Minggu, 25 Januari 2026

PROF FRANS MAGNIS SUSENO

 PROF  FRANS MAGNIS SUSENO


1. TIPS MENULIS BUKU

https://www.facebook.com/share/r/1MBqkRuxab/


FB: Cahaya Pstaka

Kalau mau menulis  kita harus berani. Harus punya ide apa yang mau kita samapaikan kepada orang lain.  Kita harus yakin bahwa apa yang kita tulis  itu menarik , penting  bagi orang lain,  Lalu kita mula saja. 
Saya juga menganjurkan  jangan menulis buku yang tebal-tebal dulu . Kalau mau publikasikn, yang cukup penting adalah  serius, jangan asal-asalan. Jadi, tidak harus sempurna tetapi  perlu dibaca kembali , apakah enak dibaca, apakah ada kesalahan. Kalau sudah mulai dengan publikasi maka  akan menjadi lebih mudah. 


JPS, 26 Januari 2026. 


2. Romo Magnis: Filsafat, Agama, Perang, dan Etika

https://www.youtube.com/watch?v=U-Qo08QkEkU



Tuhan itu transenden , dalam arti Tuhan tidak sama sekali dengan ciptaanNya  tepi pada seluruh ciptaannya Dia ada. Tuhan termanifestasi dalam  ciptaanNya. 



3. AKHIRNYA ROMO LEGENDARIS DATANG KE LOGIN‼️ ONAD KENA SKAKMAT🤣 - Habib Jafar


https://www.youtube.com/watch?v=rs4avtfjYj

AKHIRNYA ROMO LEGENDARIS DATANG KE LOGIN‼️ ONAD KENA SKAKMAT🤣 - Habib Jafar

 



Rm. Magnis Suseno: 4 tahun SD dalam  Gymnasium 9 tahun

 

Perlu  belajar bagaimana musuh berpikir. Maka   bila mau  mengenal  dan mengalahkan komunis, maka perlu berpikir  dan belajar tentang komunis. 

Banyak orang  yang   takut pada  kata misonaris.

 

Siapa itu Tuhan?

Menurut Rm Magnis,

Tuhan adalah susatu yang dialami dalam kebaikan.

Tuhan itu kebenaran. Di hadapan Tuhan, saat kita mati, kita itu terbuka.

 

Di Jerman, 65 % orang  percaya, ada kehidupan setelah kematin. Sedangkan 35 % tidak percaya

Mengapa Tuhan menciptakan Setan?

Setan itu malaikat yang tidak mau taat kepada Tuhan.

Saya belum   yakin 100%  ada setan.. Saya  tidak memerlukan setan untuk menjelaskan keburukan di dunia. Cukup keburukan manusia.

Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan selalu datang dari kesombongan .

Kesombongan muncul dalam rupa: Mengaanggap diri sebih baik dari orang lain; kedua, kekerasan hati.

 

Bahasa  Jawa :

Pino minarak = silahkan mampir. ?

Monggo Pinarak = Silahkan mampir

 

********

4. 90 TAHUN RM. FRNAZ MAGNIS SUSENO, SJ 


"90 Tahun Romo Franz Magnis-Suseno, SJ: Hidup untuk Berpikir, Bersuara, dan Mengabdi Indonesia"


"26 Mei 2026".

 Gereja Katedral Jakarta akan menjadi saksi sebuah perayaan yang langka "ulang tahun ke-90 Romo Franz Magnis-Suseno, SJ".

Momen ini makin istimewa karena bertepatan dengan "Dies Natalis ke-57 Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara" dengan tema besar: “Magnis untuk Indonesia.”

Sebuah penghormatan pantas bagi sang filsuf, rohaniwan, dan intelektual publik yang lebih dari 50 tahun menjadi suara nurani bangsa.


Dari Bangsawan Jerman ke Anak Bangsa Indonesia


Lahir dengan nama "Maria Franz Anton Valerian Ferdinand Graf von Magnis” pada "16 Mei 1936" di Eckersdorf, Jerman, kini wilayah Polandia, ia berasal dari keluarga bangsawan Katolik.

Panggilannya ditemukan pada 1955. Ia bergabung dengan "Ordo Jesuit (SJ)" setelah menyelesaikan pendidikan di Jerman, dan ditahbiskan menjadi imam pada "1961".

Tahun "1967", ia datang ke Indonesia sebagai misionaris muda. Dan di sinilah kisah cinta itu dimulai.

 Ia jatuh cinta pada budaya lokal, belajar bahasa Jawa di Girisonta, Jawa Tengah, dan akhirnya ditahbiskan menjadi Romo di Yogyakarta.


Menabur Pemikiran, Menyuarakan Nurani

"1969": Bersama para sahabat, ia mendirikan "Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara" di Jakarta. Kini, STF Driyarkara menjadi mercusuar studi filsafat di Indonesia.

"1977": Ia memilih menjadi Warga Negara Indonesia seutuhnya. Nama “Suseno” ia tambahkan sebagai tanda cinta pada tanah Jawa.

"1981": Lahirlah "Etika Jawa", buku mahakarya yang membedah nilai, keteraturan, dan keselarasan hidup masyarakat Jawa. Buku ini jadi rujukan lintas generasi.

Di era Orde Baru yang penuh tekanan, suaranya tak pernah padam. Melalui mimbar akademik dan tulisan di media massa, ia konsisten menyuarakan "keadilan sosial, HAM, dan demokrasi".

Ia juga menjadi jembatan dialog antar umat beragama. Persahabatannya dengan "Gus Dur" dan "Nurcholish Madjid (Cak Nur)" menjadi bukti bahwa perbedaan bisa dirajut dalam persaudaraan.

Atas pengabdiannya, pemerintah menganugerahkan "Bintang Mahaputera Utama" pada "2015", penghargaan tertinggi bagi warga negara yang berjasa besar bagi bangsa.

90 Tahun, Suara Itu Masih Hidup

Kini, menjelang usia 90 tahun, Romo Magnis tetap menulis, mengajar, dan berbicara.

 Ia tak mencari panggung. Ia hanya setia menjadi "kompas moral" bagi siapa saja yang mencari arah di tengah bisingnya zaman.

Hidupnya adalah bukti:

 "Pemikiran yang jujur, iman yang membumi, dan cinta pada Indonesia, bisa menyala selama seumur hidup."

Selamat 90 tahun, Romo Magnis.

Terima kasih telah menjadi “Magnis untuk Indonesia.”

Berkah dalem ✝️


Sumber: WAG

JPS, 23 Mei 2026.