give information to us, by phone  or email? And  when it?" we ask. "We will give  information through email at least on  August 20, 2014." Ms Retno said. Okay," we  response.  Than I prepare  myself to go back. My condition is  still  colds (pilek). I go to toilet. Than I go back. I by pass  Serong  river. I ask the  people  about  office  of  groove (lurah / village (kelurahan)  of  Rawasari. The  people  show  it.  I  find  it. Later  I  will  come  here  to  care (mengurus) my identity card. Than I go to  LIA shelter  to  get  busway. I entrance. The  busway  come. I entrance bus that go   to  Pulo Gadung.  The  bus  until  at Pulo Gadung.  Lucky me that still have  busway  to  Harapan Indah. I entrance. I'm still colds (pilek). I get  sneezing (bersin)  at  Bizpark, Cakung, JL. Raya Bekasi Timur. I make  relection  about   Manggarai  rhymes (pantun)/ goet   bundu: "Songa  bokak, lako rabo, buntar tuak, apa  hitu? Wenang.  This  is the  other  side  of  sneezing / cold. I  gent the Manggarai rhymes (Goet  bundu). I get  his  idea on 20:45 pm, August 13, 2014.
I arrive  at Harapan Indah at 22:00. Than I on foot  to place of daycare motors. I pay Rp 3.000. Than I drive  motor cycle to  VMG. I arrive with save  at  home. I take a bath. Than rest.


Monday, August 25, 2014.

I get up early.
Today I permission to go to  Jakarta. I want to re - registration as  student at  STFD Jakarta.  I permission to principal. Than I start may be at 13:00 . I go to house  at VMG first. Than after lunch I start. I use  motor cycle until Pondok Ungu / near Aqua. I save  motor cycle at daycare motor cycle there. I save  without  get  card. I  try to believe to management of daycare motorcycle.  Than I use busway. I go to shelter busway of Harapan Indah. I wait busway about 20 minutes. Than the busway come. I entrance. The busway start at  13:20 pm. I get chair to sit down. I arrive at 13:45 pm.  Than I transit at Pulo Gadung. I entrance bus way to Cempaka Putih. The bus destination to Kali Deres. This is old bus. The iron rust, the nisy sound, the chair seem dirty, the chair of cork (gabus)  is worn (robek), hot situation, former welder.  I stop at  shelter of  RS Islam Cempaka Putih. I want to  use  Metromini 47. The bus still parking. I entrance. The bus still wait passanger. The situation so hot. I exit again.Please entrance. I stand up out  to  get  fresh ait/"No need to exit again,"  driver  say  while bussy press  mobile  phone. He  just as  not  care to passenger. The situation still hot  in car. I wait  when he start. The situation is less  passengers. The  driver hate to me. He  start  his  car  suddenly  without  say  to me. He  leave  me. I accept  it. I wait  the  other  car  of  47. The  bus   47  come. I entrance. Not so  long  to wait. The bus start to  Pondok Bambu.  The way big jam at Cemaoaka Warna because still repair  ditch (selokan) water.  It  is about 15 minutes. Than  the bus  start. I arrive at STFD. The  time show at 14:30 pm. I entrance to secretary of  campus. I meet with Ms Retno. I consultation with her  abut re  registration    and  payment of school fee. I'm worry because the salary not  transfer yet, so no enough to pay school fee during 1 semester Rp  13.5000.000. "Ms can I pay twice about school fee? I pay Rp 10.000.000. nor  and Rp 3.500.000, next month on the end  of  October," I say. "Okay, please write. Than I ask schedule of lecture  and  place. I got all it. Tahn I go to Rawasari to transfer money. I transfer Rp 10.000.000. I shoud be remember money to pay the other  bill (tagihan) especially cooperation and assurance of Prudential.  I give the slip transfer evidence (bukti) to Ms  Retno. Than I go back. I come to Rawasari office of  the village. I want  to make identity card becausemy it already of  date. "Please ask refence letter  from RR/RW  nad copy the old one. The  time  of  work of  staff at Rawasari the village , start at 98:00 - 16:00," he says. Than I exit. I want to  go to CUBG  office  at  Utan Kayu  place. I go there. I walk by Pramuka LIA shelter path. On little path I meet dog. The  dog want  to bark me. I  challeng (tantang)  it. Evidently the  dog afraid  too.  Than I go to Jl. Utan kayu. I looking  for CUBG office. I'm  fail to  find  it. Twice I search. I decide to go back to Bekasi. I by pass  the  same  path of LIA - Prmuka. I  entrance to shelter. I wait busway about 15 minuter. I see 2 girls. They bussy discuss situation work at abroad, may be at Chinenes / Hongkong. They  stop at Arion.  The bus stop at TU Gas. "Why stop here? make suffering passanger. Make the waste time for passengers," I complain in my heart.  Than The busway to Pulo Gadung come. I entrance. I help ne passenger  that want  to transit at  Pulo Gadung to Harapan Indah. Just as  she  not  believe to me but I  try to  patient  to  guide  her. Finally  she  get  the  way. I exit  shelter  for moment. I want  to buy shoes. I buy  shirt armpit  Rp 10.000  and shoes at Ananda shoes Rp  35.000.. Than I go back to shelter Harapan Indah. I by pass place of passenger so the  crew  not  suspicious (curiga)  me. Evidently honest I say that I'm busway passenger  but  because I want to shooping  for  moment  so I exit to  did  it  than  transit  again to  Harapan Indah. The busway  come. The  bus 0095. The bus have 27 sheet. The time show 17:13.The passenger 13 persons, men 5, girls 8, crew 2; driver  and  his  helper The situation big  jamm. At Jl. Raya Bekasi at  after PTC, I see  women that arrange  traffic. She  have  big  body / fat.  There is  bus 51 (Pulo Gadung - Bekasi - jamm. There  are  aome  people oush it  to  give way to the  other  bus. The  bus 51  parking near Pertamina. The Bus Pahala Kencana abd  the  other  bus / car / motor cycle that queue  run. We arrive  at Harapan Indah shelter. Allpassenger  stop there. I on foot  to place of  daycare motor cycle. it  is  save / safe. I pay Rp  3.000. Than I drive motor cycle  to home. I come to school to finger  print. The  time  show  at 19.00. Than I go to home.


Sunday, August 26, 2014.
The first day of lecture. I I permission at school to exit earlier from school. I permission to Principal of Primary, Mr. Ben. Than  I start. I start at 14:00.I go to  home first. I'm  lunch. Than I start to Pondok ungu use motor cycle.  I save motor cycle at house daycare motor cycle. Than I use busway. I on foot  while  tun to busway shelter of Harapan  Indah.  I ......
Than we start. I  transit at  Pulo Gadung  shelter. I use bus transjakarta to Cempaka Putih. I decide to stop at Cempaka Putih Tengah shelter tahn use  Metromini 47.  The Metromini 47 come. I entrance. There is jam at Cempaka Warna.  Than smooth. I stop at red lamp Jembatan Serong.  I entrance to STFD, The time show at 16:45? 
"For first lecturer - Mr. Dr. Frangky Budi He is sick," Ms Retno said. Than I entrance to lecture room. There is Manggarai people. He is Mr. Adi. We by the way. We talk about  our culture, Manggaarai. "I interesant to culture so I decide to lecture here," I say. "It is good," he said. 1,5 hours  finish . Than the second lecture. This  is  Filsafat Ilmu. The lecturer is Ms Dr. Karlina Supelli.  She explain nicely. 
I feel tired. When  go back  I by pass Kali Serong - Jl. Pramuka Sari  I - Lia - Pramuka - shelter . I wait  busway. Than I got. I feel  tired, exhausted. May be  because no drink water. During lecture no drink, no food . We transit at TU  Gas. I'm disappointed when stop there, not direct to Gulo Gadung because it is waste  time  for passengers. Why management transjakarta  just  as  it? The management staff want  good  for  them but the passenger get suffer.  May be 20-30 minutes there. Than busway to Pulo Gadung come. I entrance. Than  transit at Pulo Gadung. I want  to Harapan Indah. The bus  come. We wait bus. My situation exhausted (kelelahan) but it  less when someone dialog with me. He is Mr. Efendy. He invite and ask me to stop smoke. Since child no smoke," I say. I stop smoking since 17 years ago. I stop based on  awarness of myself that care to health. We by the way. We introduce ourself. He  is  from Padang, West Sumatra but stay at Manggarai, South Jakarta. "I'm  from Manggarai but  Manggarai in Flores. "I talk to him about Manggarai History. There are ancient of Manggarai people  from Minangkabau," I say. He astonish.  "I know some language: Padang, English, Arab, Indonesian." he says. Do you have family that Moslem? he ask to me. :Yes, I have Moslem family because merried with Moslem people.  I talk to him about the Legand  of Minagkabau: "Fight of  buffalo. The Miangkabau buffalo that win. It 's war between Majapahit  vs Pararujung (Minangkabau / Padang). The buffalo from Majapahit - big kingdom  of Java - is  male buffalo  that fat and big. How strategic to win? They use the small  buffalo that still  breastfeeding (menyusui). The small buffalo  exile (diasingkan) from his parent in order to he is hungry   and  passion  to desire  to  it. When time fighting come, thry  put knives on  small buffalo  horn (tanduk).  The little buffalo move  agile (lincah) to get suck. The small buffallo  think the scrotum of  big buffalo  is suck. He come to  suck it  while  heading (menyundul) the stomach. The male buffallo injury, than  death. Majapahit lose, Pagarujung  (Minangkabau)  win. It is  the story about Minangkabau - PADANG.  tHAN THE BUSWAY  to Harapan Indah come. We entrance. In car we by the way. Me. Effendy want to  Hotel of ....... Bekasi. He want to accmpany his  wife  that  training there. I give  guding to him to reach the  Hoten.... Bekasi. Than I use mootor cycle.  We stop at Harapan Indah shelter. I take motor cycle. I drive motor cycle to home. I cook food. Than I go to school to finger  print. Than I go back to home. Than rest.




Tuesday, September 16, 2014. I try to finish  translate book of  Humanism and  Religion, chapter 2, Patristik Humanism. I absent to lecture to  do  this. I eat at "restaurant"  of margin road  at Rawa Indah - Patung Kuda - HI - Bekasi. I eat chicken soup. I pay Rp 11.000. Than I go back to school. I try to finish it. In this  case, do do big  mistake namely: not  save as the file that I open  from email. I finish to do my translate but not print out. I want to sent through email. I close the Microsoft Word  file in order to can  sent trough attachment. Than when I open again........wow........ no  find. It  is  lose  because I do it   on email file that can not save on file memory permanent  because sent on temporary  memory. Wow..... I'm fail.... I try to set my mental in order to  not  down. I know  my  mistake is  not save as the  file that I take from  email. I continue to do work on file that still running on email  without   save  as  it  than I close the  progran of Microsoft Word. The recent work no save  by  computer because I'm not  save  on permanent memory but work on  temporary memory and  when  the  program close, it  is  lose.  I 'm very regret to myself. Before it I have the positive attitude to myself  and  I say it on thanksgiving to God  but on  long limit  time  I find myself  that make big  mistake make  my mental  down. But  I try to set  my mental in order to  not  down. I try to  still positive myself. "Rise up". It  is opportunity to you. "Do  the  others  task," my soul say to myself. I do the other work. I make job to students that become matterail for learn   for  student Primmary 1 -5  during I go to Sukabumi to accompany Primary 6 for retret.  I do it  nicely. I'm  proud although the  shodow (bayang-bayang) fail of material that  lose still spark (terpercik) on  mind of  memory. Once  more again. I try to set my mental. I try to rise up. I'm regret  because  the  work that I do with concentrate  during almost 10 hours not  safe alias  lose. How do you  set  your mental when fail / mistake  just as  this experience? Do you strong? What princip do you use in order to  still  hold  and  life  with happy and  success?  I accept   and  peace  myself.  I go  home on 02:30. Mr. Rojali and Mr....... ask me to buy coffee. I'm not  service  them. My heart  still  broken. I arrive  at home. I arrange  bag  and  dress  for  go to retret to Sukabumi. Than on 05:30 am  I get  up.  I take a bath. In school  the  student  and team already tidy up. I'm  late. Mr. Beny Ayung - Principal - address me. "Sir this  is  your responsibility. Please  creative and  proactive. Musn't  make  your  team is complain because not  work as  team," he  says. Wow... this  is  seem  stabbing (menusuk)  and  sharp.  I just as lose my confidence. I go to Ms Cathreen room to ask  what that I can  help. Her  face  just as show angry  because I'm  just  as  not  support  her. I aware  it. I go back to  bus. On 07:16 we  start. Mr. Beny Ayung  release (melepaskan) we are  in car. Mr. Bento, Ms Dwi, Ms Cathreen  and  I accompany students (44 persons)  to Sukabumi.  We use  blue  bird. We  use  one  bus. In bus  we  wantch film. Mr. Cathreen  prepare  about  it. We by pass JPS - Harapan Indah -  Tall Cakung - Tall Lingkar Luar - JORR - Jatiwarna - Bambu Apus - Cibibur. We stop at Cibubur. We go to toilet  there. It  is  free charge  (gratis).  The big  jam. We by pass Bogor - Caribgin - Wisma Kinasih Km 16 /17 - Cimande - Cicurug - Lido - We  stop to go to toilet. May  be  it  is  Cicurug -  Cikole - . We arrive  at Sukabumi  at  13:30. Our  journey during 5,5 hours. We  entrance to retret house.

.............................................................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
......................................................


I do my task about  translate book of Humanism and Religion  on  Tuesday, September 24, 2014. I'm absent to lecture today. I eat  for  supper  at "restaurant"  (food stalls = warung makan)  of margin road  at Rawa Indah - Patung Kuda - HI - Bekasi. I eat chicken soup. I pay Rp 11.000. Than I go back to school. I try to  try  to  finish my work but  can not  because  so  many. I try to remember my mistake when  do  it. I go back on 33:45 pm. Wow... so  long. Who  the  trick to make  easy  this  problem? Do you  find  idea  for solution this  case?  On   final result, I fail for this courses (mata kuliah).