Rabu, 10 Februari 2016

SEMESTER 4

Pada Januari 2016, saya sudah bayar uang  registrasi dan cicilan kuliah semester 4  di STF Driyarkara. Saya titip formulir pendaftaran via saudara, Agust Suherman. Pada  30 Januari 2016 saya datang untuk mengecek. Saya ambil nilai ujian. Saya kecewa. Satu bidang studi gagal, nilai 55. Ini bidang studi Filsafat Kontemporer. Pengasuh Rm. Dr. SPL Tjahjadi. Wow... teringat mimpi saya pada Desember 2015 bahwa ada mata kuliah yang gagal. Wow.... mimpi jadi kenyataan. Mimpi mendahului kenyataan. Kenyataan sudah digambarkan dalam mimpi. Mimpi merupakan ramalan akan peristiwa yang akan terjadi. Aktivitas jiwa mendahului badan.

Kuliah pertama, Selasa, 2 Februari 2016. Kuliah pertama, Hermeneutika (Heidegger dan  Gadamer). Pengasuh, Prof. Dr. Alex Lanur, OFM. Kuliah kedua: Filsafat Ilmu, pengampu Dr. Karlina Supelli. Namun baru akan dimulai 12 Feb. 2016.

Kuliah Rabu, 3 Feb. 2016. Filsafat Islam. Saya ambil ulang karena saat semester I gagal, UTS tak kumpul karena tak terkejar. Belajar dari kegagalan F. Karena itu dalam semester 4, ini, paper / tugas F. Islam harus selesai dalam bulan Feb. 2016. Harus!!! 3 tugas.
Kuliah kedua, Seminar Tesis akan dimulai minggu depan, 12 Februari 2016

Kuliah Kamis, 4 Feb. 2016. Dalam kereta ketemu Mbak Ruth, mahasiswa Pasca Sarjana STF Driyarkara juga.  Sama-sama turun di Kramat. Lalu naik angkot. Dia bayar. Wow.... malu juga. Terima kasih Mbak Ruth. Ketemu Hanif  juga. Lalu ikut kuliah  Platon (Rm. Dr. Setio Wibowo, SJ). Menarik sajian dan kajiannya. Berikutnya kuliah Filsafat Kebudayaan, yang dikoordinasi oleh Prof. Dr. Sastraprateja, SJ.

Kuliah Minggu kedua, 9 Feb. 2016. Hujan lebat sore hari. Saya ke kontrkan dulu. Makan siang lalu ke kampus. Hujan datang. Pakai mantel. Mantel lapis 2.Di Kanal Banjir Timur ada  kecelakaan. Sebuah mobil pick masuk kali (sungai) (Kanal Banjir Timur). Saya nontol bersma sejumlah warga.  Lalu pakai jaket. Namun karena hujan lebat, basah juga. Saya simpan motor di parkiran swasta Cakung. Biayanya Rp 5.000. Saya tiba jam 05:00 sore. Kuliah di kampus sudah mulai. Kereja sedang menunggu. Masuk dalam kondisi jaket dan jas hujan bash. saya bungkuk / jongkok / duduk juntai  di lantai  untuk melipatkan jas hujan. Kereta jalan. Transit di Jatinegara. lalu kereta jalan ke Kramat. Keluar di sana. Saya makan siang di Warteg pinggir rel stasiun Kramat: nasi, sayur kacang dengan tahu. Harganya Rp 8.000. Lalu naik angkot 04 ke Rawasari. Kuliah pertama, Hermeneutika (Heidegger dan  Gadamer). Pengasuh, Prof. Dr. Alex Lanur, OFM. Saya tak masuk. Telat. Saya ke perpustakaan untuk urus kartu perpustakaan. Beres dokumennya. Baru kali ini saya serius urus dokumennya. "Bisa ambil 2 hari lagi ya mas," kata petugas. "Okay," jawabku.  Saya ngobrol sebentar denfan saudara, Agust Suherman, mahasiswa s1 yang sedang menulis  skripsi. Lalu saya ke kampus s2. Saya ikut kuliah Kuliah kedua: Filsafat Ilmu, pengampu Dr. Karlina Supelli. Saya berusaha untuk belajar dari kegagalan semester lalu. Serius, focus Frans! Selesai kuliah saya ke kontrakan Feus. Ketemu Feus, Yos dan Lely. Leli rencana pulang besok ke Wela. Dia mau melahirkan di Wela. Lely "kecelakaan percintaan" di bangku kuliah di Jakarta. Kami sudah bantu mengurusnya. Saya tiba saat mereka akan malam. Saya berpartisipasi. Kami ngobrol. Lalu kami makan malam bersama. Kami mengobrol memberikan wejangan untuk Lely. Lalu kami berdoa untuk Lely. Lalu pkl 22:00 saya pulang ke Bekasi. Jose mengantar saya ke stasiun Keramat. Saya dapat kereta lalu menuju jatinegara, lalu transit menuju Cakung. Saya tiba dengan selamat di kontrkan.

Kuliah Rabu, 10 Feb. 2016.Hari Rabu Abu. Di sekolah, JPS, ada misa. Kami bergabung dalam misa sekolah -sekolah yang diselenggarakan oleh Paroki St. Albertus, Harapan Indah Bekasi. Selesai misa, saya mengontrol anak-anak.Saya menunggu orang tuanya Albert. Hampir sejam menunggu. Akhiirnya mamanya tiba. Dia siswa JPS yang terakhir menuju sekolah. Saya kembali ke kontrkan untuk sarapan. Lalu saya memgemas nasi lalu ke sekolah. Saya mengajar kelas 5A. "Akhirnya sir benar juga," Tasya memuji saya karena kali ini benar membuka buku doa, doa sore karena di atas jam 12:00 siang. Selesai mengajar saya buka internet. Saya  lupa makan. Saya bawa pulang ke kontrakan nasi makanan siang.Saya makan siang di rumah. Hari ini cuaca kering. Saya pakai jas hujan. Saya nai motor . Lalu saya ke kampus. Saya tiba di Cakung pkl 16:45 pm. Say a telepon Robert untuk menanyai istrinya. "Sudah selesai operasi di RS Carolus. Bayinya laki-laki. "proficiat e..." saya  bila kepadanya. Saya masuk ke kereta api. Saya duduk. Saya lelah. Tampak saya bermimpi. Hanya lupa isi mimpi. Saya sadar di Jatinegara. Saya transit. Duduk di samping seorang ibu yang taruh tas plastiknya di kursi kereta. Lalu  otak saya teransang untuk mengingat perempuan lain, yakni tanta saya Lusia Daem. Akhirnya saya ingat mimpi saya.
Saya tiba telat, karena dari JPS saya pulang ke rumah / kontrakan untuk makan siang. Tiba jam 05:00 sore di stasiun Cakung. Tunggu kereta. Tiba telat, pkl 17:45 pm. Kuliah pertama,  Filsafat Islam. Saya ambil ulang karena saat semester I gagal, UTS tak kumpul karena tak terkejar. Belajar dari kegagalan F. Karena itu dalam semester 4, ini, paper / tugas F. Islam harus selesai dalam bulan Feb. 2016. Harus!!! 3 tugas.
Kuliah kedua, Seminar Tesis. Dosen Pengampu, Rm. Dr. Herry SJ. Ini kuliah I. Rm. Herry mananya kemajuan kami dalam  menggarap tesis. Wow..... saya  belum mendapatkan  buku utama, juga belum intens ketemu Romo pembibmbing, R,. Sastrapreteja,SJ.  Minggu lalu saya sempat  ketemu beliau. Beliau setuju dengan buku. "Silahkan buat proposal", katanya. Saya  dengan penjelasan Rm. Harry, SJ. Lalu saya baca buku petunjuk penyusunan tesis. Wow..... saya  telat bergerak. Cepat Frans, usahakan 2016 kuliah selesai. Jangan lama-lama. Baca dan menulis. Harus mulai dan mulai.


Kuliah Kamis, 11 Peb. 2016

Kuliah Plato, dibawakan oleh Rm. Dr. Setyo Wibowo,SJ.  Saya terlambat. Lalu kuliah Filsafat Budaya. Kali ini giliran  Rm. Dr. Herry Priono,  SJ. Beliau membicarakan Teori Budaya dengan tokoh Utama: Marx, Durkheim, Weber, Simmel.
Saya lapar saat pulang kuliah. Makan di warung dekat stasiun. Wow...dikasih acar dingin nyaris basi. Perut langsung bereaksi. Saya complain kepada pemilik warung. Pekerja mencicip. Rasa asam. Langsung dibuang. Wow.......


Pekan ke - 3

Selasa, 16 Peb. 2016

Kuliah Hermeneutika . Pengampu Prof. Dr.  Alex Lanur, OFM. Saya terlambat. Saya embeli buku Seni Me karya Dr. F. Budi Hardiman. Saya ambil buku di sekretariat  dan bayar kepada Bety dengan harga Rp 75.000. Saya coba membaca buku itu mulai dari  awal.  Lalu dilanjutkan  dengan kuliah Filsafat Ilmu oleh Dr. Karlina Supelli. 

Kali ini saya mengambil KHS. Ada peningkatan hasil belajar. IP 3. Namun IPK belum memuaskan. Kejar...biar dapat IPK 3.

Saya lupa  tas mini tempat pensil. Teman-teman mengingatkan. Saya kembali ke ruang kuliah. Sudah tak ada. Mungkin sudah dipindahkan ke tempat lain.

Lalu pulang. Pulang bersama Ibu Meilina. Beliau  bayar angkot sampai rel kereta  Kramat. Dia pake kereta saat ini. Biasanya pakai mobil. Dia pulang ke Bogor. Kami masuk stasiun Kramat. Kami menuju Stasiun Jatinegara. Kami tiba di sana. Ibu Meilina membelikanku roti. "Terima kasih Ibu,". Dia menuju Manggarai lalu menuju Bogor. Saya menunggu  Kereta menuju ke Bekasi. Kereta tiba. saya turun di Cakung lalu pakai sepeda motor setelah sewa parkir Rp 5.000. Lalu menuju ke kontrakan di VMG. Begitu tiba di depan Gereja St. Albertus hujan  turun. Saya pakai mantel. Hujan lebat. Mata perih kena hujan. Wow...... Hujan turun hingga 2  babak. Bahkan  hujan  turun di pagi esoknya. Tidur pkl 24:00

Rabu, 17 Peb. 2016

Saya berangkat telat dari JPS.  Sebelumnya  tadi pagi saya berangkat telat dari kontrakan, tiba telat di sekolah, 06:47, telat 2 menit. Wow... tak dapat uang makan dan minum. Kesel. Saya bawa makanan 2 box dari rumah untuk sarapan dan makan siang. 
Siang tak ada hujan. Saya berangkat pkl 15:45 pm dari JPS ke kampus. Saya titip motor di stasiun  Cakung. Lalu tunggu kereta api sekitar 30 menit.Kereta tiba, masuk, berdiri.  Saya berdiri sambil lihat iklan yang inspiratif dan bagus-bagus. . Tiba di Jatinegara, belum ada kereta. Kereta menuju Bogor masih jauh. Saya putuskan tunggu di jalur 3. Di sana ada kursi kosong. Saya tertidur. Lalu kereta datang. saya menjelaskan kepada orang yang lagi kebingungan mencari kereta. "Mau ke mana?" tanyaku. "Mau ke Pondok Jati," kata mereka. 'Silahkan pakai kereta ini," saya sarankan lambil tunjuk kereta ke Bogor. "inikan ke Bogor" jawab perempuan yang membawa 2 anak itu. ""Betul ke Bogor, namun lewat Pondok Jati". Penjelasan yang sama saya sampaikan ke 2 perempuan muda yang menuju  stasiun Kramat Sentiong. Saya berdiri. Saya turun di Stasiun Kramat. Lalu makan di warteg di pinggir rel kereta  api dan perempatan rel KA Kramat. Saya makan nasi, cupcay, tempe. Saya bayar Rp 6.000. Lalu menuju angkot 04 ke Rawasari. Saya duduk di depan. Saya tiba hampir jam 06.00 sore (pkl 18:00). Saya ke toilet. Lalu saya  beli buku Platon ke Ms Santi, Rp 110.000. Wow.... mahal. Saya absen kuliah pertama, Filsafat Islam.
Saya ikut kuliah kedua, Seminar Tesis. Ibu Dr. Karlina jelaskan tema : Kode Etik Penulisan Ilmiah (Thesis). Ketua Prodi, Rm. Herry Priono,SJ menjelaskan  perubahan pembibimbing thesis untuk beberapa mahasiswa demi keadilan ; Pa Felix,  diover ke Ibu Dr. Karlina sebagai pembimbing thesisnya."Bisa ajukan keberatan, bila tidak nyaman," kata Ibu Dr.  Karlina  blak-blakan. 

Saat pulang, saya satu angkot bersama Bayu, Kwen, Men Yon, Hanif. Saya dan hanif turun di dekat stasiun Kramat. Kami ngobrol. Kami tiba di tempat penginapan masing-masing hampir sama, sekitar pkl 22:30 pm. Pa Hanif tinggal di sekitar Bintaro, turun di Pondok Ranji. Saya menuju Bekasi. Di Stasiun Kramat saya membaca buku Post Modern Platos. Saya mencoba mendalami pemikiran  Leo Straus. Saya sedit paham tujuan buku. Saya baca sedit intinya. Saya baca mulai dari Stasiun Kramat -  dalam KA, di stasiun Jatinegara, dalam KA menuju  Stasiun Cakung. Saya agak mengerti. Lalu saya  menngambil motor lalu pakai motor ke VMG. Hari ini tak ada hujan. Saya tiba sekita pkl22:30 pm. Saya masak sayur llu baca buku Platos. Lalu tidur.
Sore  tadi saya lupa cari tas pensil di sekretariat kampus. Semoga bisa ditemukan nanti.

Kamis, 18 Pebruari 2016


Selasa, 24 Peb. 2016

Saya berangkat tepat waktu dari JPS. Saya menuju stasiun Cakung. Simpan motor di sana di tempat parkir swasta dengan biaya Rp 5.000. Than I entrance to Cakung station. Today I'm lucky. I direct get train. I entrance. Than I sit down. I transit at Jatinegara station. I wait train to Kramat station. I wait enough  long. The train come. I entrance.  I sit down. I exit at Kramat station. I on foot to place of car 04 to Rawasari. Before it I'm lunch at kiosk of food. It is my  subscriber (berlangganan). I eat rice, vegetable, sauce (kuah). I pay Rp 5.000.  Than I use car 05 to Jemabatan Serong. I pay Rp 3.000. I entrance to campus. I  join lecture: Hermenautics. Prof. Dr. Alex Lanur, OFM. On the end lecture she give duty to us as student. Mr. Bayu, Mr.  ..................... and I get the first duty to presentation. I accept the book. Than Mr. Andrew give announcement  about donati Than  lecture "Filsafat Ilmu". The teacher is Ms Karlina Supeli. On the finish lecture  we exit campus.  I copy on to friends who sick that entance at hospital. "We can pay  it tomorrow." Mr. Andew - coordinator class said. it the book of "Hermeneutics"  at near photo copy place at near  Jembatan Serong. For mine I decide to bind (menjilid) it. I only copy for Mr. Bayu and Mr. ................. Than I go Kramat station. I pay Rp  3.000 for car. I want to bind (menjilid) of Hermeneutics. I discuss with operator. "The cost is Rp 84.000. "Okay," I say. "You will take on next evening," he said. Than I back to Bekasi. I wait train while read the Hermeneutic book. I try to understand it nicely. I entrance to  train to Jatinegara. I try to read the book on train. I exit at Cakung station. Than I take my motor cycle. Than I continue my journey to VMG. I buy  spinach - fresh vegetable - in near intersection of Bogor. I buy 2 wrap. Than I cut it at home. I have plan to cook it tomorrew morning. Than I try to read the book than rest.

Rabu, 25 Peb. 2016.

Saya bangun pukul 05:30 am. Saya masak sayur bayam. Saya sarapan. Saya habiskan semua sayur. Saya kekenyangan. Saya mungkin keracunan sayur bayam. Saya mual. Saya muntah. Semua sayur bayam dikeluarkan. Lalu saya rapihkan vestafel yang penuh dengan muntah. Saya berangkat ke sekolah. Untuk tidak telat. Lalu saya masuk sekolah dan mengajar  anak-anak. Jam sekolah, pukul 15:30 tiba. Saya  keluar sekolah. Saya start tepat waktu dari JPS Saya menuju Cakung. Saya langsung dapat kereta. Sekitar pkl 16:10 pm. Saya langsung dapat kereta. Begitu transit di Jatinegara kereta menuju kramat juga sudah ada. Saya masuk. Kereta berangkat. Saya keluar di stasiun.  Saya makan di pinggir  Stasiun Kramat  dengan harga rp 5.000. Saya menuju kampus di STFD. Saya bertemu Hanif dalam angkot. Saya turun di dekat tempat photo copy untuk mengambil materi photo copy. Saya bayar Rp 15.000 dengan materi photo copy tadi malam. Saya minta kuitansi. Lalu saya masuk kampus. Saya menuju Perpustakaan untuk lihat contoh tesis. Saya mau pinjam. Saya masuk perpustakaan. Sudara saya, Agus sedang menyusun skripsi. Saya minta dia  untuk cari skipsi di kamputer katalog. "Skripsi / tesis  tidk bisa dipinjam. Hanya boleh baca di sini. saya kesel. saya putuskan untuk ke ruang kuliah.  Saya masuk kelas. Kosong. lalu saya lihat pengumuman. Ternyata dosen, Prof. Dr. Alkhausar Al Nur absen hari ini. Saya taruh tas di kelas. Lalu saya manuju perpustakaan lagi. Saya minta bantuan  adik, Agus untuk mencari tesis. Dapat. data saya serahkan ke  petugas. Saya naik ke lantai 3 untuk baca itu. Saya baca lalu kutip. "Tak bisa dicopykan," jawab petugas ketika saya tanya apakah bisa photo copy tesis. Saya menuju ruang kuliah. Ternyata kuliah "Seminar Tesis" sudah dimulai. Prof. Dr. Soedarminta,SJ yang membimbing hari ini. Hari ini Redem dan Santi presentasi proposal tesis mereka. Mereka kelompok pertama. Lalu dosen memberikan masukan. "Rumuskan secara tajam permasalahannya," kata beliau. Ini juga tugas untukku.
Lalu kami pulang. Saya ambil buku di tempat photo copy. Saya tunggu lama. Saya bayar Rp 84.000. lalu saya pulang. Saya baca buku di station. Kereta datang. Saya masuk. Saya turun di Jatinegara. Lalu saya menunggu kereta menuju Bekasi. Kereta datang. Saya masuk. Saya membaca buku kuliah  dalam kereta. Lalu saya menuju tempat parkir motor. Saya pakai mantel. Tiba di dekat Gereja Albertus gerimis  turun. Untung  saya sudah pakai mantel sejak di stasiun Cakung.  keputusan saya tepat. Saya tiba dekat terminal pasar Modern. Kering. Wow...hujan lokal. lalu hujan lebat ketika tiba di dekat warung Danau Tobet. Hujann segede-gedenya. Saya berhenti untuk beli pisang sekalian berteduh. Ini hujan  disertai petir. Wow...wajah saya basah. mata perih. Saya beli pisang Rp 5.000. Lalu menuju rumah. Saya mengatur dapur  dan tas sebentar lalu istirahat. Hujan hampir tak berhenti hingga pagi.


Kamis, 26 Peb. 2016.
Hujan sejak semalam hingga pagi.  Saya pakai mantel ke sekolah. "Wow....bad man" Ms. Lidya comment  ketika saya masuk ruang guru sambil pakai mantel. Saya ganti di ruang guru. Lalu mengajar.. Saya mengajar kelas 3 dan 2. Siangnya hujan. Saya tak focus hari ini. Terganggu  godaan untuk baca berita di internet.  Pukul 15:45 pm. Langit tampak cerah. Saya menuju Cakung. Lalu ke Jatinegara. Saya makan sore / malam di warteg pinggir rel KA dengan bayar rp 5.000. Saya menuju  kampus. Kuliah pertama, Platon, diasuh Dr. Setyo Wibowo. Saya telat. Di akhir kuliah saya usulkan kepada Romo untuk menambah teman dalam kelompok untuk tugas presentasi. Pa Hanif dan ibu Rika masuk. Jadinya kami berlima (Ito, Dewi, Frans, Rika, Hanif). Ya lega. Materi tentang Leo Straus  cukup panjang, 3 bab. Pas kalau ditangani banyak orang. Saya koordinasi dengan Dewi untuk mulai membaca. bukunya.Hujan datang. Lebat. Lalu kuliah Filsafat Budaya. Prof. Dr. Sastraprateja,SJ yang mengajar. Beliau membicarakan Bab 3 buku Culture Theory. Kali ini membahas Marx, Adorno, Talkot Parsons. Di luar ruangan, alam tetap "menangis". Ternyata hujan hingga malam. Prof. Dr. Sastraprateja,SJ berjalan ke gerbang tanpa payung. Hujan kecil masih turun. Beliau berjalan untuk mendapatkan sarana transportasi. Beliau menahan bajaj BBG. Wow....Profesor ini sangat rendah hati. Beliau mandiri. Meki sudah tua namun berusaha tetap mandiri.  Saya membawa mantel. Saya ajak teman-teman untuk pakai mantel bersama. Pa Bayu, Pa Arif, Pa Redem, Pa Yon bergabung. Pa Bayu dan Pa Yon dan Saya pada akhirnya setia sampai di ujung jalan hingga menunggu angkot 04 menuju Salemba. Di bawah lindungan mantel, dalam suasana hujan kami diskusi tentang tesis. "Mengapa Bapak tertarik dengan mimpi? " Pa Yon berusaha memancing daya kritis saya tentang topik tesis "Interpretasi Mimpi menurut Freud," . "Mengapa mimpi perlu diinterpretasi secara memadai?" demikian Bayu memberi masukan sebelum kami masuk ke dalam angkot. Kami lanjutkan diskusi dalam angkot hingga saya turun. Saya menuju stasiun Kramat. Situasi masih hujan. Saya masuk stasiun sambil pakai mantel. Saya  tunggu kereta. Kereta datang. Saya masuk KA sambil pakai mantel. Transit di Jatinegara. Begitu keluar hujan lebat datang. Kereta jauh dari arah berlawanan sedang menurunkan penumpang. Pintu tak dibuka untuk menyeberang. Biasanya dibuka. Saya salah mengambil keputusan. Sudah tak dibuka, hujan lebat lagi. Saya harus jalan  jauh supaya bisa lewat. Kesel juga. Setelah tunggu lama, kereta ke Bekasi datang. Saya masuk. Tiba di Cakung, hujan berhenti. saya melihat pedagang jagung. Saya beli  1 batang dengan harga Rp 4.000. Mahal juga. Saya mengaso di sana sambil makan jagung. "Saya Hasyim, asal Tegal. Saya menjalankan usaha orang. Saya orang ke berapa. Sepeda, drum dan jagung disediakan bos. Gas saya yang sediakan. Bila  tidak laku maka menjadi resiko saya. Makanya diusahakan terjual semua. Saya keluar sekitar jam 14:30 pm, sampai sekitar jam 00:00. Bila tidak terjual, saya yang menanggung resiko. Nombok. Dari bosnya Rp 2500 per batang. Hanya  karena dari tangan ke tangan maka harganya mahal, Rp 4.000," demikian kisahnya. Wow...hidup ini perjuangan. "Mungkin polanya sama dengan pedagang kacang tanah yang berjualan pakai gerobak. Kemarin malam saya mau membeli kacang tanah Rp 2.000, tidak dilayani penjual karena standar terbawah penjualannya adalah Rp 5.000. Boleh jadi model penjualannya seperti pedagang jagung ini," kataku dalam hati. Saya jadi teringat Aheng, orang Garut, tukang sepatu yang sempat ngobrol denganku tentang usahanya mencari uang. "Usaha service sepatu agak ringan modalnya, namun keuntungannya  lumayan bagus. Cara kerjanya tergolong santai, tak keluarkan dana banyak dan dan kuras energi banyak seperti tukang bangunan," demikian katanya. "Benar juga Aheng ini, orang Sunda / Jawa biasanya kerja cerdas. Bila dibandingkan dengan orang Manggarai - Flores, orang Jawa / Sunda tampak kerja pakai otak, orang  Manggarai kerja pakai otot," demikian refleksiku.
Saya pulang. Saya ambil motor, pakai mantel. Kukira hujan berhenti. Ternyata begitu tiba di dekat Gereja hujan lebat turun. Di sekat RM Danau Tobet hujan lebat turun. Saya berhenti untuk membeli pisang. Saya pulang ke rumah, berbenah sebentar lalu tidur. Hujan turun sampai pagi. Jalanan banjir, rumah bocor.

Jum'at, 27 Feb.. 2016
Saya bangun pagi. Telat. Rumah bocor, lantai basah. Ketika berlari-lari, saya kepleset karena licin. Saya jatuh. Untuk masih bisa bermanufer sehingga tak mengalami kejatuhan yang fatal. Di kamar belakang (kamar kedua) saya alami ini. Bila tidak,  ini sangat beresiko, terutama bila kena kepala. Wow...be carefully. Rumah berlantai keramik sangat riskan  bila kena air. Sangat licin.


Maret 2016

1 Maret 2016

Di sekolah ada kegiatan Fieldtrip ke Sentul Fresh, Sentul, Bogor. Fieldrip anak kelas 1-3. Saya ikut mendampingi anak-anak. Wow....hari ini saya bangun telat. Mungkin karena  tidur telat semalam. Saya bangun pkl 06:30 am. Saya hanya cuci kepala. Lalu berangkat ke sekolah. Tanpa sarapan. Saya tiba pkl 07:00 di sekolah. Lalu menuju ke Gym untuk persiapan Fieltrip. "Sir, tolong pimpin doa saat  berangkat," kata Ms Thea. Saya turun. Ternyata Mr. Bento yang mengatur anak-anak dan pimpin doa berangkat. Saya asuk Mobil 3 bersama Ms Dyaning, Ms Eileen, Ms......... Kami berangkat sekitar jam 07:00 am. Kami tiba di Sentul pkl 09:00 am. Macet pagi. Saya pusing. Mungkin karena lapar. Persiapan saya Filtrip kali ini cukup semrawut. Tak makan. Mungkin karena itu saya pusing.
Kami pindah dari bus ke angkot. Saya duduk di depan. Kami tiba di Setul resh. Di sana kami mempelajari binatang dan tumbuhan. Ada berbagai jenis ikan, misalnya Ikan Nila, Bawal, Mujair, dll. Ada beragam jenis binatang: Rusa, Sapi. Kami memerah susu sapi. "Yang bia diperah susunya hanya Sapi Perah. Sapi potong tak bisa diperah susunya. Saya mengalami untuk pertama kali memerah susu sapi. Selain binatang ada juga tumbuhan, misalnya: Kadaka (Tekap, dalam Bahasa Manggarai, Flores), ada bunga Seroja ( mirip bunga keladi, hanya daunnya agar bulat), bunga Betadine. Itu beberapa bunga yang saya tahu saat kunjuangan ke Sentul Fresh.  Hujan datang. Untung saya bawa jas hujan.  Kami makan. Saya makan bareng Mr. Patrik. Kami ngobrol. Kami  pulang pkl  13:00 am. Kondisi saya agak mendingan. Kami tiba di JPS pkl 15:00. Saya ketemu Mr. Ivan, direktor Education  JPS. "Is Bogor reiny? he ask. "No...sir," Answer. Kemudian Saya coba pikir ulang pertanyaannnya. "Oh....saya jawab salah. Sesungguhnya tadi ada hujan di Sentl Fresh. "Akh saya harus belajar lebih giat lagi soal bahasa Inggris," kataku dalam hati.  Saya  putuskan  ke tempat kuliah. Saya ganti pakaian. Saya meu kembalikan buku dosen, Prof. Dr. Alex Lanur, OFM. Saya pakai motor ke Stasiun Cakung. Kereta datang. Saya masuk. Saya transit di Jatinegara. Tunggu kereka hampir 45 menit. Kereta tiba lalu berangkat. Saya turun di Stasiun  Kramat.Saya keluar stasiun. Saya makan sore di Warteg NN, Jl. Percetakan Negara 6A, Jakarta Pusat. Saya bayar Rp 7.000. lalu menuju kampus dengan Angkot 04. Saya bayar Rp 3.000. Lalu masuk kampus. Agak terlambat. Prof. Alex Lanur sedang membahas Hermeneutika. Saya coba ikuti. Lalu ada kuliah Filsafat Ilmu Pengetahuan. Hari ini Ibu Karlina membahas Induksi, Deduksi dan iaValidasi. Dia membahas kasis Ignaz Semmelweis baik sekali. lalu kami pulang. Saya tunggu kereta. Saya pesiar, di stasiun. Saya dapatkan nama warteg NN tempat saya biasa makan sore. "Kita bisa tahu setelah mengambil jarak dari obyek," kataku merefleksikan.
Kereta datang. Saya naik. Turun di Jatinegara  lalu lanjut ke Bekasi. Ambil motor lalu ke rumah. Di dekat  stasiun lihat sesama penumpang kereja yang jalan pakai tongkat. Saya tawarkan untuk join. Dia mau. Dia turun di sekitar KBT. Itu searah perjalanan saya. "Saya kecelakaan sepeda motpr 6 bulan lalu di Cempaka Mas,: dia bercerita. Dia pincang. Lalu saya lewat  Cakung, Taman Modern. Saya mencari RS Ananda di Cakung. Tidak berhasil. Mungkin posisinya di dalam perumahan Taman Modern. Lalu saya melewati Jl. Raya Bekasi, Harapan Indah, lalu masuk VMG. Saya berbenah diri sebentar  lalu tidur.

2 Maret 2016

Kuliah Filsafat Islam dan Seminar Tesis.
Hari ini Ambros dan Nanda presentasi Proposal tesis.  Prof. Dr. Soedirja sebagai pembibmbingnya.


 Kamis, 3 Maret 2016

JPS ada kegiatan Fieltrip kelas 4-5. Tujuannya menuju Kampung Horta, desa Ciomas, Bogor, Jawa Barat. Saya ikut. Ada kegiatan menarik di sana, misalnya:
1. Membuat Cincau. Cincau itu ternyata tanaman / tumbuhan obat. Selama ini saya pikir ramuan Cina. Ternyata tidak. Itu nama tumbuhan.
2. Membuat Sablon: Pakai scanner?
3. Membuat telur asin. Hanya telur bebek yang bisa dibuat telur asin. Bahannya abu dapur, kertas amplas /pasir,  air, plastik untuk membungkus telur. Setelah seminggu baru telur terasa asin.
Selesai  kegiatan kami pulang. Kami berangkat pukul 14:00, jam 02 siang. Kami singgah di rest area untuk istirahat dan pergi ke toilet. Ada anak-anakanak yang bawa duit untuk sewa tolilet, ada yang uangnya sudah habis untuk  beli jajan sehingga tak ada duit untuk sewa toilet."Katakan dengan sopan dan jujur, pak maaf, saya tak bawa uang tapi kebelet pipis, boleh pipis di sini tanpa bayar?" kataku kepada mereka.  Tiba sekitar jam 16:30 di JPS. Saya putuskan untuk tak hadir kuliah. Saya absen hari ini. Hari ini kuliah Filsafat Budaya dan F. Plato. Saya absen karena terlambat. F. Budaya dibawakan oleh team dosen.Hari ini membahas Strukturalisme  dengan dosennya Ibu Dr. Karlina Supeli. Saya coba isi waktu untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah.


Selasa, 8 Maret 2016

Kuliah Hermeneutika. Tunggu kereta cukup lama di Jatinegara. Terlambat masuk kuliah. Di stasiun  Kramat ketemu teman kulih, Pa Arif. "Ikut kuliah pertama? tanyanya. "Ya, saya ikut." jawabku. "Kalau saya tak berani masuk bila terlambat begini," kata Pa Arif. Pa Arif orang Kudus, Jawa Tengah. Kalau saya, tetap berusaha masuk, meski  terlambat. Sayang bila tak masuk. Sudah berjuang datang dari jauh-jauh. Apalagi kuliah sambil kerja," pikirku.  Mungkin juga  saya orang yang tak tahu malu, ya? Atau tebal muka, seperti muka kerbau yang merupakan simbol  budaya kami sebagai orang Manggarai. Namun, saya pikir, ya.... yang terpenting ada semangat juang. Saat masuk, saya terlambat. Prof. Dr. Alex Lanur, OFM sedang mengajar. Saya telat. Saya tanda tangan. "Kamu, datang telat lagi," komplain Profesor Alex. Saya kembalikan bukunya Prof. Dr. Alex, OFM  yang saya pinjam. Saya photo copy lalu hari ini saya kembalikan. Lalu kuliah F. Ilmu. Hari ini membahas Metode Induksi, Deduksi dan Falsifikasi. Ada contoh bagus, Ignas Semmesweis.

Rabu, 9 Maret 2016 - libur - Nyepi dan Gerhana Matahari Total

Kamis, 10 Maret 2016

Kuliah Platon dan F. Budaya. Kuliah Platon saya absen. Saya berangkat terlambat dari JPS. Saya menuju Perpustakaan. Saya cek kartu perpustakaan. Wow.... besok,  Jum'at , 11 Maret hari terakhir untuk kembalikan buku pinjaman dari Perpustakaan. Saya perlihatkan kartunya. Apakah boleh diperpanjang? Ini kartunya," kataku kepada petugas. "Boleh, hanya harus bawa bukunya," kata petugas. "Wow.... buku masih di rumah. "Apakah perpustakaan buka pada hari Sabtu? kataku. "Tidak," jawabnya. "Okay, kalau begitu, saya kembalikan saat datang kuliah hari Selasa, 15 Maret 2015. Berapa dendanya? ' kataku. Dendanya Rp 500 per hari. Saya pikir sebentar. "Oh.... itu berarti  4 hari, "kataku. Oh....tidak, 5 hari," kata petugas. Okay," kataku. :Saya harus bayar Rp 5.000, pada Selasa, 15 Maret 2016. Wow.......saya melakukan kesalahan yang tak perlu. Buang duit karena lalai. Telat, lelet. Perbaiki diri. Bergegaslah...... bergerak cepatlah...... Lalu ikut kuliah F. Budaya. Dosennya Prof. Sastro, SJ. Beliau membahas Posmodernisme.


Selasa, 15 maret 2016

Di JPS kepsek panggil saya. Beliau evluasi saya. Bahasa Inggris saya harus ditingkatkan. Coba  belajar kepada Mr. Darren, guru expatriat JPS. Kamu harus menunjukkan kemauan untuk berbenah,"  kata Mr. Ben Ayung.
Aku  drop. Pusing dengan kritikan ini. Badai besar. Jiwa bergemuruh. Belum lagi ditambah kelakuan anak-anak, terutama 2C. Keegen ngelunjak. Tak menghormati guru. Mengerjain guru. Saya kesel, marah. Saya gendong dia ke ruang konselor. "Kelas 2C lebih aman tanpa Keegen," kataku kepada Mr. Patrik konselor JPS. "Kita hadir di sini untuk tujuan baik, baik teman-teman Kegen di 2C, Keagen dan saya selaku guru. Demi kebaikan bersama, baiknya dia tak masuk kelas Religion," kataku. "Bagaimana kalau  dia diruang BK dulu. Bila dia sudah mau belajar baru boleh datang dan masuk kelas," saran dari mr. Patrik, "Okay, saya setuju," jawabku. Saya sampaikan kelakuan Keegen kepada Ms. Dyaning wali kelasnya.
Lalu saya kerjakan tugas-tugasku. Namun  galau belum berlalu. Saya berusaha untuk melakuakan tugas dengan baik. Saya perlu perbaiki diri dalam soal kualitas pengajaran.

Saya  izin ke luar sekolah sekitar pkl 14:30 am. "No, selagi muda,  tolong perhatikan pola makan. Bila sudah kena stroke, meski ringan, repot kita," beliau menasitkan.saya mampir di rumah untuk makan siang. Lalu kembali ke sekolah.  Lalu menuju kampus.
Saya start pkl 15:45. Mendung datang. Saya pakai mantel dari rumah. Lalu ke JPS untuk  finger print. Lalu bernagkat ke kampus. Hujan lebat datang. Saya pakai mantel berlapis. Hujan sampai di Harapan Indah. Berhenti hingga sampai di KBT. Saya masuk stasiun. Kereta datang. Saya masuk. Hujan lebat turun. Hujan dan kilat. Saya tiba di Jatinegara. Hujan belum berhenti. Saya masuk kereta  pakai mantel. Hujan lebat . Saya turun dari angkot. Masuk kampus. Saya menuju  perpustakaan. Saya kembalikan buku pnjaman. Saya bayar denda keterlambatan Rp 5.000 (2 buku x Rp 500 x 5  hari ). Lalu saya masuk kampus. Kuliah Hermeneutika. Prof. Dr. Alex Lanur, OFM  memberi kuliah. Saya duduk dekat Pa Paul. Beliau berasal dari Surabaya. Lalu kuliah selanjutnya kuliah Filsafat Ilmu. Ibu Dr. Karlina Supeli yang ajar. Hujan lebat tetap turun. Lalu saya pulang saat kuliah selesai.  Saya  naik angkot,  lalu menuju stasiun. Saya dapat kereta. Sibuk baca buku "Interpretation Reader" " Ditrhey". Saya baru sadar ketika tiba di Kranji. Padahal saya harus turun di Cakung. Saya turun di Kranji lalu tunggu kreta   balik ke Cakung. lalu saya keluar, ambil motor. Lalu pulang dalam perjalanan pulang saya menghibur diri dengan menyanyi. Ternyata saya bisa menghasilkan  mengarang sebuah lagu  Manggarai. Luar biasa.

Proses kreatif. Diciptakan di atas sepeda motor, perjalanan dari stasiun Cakung - Kanal Banjil Timur, Harapan Indah - Villa Mutiara Gading, 15 Maret 2016. Jalan  setelah JABODETABEK dilanda hujan lebat, Selasa, 15 Maret 2016. Selesai kuliah, saya naik angkot, naik kereta lalu bawa motor. Di atas motor saya  bersenandung dalam nada dan syair. Syair diraih, nada didapat. Hasilnya seperti di atas. O...betapa indahnya bisa mencipta. Lagu ini sempat hilang dari memori untuk beberapa saat. Memori diisi / ditimbuni oleh obyek lain. Begitu mengerjakan hal lain, lupa  nadanya. Bangun pagi hingga malam  pkl 22:30 tetap tak diingat. Bagaimana cara memanggil kembali memory akan lagu itu?  Saya tetap optimis bahwa bisa dipanggil ulang memory itu. Caranya? Saya  bersenandung. Di dalam kereta api pkl 22:30 am saya lakukan hal itu. Akhirnya saya temukankan syair dan lirik lagu yang sempat lupa hampir 22 jam. Betapa bahagianya saya ketika berhasil menemukannya. Begitu sampai di rumah  di VMG, saya catat liriknya lalu dicarikan nadanya. Wow.... wonderful.  JPS, 17 Maret 2016.


Rabu, 16 maret 2016

Saya berangkat  ke kampus pkl 15:45. Hari ini anak SD mulai ujian midsemester. Saya mengawas ujian anak kelas 4A. Saya marah mereka  karena ribut. Terutama marah Claresta. Saya mungkin kurang kreatif dalam mengajar sehingga anak-anak tak terlalu respek.
Saya mengajar Bagas dan Arpe tentang komuni pertama. Sebenarnya dengan Arya. Namun  Arya tampaknya tak serius untuk ikut pelajaran komuni I. Arya   pulang duluan.
Lalu  saya ke kampus. Kereta lewat begitu saya tiba di stasiun. Saya harus tunggu jadwal berikutnya. Kereta datang. saya mauk. Transit di Jatinegara. Saya lelah, ngantuk. unggu kereta lama. Kereta datang  pkl 17:30. Saya  masuk kereta. Lalu kereta menuju Kramat. Saya transit lalu keluar stasiun. Saya makan di Warteg NN Percetakan Negara. Uang bayar makanan tak pas. Mas, sebentar pulang kampus ya, sya belum ambil uang," kataku kepada  pemilik Warteg NN. "Okay mas.  Lalu naik angkot. Saya masuk kampus. "Telat lo...." teman sapa saya di kampus. Saya masuk ruang kuliah. Hari ini kuliah F. Islam tentang Islam dan Lingkungan. Bicara soal manusia dan lingkungan: Sufi, Tasawuf. "Kalau menjadi manusia, jadilah insan yang memberi senyum," kata Prof Al Kautsar. Kuliah berikutnya kuliah  Semianr tesis. Hali ini Pa Karlo dan Pa Bayu mendapat giliran untuk presentasi proposal tesis. "Jelata, kamu ke saya toh? kamu tulis tentang Apa?  tanya Prof Dr. M. Saatraprateja, SJ. "Interpretasi Mimpi Freud?. Mimpi? Mimpi apa? Mimpi Freud? Mimpi nenek moyang? Mimpi  kamu? tanyanya. Mimpi Freud romo. "Menurut Freud, mimpi mrpkn jalan menuju pengetahuan. " jawab saya.

Lalu saya konsultasi dengan beliau. "Apakah romo sudah pernah baca buku itu? "Oh... tidak, saya tak tertarik," jawabnya. Apakah saya perlu mencopikan buku utama tesis saya untuk romo? tanyaku. Tak usah. Saya tak tertarik. Kamu  sebagai apa Jelata, romo ataukah awam? tanyanya. "Saya awam, romo, " jawabku.

Apa mimpimu?" tanyanya.  Kemudian baru saya pikir. Mimpi  saya adalah selesaikan kuliah S2 pada 2016.

"Cari bahan tesis yang mudah. jangan berprinsip:  Kalau bisa yang sulit, kenapa ambil yang mudah. Harusnya, kalau ada yang mudah, mengapa ambil yang sulit. Ingat kalian harus bisa  selesaikan kuliah s2 dalam 5 semester, " pesan romo.



Lalu kami pulang. Saya mampir di ATM BCA Rawasari. Saya ambil uang untuk biaya hidup, termsuk bayar uatang di Warteg NN. Saya hitung uang di saku. Hanya 2.500 uang  pas. Selebihnya uang kerta Rp 50.000. Saya beri uang kertas Rp 50.000 kepada sopir angkot 04. "Adu tak ada uang kecil mas. Biaya angkot Rp 3.000. "Bagaimana kalau saya bayar Rp 2.500  saja. Maaf, kurang Rp 500. Tak jadi masalah. " katanya
Di kereta saya  coba ingat  lagu yang saya ciptakan semalam.

Proses kreatif. Diciptakan di atas sepeda motor, perjalanan dari stasiun Cakung - Kanal Banjil Timur, Harapan Indah - Villa Mutiara Gading, 15 Maret 2016. Jalan  setelah JABODETABEK dilanda hujan lebat, Selasa, 15 Maret 2016. Selesai kuliah, saya naik angkot, naik kereta lalu bawa motor. Di atas motor saya  bersenandung dalam nada dan syair. Syair diraih, nada didapat. Hasilnya seperti di atas. O...betapa indahnya bisa mencipta. Lagu ini sempat hilang dari memori untuk beberapa saat. Memori diisi / ditimbuni oleh obyek lain. Begitu mengerjakan hal lain, lupa  nadanya. Bangun pagi hingga malam  pkl 22:30 tetap tak diingat. Bagaimana cara memanggil kembali memory akan lagu itu?  Saya tetap optimis bahwa bisa dipanggil ulang memory itu. Caranya? Saya  bersenandung. Di dalam kereta api pkl 22:30 am saya lakukan hal itu. Akhirnya saya temukankan syair dan lirik lagu yang sempat lupa hampir 22 jam. Betapa bahagianya saya ketika berhasil menemukannya. Begitu sampai di rumah  di VMG, saya catat liriknya lalu dicarikan nadanya. Wow.... wonderful.  JPS, 17 Maret 2016.

Saya pulang ke rumah. di rumah saya menulis syair dan lirik lagu itu biar tak lupa lagi.
bagaimana cara untuk mengingat? Bagaimana cara kerja memori dalam mengingat? Untuk mengingat memori butuh stimulus, rangsangan. Saya merangsang otak saya dengan  bersenandung. Akhirnya memory bisa memanggil kembali lagu itu. Saya tidur pkl 12:20 am, 17 Maret 2016.

Kamis, 17 Maret 2016

Saya bangun terlambat, pkl 06:20 am. Saya cuma cuci kepala lalu start ke JPS tanpa mandi dan sarapan. Saya tiba pkl 06:30 si sekolah.  Tidak telat. Saya mengawas ujian kelas 3A. Saya belajar dari  Clara bagaimana membuat lingkaran yang  hampir perfek mengggunakan tangan. Dia pegang pensil lalu  memutar pensil sambil tekan unjung pensil di meja. Tangan satu menggerakan ujung pensil. Wow... luar biasa.


Selasa, 22 Maret 2016

Rabu, 23 Maret 2016

Kamis, 24 Maret 2016 - Holiday - Easter


 Selasa, 29 Maret 2016

 Rabu,  31 Maret 2016


Selasa, 5 April 2016

Hari ini saya dapat tugas untuk bawa presentasi Hermeneutika. Penampilan saya kurang bagus. Saya sudah kerja keras namun hasilnya tidak maksimal. Saya dikritik dosen. Ada rasa tidak enak terhadap diri sendiri.

Rabu, 6 April 2016


Kamis, 7 April 2016

Saya tidak menyelesaikan tugas Platon. Saya ajukan kepada dosen apakah bisa menyusul. "Tidak bisa, harus selesai hari ini," katanya. Saya  iklas saja bila gagal. Saya tetap ikut kuliah biar dapat ilmunya.

Selasa, 12 April 2016

Rabu, 13 April 2016

Kamis, 14 April 2016

Selasa, 19 April 2016

Rabu, 20 April 2016

Presentasi  Seminar Tesis. Banyak kritik karena materinya terlalu luas. "Focus!"

Kamis, 21 April 2016


Selasa, 26 April 2016
Di sekolah saya mengawasi ujian Praktek  Agama kelas 6. Saya mendapat jatah makan siang. terima kasih JPS.
Saya harus mengurus banyak hal berkaitan dengan persiapan Misa Ulang Tahun Sekolah, Rabu, 27 Maret 2016. Teks misa saya minta Ms Elia tangani. "aduh sir, coba diberikan jauh-jauh hari sebelumnya, biar tak grasa-grusu  sekarang," katanya. Saya  hubungan Romo, koster, petugas atur kursi, sound, .
Saya batal berangkat tepat  waktu  ke  kampus karena harus mengurus semua ini. Jam 17:00 saya menuju kampus. Hoki, langsung dapat KA di Cakung, transit di Jatinegara, langsung dapat  kereta. Saya terlambat sedikit. Perasaan agak nyaman. Ikut kuliah. Lalu pulang. Bareng  Bayu dalam angkot 04. Saya turun di dekat  Stasiun Kramat. Menuju satsiun Kramat. Langsung dapat KA ke jatinegara dan langsung dapat KA ke Bekasi. Saya ambil sepeda motor, tiba di Rumah pkl 09:45. Rupanya ini saat tiba paling cepat pulang dari kampus.  Lalu baca lalu tidur.


Rabu, 27 April 2016
Di sekolah hari ini ada misa  ulang tahun sekolah / Pesta Nama St. Yohanes Paulus II. Saya urus misa. Saya harus jemput perlengkapan misa di Gereja Albertus. Saya berangkat bersama Pa Dedy menggunakan  mobil JPS. Hari ini makanan berlimpah ruah. Mr. Romeo - Philipine - ulang tahun. Han-han - 3B- ulang tahun, sekolah ulang tahun, kami dapat 3 porsi makanan. Saya bawa makanan. 4 porsi jadinya.

Presentasi  makalah Pluralisme Sufi: Mencari titik temu dalam perbedaan. Saya bawakan kurang meyakinkan. Saya sudah persiapkan cukup baik hanya masalah dalam perjalanan. Kereta api berangkat terlambat dari Cakung. Saya terlambat 30  menit. Sedianya mulai jam 17:00, saya baru tiba pkl 17:30. Saya copy materi  15 ex  dengan harga Rp 4.000. Teman saya tidak bisa tampil karena dia persiapkan materi yang sama dengan pembicara di depan kami Pa Yon. Akhirnya dia mundur dari presentasi lalu negosiasi lagi dengan dosen untuk bahan presentasinya.

Lalu dilanjutkan dengan kuliah Semianr Tesis. Santy yang presentasikan  Proposal tesisnya. Pembimbingnya Prof. Dr . Alex Lanur. Pater  Prof. Dr . Alex Lanur bercanda kepada saya: "Ole... bagaimana kabar Bekasi ini, kabarnya  mengeram saja di Bekasi," canda beliau. "Ia Pater lagi bingung terlalu banyak tugas. Kuliah diisi oleh Rm. Dr. Hery Priono, SJ. Beliau masih menjelaskan  tesis dan aturan sekolah. "Paling lama, kuliah S2 di STFD 4 tahun. Bila lebih, di -do - kan atau mengundurkan diri.

Rabu, ......... 2016.

Hari ini saya mengikuti kuliah Seminar Tesis. Prof. M. Sastrapetedja  yang menyajikan materi. Kali ini  pembahasan ujiaan Komprehensif untuk Mata kuliah Antropologi Filosofis. Tokoh yang diangkat adalah Sigmund Freud dan Jacques Lacan.  Kami coba menyimak. Saya coba mencatat.
Kamis, 5 Mei 2016

Kamis, 28 April 2016.

Hari ini saya mengikuti kuliah Filsafat Budaya / Aliran-aliran Filsafat Budaya. Prof. M. Sastrapetedja  yang menyajikan materi. Kali ini  pembahasan  tentang Globalisasi.


 Selasa,  3 Mei 2016

Rabu, 4 Mei 2016 - libur hari Kenaikan TY  ke Surga
Kamis, 5 Mei 2016 - Libur Isra miraj


 Senin, 9 Mei 2016

Hari ini  jadwal kumpul tugas Filsfat Budaya. Semalam saya tidur jam 02:00 am. Bangun pagi pkl 06:20. Berankat ke sekolah. Untung  tidak terlambat. Paginya saya edit  tugas kuliah lalu print. Lalu saya kembali ke rumah. Hujan datang. Saya rencana ke kampus untuk menyerahkan tugas kuliah, Filsafat Budaya / Aliran-Aliran Pemikiran Budaya yang dik oordinatori oleh Prof. Dr. M. Sastrapretedja. Saya makan nasi, sayur yang hampir basi dan ikan dan sayuran dari warung Padang di VMG. Enak. Saya makan sampai kenyang lalu berangkat ke kampus. Hujan datang. Saya pakai mantel. Ternyata hanya  sampai di VMG saja. Di tempat lain kering. Baru muncul lagi di Pulo Gebang / satsiun Cakung. Saya masuk  stasiun. Tunggu kereta api. Badan terasa berat. Ngantuk. Kreta datang. Saya masuk ke dalam kereta.Saya  dengarkan percakapan orang tentang kuliah dan tesis. Mereka 2 orang. Rupanya mereka  mahasiswa semster Pasca Sarjana semester akbir yang sedang kerjakan tesis. Transfit di Jatinegara. Tunggu KA lama sekali. Pukul 19:00 kereta datang. Pkl 19:30 berangkat. Saya turun di Stasiun  Kramat. Lalu jalan kaki sebentar menuju ke jalan Percetakan untuk dapatkan angkot ke Rawasari. Cuma saya penumpang dalam  angkot. Saya tiba di kampus pkl 19:45 pm. Wow..... ternyata kantor sudah tutup. Saya ketemu teman Yulius  dan  Berto. "Kantor sudah tutup. Besok saja," Yulius  sarankan. Kami ngobrol. Lalu saya pulang. Terbersit rasa kecewa dalam diri, Kecewa kepada diri sendiri, kepada kampus karena cepat tutup menyebabkan saya tidak bisa kumpul tugas tepat waktu padahal untuk kerjakan tugas ini sudah bekerja keras,  baru tidur jam 03:00 am  semalam. Selain itu sudah berkorban  waktu, tenaga, dana transportasi.Dari Stasiun Cakung - kampus STFD saja sudah menghabiskan Rp 15.000, belum termasuk ongkos dari rumah ke stasiun PP.  Saya ikhlas  saja. Bila ternyata  gagal. Saya putuskan  ke RS Carolus untuk besok Pa Robert yang sedang dirawat karena sakit. Saya masuk. Beliau ada di ruang Carolus. Saya masuk. Saya minta izin kepada petugas. Saya  bertemu  Pa Robert  yang didampingi istrinya, Ibu Theres. Kami ngobrol  lalu kami berdoa. Lalu pulang. Saya pakai kereta. Turun di Cakung. Lalu pakai motor ke kontrakan VMG.

Selasa, 10 Mei 2016

Saya  agak pusing. Namun tetap ke sekolah.Saya ke warung untuk beli obat sakit perut: Tai ping san. Saya beli di warung di Helte Harmoni, Rp 3.000. Lalu sore hari berangka ke kampus STFD.Di depan Gereja St. Albertus, seorang perempuan bersuara. Saya berhenti. Saya pikir dia minta tumpangan. Ternyata dia mau menjajakan dagangan. Dia jual kue sejenis "........."  dari Yogya yang di dalamnya ada kacang hijau. Ini Rp 12.000. Tolong saya dek / nak. Saya mau beli minum. Saya beri uang Rp 5.000 kepadanya. Terima kasih nak / dek," katanya. Saya tak tahu dia jujur  atau tidak dalam kasusnya ini.   Kuliah Hermeneutika  dan Ilmu dan Masyarakat. Saya agak pusing hari ini. Kesehatan terganggu. Mungkin pwngaruh makanan. Senin kemarin saya makan nasi cukup banyak. Juga makan sayur tapi sayurnya hampir basi. Saya juga makan sayur dan lauk  yang diacampuri cebe cukup banyak dari warung Padang. Mungkin itu yang membuat kesehatan (perut)  saya agak terganggu, Saya rasa dada terasa sakit.  Meski demikain saya berusaha tetap ke sekolah dan kampus. Saya   menyerahkan tugas kuliah sebagai UTS. Beruntung masih bisa diterima karena jadwal  pengumpulnya kemarin. Saya tiba terlambat kemarin. Kantor kampus S2 sudah tutup ketika saya tiba. Saya tiba pkl 19:45 pm. Lalu saya ngobrol dengan teman. Lalu ikut kuliah Ilmu dan Masayarakat yang diberikan oleh Ibu Dr. Karlina Supeli. Lalu saya pulang. Kami seangkot bersama Asfin, Bayu Utami dan saya. Kami ngobrol dalam angkot. Saya dan asfin turun di Stasiun Kramat. Kami menuju stasiun. Tunggu kereta cukup lama. Saya baca buku  Freud: The Interpretation of Dreams. Kereta datang. Saya masuk. Seorang teman kuliah turun di stasiun  Pondok Jati. Dia tinggal sekitar situ.  Saya terus baca buku. Termasuk ketika  sudah tiba di stasiun Jatinegara  dan  dalam kereta. Lalu saya pakai motor menuju ke VMG. Di sana saya menemukan halaman rumah sudah dibersihkan / disiram karena banyak kotoran termasuk tai kucing. Saya cermati jejak air. Rupanya tetangga yang lakukan itu. "Terima kasih Pa  untuk bantuannya. Halaman rumah sebelumnya  ada banyak kotoran kucing. Saya sangat benci dengan kucing yang buang kotoran di depan rumah.








Selasa, 15 Desember 2015

Driyakara dan Seni Musik

 

 

Tampilkan Pemikiran Driyakara Melalui Seni Musik

 http://regional.kompas.com/read/2015/12/15/23181091/Tampilkan.Pemikiran.Driyakara.Melalui.Seni.Musik
Selasa, 15 Desember 2015 | 23:18 WIB
dianmarianaulfa.blogs.uny.ac.id Driyakara

SLEMAN, KOMPAS.com
--Pemikiran-pemikiran tentang seni dari filsuf Driyarkara akan ditampilkan dalam perhelatan "Driyarkara Akustik Project" pada 18 Desember 2015 di Student Hall kampus Universitas Sanata Dharma Yogyakarta di Mrican, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Perhelatan ini untuk menggali pemikiran dan semangat Driyarkara pada wilayah estetika di bidang musik," kata penggagas "Driyarkara Akustik Project" Romo G Budi Subanar di Yogyakarta, Selasa.
Kesenian sudah muncul sebelum masyarakat mengenal ilmu pengetahuan dan teknik. Di mana ada manusia, di situ ada kesenian. Merupakan suatu tragedi ketika manusia tak bisa menyatu dengan objek keindahan.
"Inilah salah satu pemikiran Driyarkara ahli filsafat dan seorang pastor. yang kemudian dilontarkan kembali melalui sebuah perhelatan 'Driyarkara Akustik Project'," katanya.
Ia mengatakan, acara ini melibatkan musisi-musisi Yogyakarta seperti Ayu Laksmi, Khrisna Encik, Srintil, Wukir Suryadi, Sadhar Jazz, dan masih ada beberapa lagi.
"Sebagai 'story teller' adalah Whani Darmawan," katanya.
Budi Subanar mengatakan, kegiatan ini baru dilakukan sekarang karena wilayah seni itu sebuah ekspresi simbolik dalam rupa bahasa.
"Bahasa simbol timbul di wilayah gambar, visual, film, juga musik. Sehingga kalau sekarang ada film, musik maka itu bukan hanya wilayah hiburan, tetapi juga dimunculkan di wilayah itu ada proses berpikir dalam membentuk pengetahuan," katanya.
Maka ketika film atau musik ditangkap dan dikuasai oleh pasar, katanya, maka dia hanya menjadi barang komoditi.
"Ini menjadi bahaya. Khasanah pengetahuan, khasanah ekspresi keindahan menjadi tenggelam ketika itu ditempatkan dan dikuasi pasar atau menjadi komoditi," katanya.
Ia mengatakan, menjadi barang dagangan, baik itu film atau musik, yang terjadi adalah kejar tayang, terus diproduksi. Orang tidak melihat ini menjadi wilayah pengetahuan, wilayah pemikiran.
"Maka dalam 'Driyarkara Akustik Project', ingin menempatkan kembali, serta mengajak kita berhenti sejenak dan menempatkan wilayah musik ini adalah pemikiran, pengetahuan, sumber energi. Bukan melulu konsumsi dagangan. Dengan kata lain untuk menempatkan kembali pada khitahnya. Proses awalnya," katanya.
Sedangkan Whani Darmawan juga menyampaikan hal serupa.
"Pemikiran Driyarkara aktual dan relevan dengan situasi terkini. Konsep keindahan yang ditawarkan oleh Drijarkara yang berlandaskan pada jiwa," katanya.
Menurut dia, mesti dipahami bukan saja dalam objektivikasi bendanya saja, melainkan pada pencapaian kebahagiaan jiwa itu sendiri.
"Maka dalam hal ini, keindahan yang dimaksudkan oleh Driyarkara bertolak dari keagungan kemanusiaan. Jiwa yang murni/ luhur sebaiknya mendapatkan tempatnya, supaya tercipta moment estetis yang bisa transit menuju ke hal yang sifatnya religius," katanya.
Penulis: Jodhi Yudono
Editor : Jodhi Yudono
Sumber: Antara

Ada 0 komentar untuk artikel ini



Close

Kamis, 03 Desember 2015

Hati - menurut orang

HATI

Apakah hati ini?
Coba lihat tulisan di link berikut ini.

(http://www.juara.net/read/kolom/kolom/132248-dominasi.barcelona.dan.inspirasi.pangeran.kecil)
Salah satu kutipan paling terkenal dari kisah yang versi layar lebarnya dibintangi oleh Rachel McAdams dan Marion Cotillard itu berbunyi demikian: “On ne voit bien qu’avec le coeur. L’essentiel est invisible pour les yeux,” atau jika diartikan ke Bahasa Indonesia berbunyi “Kita hanya bisa melihat jelas melalui hati. Hal yang esensial tak terlihat oleh mata.”

(http://www.juara.net/read/kolom/kolom/132248-dominasi.barcelona.dan.inspirasi.pangeran.kecil)

diakses pada 4 Desember  2015, pkl 12:00


Dominasi Barcelona dan Inspirasi Pangeran Kecil
Jumat, 04 Desember 2015 | 11:30 WIB

M. NASIR/BOLA
Ilustrasi ular boa dan gajah Barcelona.
JUARA.net - Dalam duel bertajuk le classique antara Olympique Marseille vs Paris Saint-Germain (PSG) Pada 6 Oktober 2013, suporter tuan rumah secara kompak membentangkan spanduk jumbo bertuliskan: “L’argent ne fait pas le bonheur”.  Rangkaian kalimat yang bermakna "uang tak menghadirkan kebahagiaan" itu adalah bentuk sindiran fan Marseille kepada PSG yang mendadak berlimpah kekayaan usai diakuisisi oleh Qatar Sports Investments (QSI)  pada 2011. Benarkah uang tak serta merta menjadi garansi kesuksesan?
Bujet selangit yang disuntikkan QSI memungkinkan PSG meraih tiga gelar Ligue 1 dalam empat tahun terakhir.
Kibasan poundsterling tanpa henti dari Abu Dhabi United Group sejak 2008 juga berimbas kepada keberhasilan Manchester City menggondol trofi  Premier League 2011-2012 dan 2013-2014.
Namun, fakta-fakta di atas bukan berarti mengusangkan ujar-ujar “uang tak menghadirkan kebahagiaan”. Belanja pemain besar-besaran yang dilakukan PSG maupun Manchester City belum mampu mengantar mereka meraih trofi Liga Champion, yang kerap dinilai sebagai tahap tertinggi kejayaan sebuah tim Eropa.
PSG, Manchester City, Real Madrid jelas bukanlah tim kacangan. Namun, mimpi mereka mendominasi Eropa seperti terbentur oleh fakta bahwa ada tim dari galaksi lain bernama Barcelona.
Meski punya bujet besar, PSG dan Man. City disebut masih miskin tradisi. Hanya, kombinasi kekayaan dan tradisi ternyata juga tak menjamin hadirnya trofi yang oleh orang Spanyol disebut La Orejona alias Si Kuping Besar itu.
Real Madrid adalah contoh terbaik. Pada periode kedua kepemimpinan Presiden Florentino Perez yang dimulai pada 2009, Madrid sudah membelanjakan uang sekitar 769,9 juta euro di pasar pemain. Tebak berapa trofi Liga Champion yang ditambahkan Madrid ke dalam lemari pajangan mereka sejak 2009? Satu!
PSG, Manchester City, Real Madrid jelas bukanlah tim kacangan. Namun, mimpi mereka mendominasi Eropa seperti terbentur oleh fakta bahwa ada tim dari galaksi lain bernama Barcelona.
Eropa boleh dibilang berada di tangan Barcelona. Sejak 2009, Blaugrana tiga kali menjadi kampiun Liga Champions yakni pada edisi 2008-2009, 2010-2011, dan 2014-2015.
Pesepak bola-pesepak bola hebat bak turun level menjadi amatiran ketika mereka kudu berjumpa Barcelona. Tengok saja kandidat kuat juara Serie A 2015-2016, AS Roma, yang dengan mudah dipermak 1-6 oleh Lionel Messi dkk di fase grup Liga Champions 2015-2016.
Hebatnya, kemenangan telak itu hanya berjarak tiga hari dari keberhasilan Barcelona melibas rival bebuyutan mereka, Madrid, dengan skor 4-0 di pekan ke-12 La Liga 2015-2016. Kalah dengan marjin skor besar jelas merupakan pengalaman menyakitkan.
Akan tetapi, Roma ibarat menerima tamparan dari model cantik. Rasa sakit tamparan menjadi tak terlalu penting sebab mereka menyaksikan betapa indah dan rupawan sepak bola ala Barca.
“Apa yang bisa saya katakan? Mereka tim luar angkasa dan tak terkalahkan. Kami butuh keajaiban dan hal itu tak datang. Pada momen ini, mereka tak tertandingi,” ungkap pelatih Roma, Rudi Garcia seusai duel melawan Barcelona.

Rudi Garcia, saat memimpin tim asuhannya, AS Roma, menghadapi Empoli pada 17 Oktober 2015 di Stadion Olimpico.
Paolo Bruno/GETTY IMAGES
Garcia tampak menikmati betul tamparan keras dari dominasi Barcelona. Sebagai orang Prancis, Garcia mungkin sangat paham jalan cerita salah satu buku yang amat populer di negerinya, yakni Le Petit Prince (Pangeran Kecil) karangan Antoine de Saint-Exupery.
Salah satu kutipan paling terkenal dari kisah yang versi layar lebarnya dibintangi oleh Rachel McAdams dan Marion Cotillard itu berbunyi demikian: “On ne voit bien qu’avec le coeur. L’essentiel est invisible pour les yeux,” atau jika diartikan ke Bahasa Indonesia berbunyi “Kita hanya bisa melihat jelas melalui hati. Hal yang esensial tak terlihat oleh mata.”
Dominasi dan permainan indah Barcelona adalah hal yang tampak nyata oleh indera penglihatan.
Roma, juga tim-tim seperti PSG, Manchester City dan Madrid mesti melihat sisi lain dari sebuah situasi, persis seperti awalan kisah Le Petit Prince di mana narator menceritakan gambar pertamanya semasa kecil, yaitu ular boa yang memakan seekor gajah.
Saat menanyakan ke orang dewasa apakah gambarnya itu menimbulkan rasa takut, sang narator mendapati jawaban yang membuatnya kecewa. “Kenapa saya harus takut kepada topi?” ujar orang dewasa itu.
Gambar ular boa menelan gajah milik sang narator disangka orang dewasa sebagai topi. Fantasi, kreativitas, dan semangat untuk berkembang adalah kunci buat Roma, PSG, Man. City, maupun Madrid agar tak melihat dominasi Barcelona sebagai gambar topi, tetapi ular boa yang menelan gajah.

Maicon berebut bola melawan Neymar saat AS Roma mengalami kekalahan telak 1-6 di laga babak penyisihan Grup E Liga Champions, Selasa (24/11/2015) atau Rabu dini hari WIB, di Camp Nou.
DAVID RAMOS/GETTY IMAGES
Menatap rival yang begitu dominan justru kerap melahirkan inspirasi.
Perusahaan elektronik asal Jepang, Sony, sudah berada dalam masa jaya ketika Samsung baru memulai usaha mereka. Namun, pada 2011 Jepang dibuat “berduka” karena seluruh saham Sony LCD diakuisisi oleh tetangga mereka asal Korea Selatan, Samsung.
Demi memutus dominasi Sony, Samsung rela mengubah mentalitas dan cara berpikir mereka.
“Ganti semuanya, kecuali istri dan anak Anda,” ujar bos Samsung Lee Kun-hee dua dekade silam. Kata-kata Lee mujarab. Tak hanya merajai pasar Asia, kini Samsung juga bersaing ketat dengan macan elektronik Amerika Serikat, Apple. 
Kuncinya adalah melihat musibah sebagai sebuah potensi anugerah. PSG, Manchester City, Real Madrid, dan Roma kini boleh saja bergantian menjadi bulan-bulanan Barcelona.
Akan tetapi, mereka harus selalu ingat bahwa ada ular boa memakan gajah di balik gambar topi. Bisa jadi 10 tahun mendatang salah satu dari PSG, Manchester City, Real Madrid, atau Roma akan menjadi ular boa yang dengan mudah menelan gajah bernama Barcelona.

Rabu, 26 Agustus 2015

Semester 3

Saya  dafter  ulang sehari sebelum kuliah yakni Senis, 24  Agustus 2015. Saya  membawa  bukti  transfer  her  registrasi Rp 500.000. Saya berangkat  pagi  dari  VMG . Saya  bangun pagi  pkl  03:30 am. Saya  sarapan lalu berangkat ke  seklah, JPS, tiba pkl  05:55. Saya menjadi orang pertama  tiba di JPS. Sekurity  baru puka pintu  gerbang keluar. Saya  mau  sms  kepala sekolah, Mr. Ben Ayung  untuk izin mau ke  kampus, STF Driyarkara k Jakarta  untuk  her  regustrasi. Saya  ketemu  beliau di pintu  gerbang. Saya  ke  tempat  parkir  motor. Saya  minta  izin lisan. Saya  pergi. Saya  titip motor  di Pondok Ungu. Lalu saya  naik angkot, bayar Rp 4.000  ke  Kranji. Saya  beli tiket  kereta, Rp 12.000 dengan  kartu  chip jaminan. Kereta  tiba. Penumpang  penuh sesak. Saling berdempetan. "Memang  hari   Senin, kereta api  selalu  sesak, berdesak desakan. Sya  turun di  Jatinegara. lalu transit  Kereta Api  menuju  Kramat. Saya  turun di Stasiun  Keramat. Lalu naik  angkot dengan biata Rp 3.000. tiba  jam 07:30  di  pasar  Rawasari. Belanja buah )melon, pepaya, anggur : Rp 50.000 untuk  saudari  kami, Nelty  yang  kini sedang  dalam perawatan setelah operasi   usus  buntu  minggu  lalu di RS   Saint  Carolrus jakarta. . Lalu saya  ke Melania. Tanya  Nelty. "Tak ada di sini. Di Tegalan, Matraman. Di sana ada  Rumah Bersalin melania. Dia kerja di sana. Di sini hanya kantor pusat," jawab ibu yang merupakan staf di situ. Saya salah alamat. Saya  tak profesional. Tak mau tanya  tempat istirahat dan tempat kerja  bagi Nelty. Saya  tidak  profesional. belajar  dari kegagalan., Frans!. Saya  ke  kampus  STF  Driyarkara. Ketemu Mbak Retno. Saya  serahkan  bukti  transfer  registrasi  dan  serhakan  form  rencana  kuliah saya  di semestar  3 ini. Saya  isi  form pembayaran  uang kuliah Rp 6.500.000  per semester, masih iut  tahun lalu. Saya pikir, ikut aturan uang  kuiah  tahun ini Rp 7.000.000. Ternyata  tidak, Saya  bayar Rp 6.500.000. Saya rencana 3 kali nyicil, setiapakhir bulan Agustus, September, Oktober 2015. Kemuadian saya  pulng, ambil buah yang  saya  titip di melamia. Saya menuju ke  kontrakan  Feus  dan Rony. Saya minta Rony untuk antar buah itu kepada Neltyy di  RB  Melania  Tegalan - Matraman. Rony Setuju. Saya buru-buru pulang karena  akan mengajar  pada pkl 11:30 am. Saya ke  Halte Matraman agar bisa naik busway. Wow.... gagal  karena  tak  baya  kartu tiket busway. Akhiir putuskan untuk pakai   kereta api. Jalan kaki ke  Kramat. Keringat, berdebu. Cape. Tapi itulah perjuangan. Saya  pakai kereta. Sya  tidur  dalam kereta. Sya transit di  Jatinegara. Tunggu kereta   (KRL)   menuju Bekasi. Kereta datang. Saya  naik. Tiba di  satasiun Krnji pukul 09:00. Lalu saya  naik  angkot  25. Turun di  Cabang  Pondok Ungu. Bayar angkot Rp 4.000. Ngobrol dengan  Sopir. Dia bicara tentang  bosnya, perempuan, punya   otak  bisnis.  angkot puluhan, mobil pribadi hanpir  10. Wow... Dia  orang  Jawa  Timur.  Saya  bayar  uang sewa penitipan motor Rp  3.000. Saya  menuju ke VMG, ke rumah dulu. Saya  makan  siang lalu ke sekolah. Saya  tiba pkl 11:20. Saya mengajar  pkl 11:30. Saya  lapor  diri   ke kepsek  lalu mengajar anak kelas 3. Syukur  Tuhan, perjalanan  hari ini Bekasi - Jakarta pp  lancar. Her  registrasi  lancar  juga.


 Rabu, 26 Agustus 2015.
Saya ke  rumah  dulu. Makan. Start pkl 16:15. Wow... terlambat  sampai di STFD. Kuliah Estetika  tak masuk. Malu karena terlambat. Ternyata Pa Matius Ali yang masuk. Saya masuk pada kuliah kedua, Filsafat Kontemporer. Romo Dr. SPL Cahyadi,Pr  yang mengajar. Selesai mengajar  masih  ngobrol lagi. Pa'' Matius  masih ada. Nimbrung. saya minta agar diizinkan untuk bergabung dalam kuliah Estetika. Saya pilih topik seminar Ernest Block. Ketika pulang, Pa Matius menawarkan saya  untuk  join dalam mobilnya. Saya  menuju Stasiun Kramat. Kami bersama."Bagi orang India, terutama kaum terpelajar. Sang guru mengetahui perkembngannya  melalui mimpinya. Karena itu, mimpi perlu ditulis," dia  berkisah. "Oh... saya  sering  menulis mimpi-mimpi saya di blok Pa," kataku. Kam sampai di rel kereta api keramat. Saya turun. Terima kasih Pa Matius. Hati-hati dalam perjalanan,: kataku kepadanya. Wow.... join dengan  dosen.




 JPS, 27 Agustus 2015


 Pa' tumben  datang  tidak  telat, canda  seorang  teman perempuan. Dia ada  tanda  hitam di wajah, seperti  flk. Betul hari ini saya  masuk sebelum  dosen masuk kelas. Kuliah pertama, "Kebebasan dan Kesetaraan diampu oleh Prof. Dr. Aloysius Nugroho. Dia cerdas, kritis  dan terkesan   bangga diri bahkan cenderung   tinggi hati.  Kuliah lalu dissusul dengan  Kuliah Antropologi filosofis Paul Ricour yang diasuh oleh  Romo Prof. Dr. Sastra, SH. Pembahasannya  bagus.

JPS, 28 Agustus 2015


Selasa, 1 September 2015

Saya  absent  ke  kampus  karena  sibuk perispan  misa: teks   dan  baut  SAP  MK  Filsafat praktis. Hari ini kuliah  Filsafat Praktis: Prof Dr. Frans Magnis Suseno, SJ  dan  Ruang  Publuk  Hannah Arent  oleh Dr. Frengky Hardiman. Wow..., Frans,   dissiplin  please!



Kamis, 10 September 2015
Makan sayur  / lauk  rawon  secara tak sengaja. Saya kira jamur ternyata rawon. Saya hanya makan sedikit. Pemblian yang sia-sia. Harga makanan Rp 10.000. "Malu bertanya sesat di jalan. Buang duit sia-sia karena   tak bisa menghabiskan makanan (lauk rawon itu). Rawon adalah   jeroan bagian dalam sapi. Itu digoreng / direbus. Ini di warung langganan di pinggir re K.A.  Kramat, Jakarta, ketika hendak ke  campus  untuk kuliah. Wow....  Ada beberapa  makanan yang tak saya sukai, yakni makanan  terbuat dari  kambing  dan  rawon. Wow....


Selasa, 15 September 2015
Saya  mengajar sambil mencoba merapihkan tulisan presentasi kuliah: Hannah Arent dan Kepublikan. Saya terlalu meremehkan tugas  dan tidak disiplin. Hasilnya, tak terkejar secara maksimal. Saya menguber di penghunjung waktu. Ada rasa dai-dig - dug. Terkadang marah , mengumpat  dan memaki diri sendiri. Ini resiko dari tak focus. Kesulitan lain adalah kemampuan bahasa Inggris yang  tak maksimal sehingga kesulitan untuk menerjemahkan  teks kuliah. Dari segi perjuangan, sudah berjuan maksimal. Bahkan hari Minggu dan hari lain, lembur hingga larut malam. Pulang sekitar  pukul 23  bahkan di atas itu. Baru pada Senin sore, 14 September 2015, saya menemukan sarana di kumputer untuk sedikit mempercepat pemahaman teks. Sarana itu adalah software Convert (dari PDF ke Ms Word). Ms Elia membantu saya menemukan itu. Untuk beberapa hal bisa dikerjakan, namun begitu pulang ke rumah sebentar, listrik mati di PC lab komputr yang saya pakai. Sofware PDF Hannah Arent tak bisa diakses lagi. Kecewa juga. Untuk ada bagian yang sudah saya kerjakan. Saya terbantu dengan teknologi, yakni Google translate.  Namun karena  saya kerja terlambat, semua tools itu tampak tak bisa menolong secara maksimal. Saya mau print materi presentasi pada akhir sekolah dalam situasi teman-teman berlomba-lomba untuk print juga karena diburu jadwal pengumpulan ujian mid smester. Untung baik saya  kreatif dalam berpikir. saya  minta bantuan teman di perpustakaan untuk meminjamkan komputer kepadaku untuk print tugas itu. Dia setuju. Saya berhasil print pada pukul 15:10 pm. Saya bergegas mau menuju ke kampus. Kuliah jam 17:00 pm. Jadwal presentasi lagi. Apalagi  jadwal yang tertunda dari Selasa, 8 September 2015 minggu lalu karena saya tak siap. Sesungguhnya salah komunikasi. Saya tangkap dan bahkan ada catatan di  di buku catatan bahwa 2 pertemuan awal, tak termasuk kuliah Pembukaan, 25 Agustus 2015 bahwa 2  pertemuan awal ditanggung oleh dosen, setelah itu baru dimulai dengan presentasi pertama, saya   bersama Betty  dan Bayu. Bety dan Bayu sudah siap Minggu lalu, sementara saya tidak siap, sehingga hanya mereka  yang prentasi. Sedangkan  saya ditinggal. Malu juga. "Kamu mau pertama, tetapi ternyata tak siap. Mental model apa ini. Katanya mahasiswa Pasca Sarjana," begitulah rasaku memproyeksikan penilaian dosen dan teman-teman. Saya disandera rasa malu dan bersalah. Kegagalan minggu lalu itu masih membekas, meski sudah berjuang, mengunakan  waktu begitu banyak untuk selesaikan tugas itu. Dalam suaana  hati yang galau ini saya menuju kampus. Waktu menunjukkan pukul 15:15 ketika saya keluar  tempat finger  print  JPS. Masih ada persolan. Ternyata  kunci motor  lupa di motor sehingga  diambil oleh sekuritu sekolah. Saya harus menghadap mereka untuk mengambil itu. Wow... persoalan kian rumit saja. Saya  menuju kampus. Pengen hati ini cepat tiba di kampus. Mau pakai ojek, tapi  masalahnya tentu macet. Sehingga diputuskan tetap menggunakan kereta api menuju Jakarta. Perjalanan menuju Staisun Cakung lancar. Ada kereta menunggu ketika saya masih di tempat parkiran motor. Saya meminta  petugas parking untuk membantu memarkirkn motor karena saya buru-buru. Ternyata.......kereta  jalan. Saya  harus menunggu  15  - 20 menit lagi. Haru biru perasaan saya. Cemas, marah, makian  berbaur satu dalam hati. Kesel karena kereta tak cepat datang. Kereta ke arah sebaliknya - Bekasi -  malah datang lebih cepat. Sedangkan saya menuju Jakarta. Kereta baru muncul pkl 16:20 pm. Saya masuk. Duduk. Saya lihat waktu di HP.. Waktu menunjukkan pkl 16:45 ketika kereta masih tertahan ketika antre mau masuk Stasiun Jatinegara. Setelah menunggu 5 menit akhirnya  kereta jalan dan berhenti di  Jatinegara. Saya keluar stasiun dan tawar ojek ke kampus STF Driyarkara. Dia mau dengan bayar Rp 20.000. Saya meluncur ke kampus. Macet sebentar di Lampu Merah  Utan Kayu. Lalu lewat apartemen di Rawa Sari. Saya lewat jalan baru. Ternyata  bisa tembus sampai jembatan Serong. Saya berhenti di dekan mesin photo copy Melania. Saya copy mahan presentasi  sebanyak 40 ex dengan biaya Rp 8.000. Itu hanya 1 lembar, bolak balik.  Saya masuk kampus. Saya telat 5 menit. Aroma keriangat menyeruak karena lupa  pakai bedak penyerap keringat. Malu lagi...malu lagi. Saya masuk ruang kelas setelah minum air. Saya menyerahkan materi kepada dosen, Pa Frengky Budi Hardiman. Saya  pikir beliau  marah  dan tak mengizinkan saya mempresentasi serta mencoret saya dari  tugas presentasi sehingga  tak bisa dapat nilai akhir nanti , ternyata beliau bermurah hati. Silahkan duduk dan kamu presentasi kemudian karena terlambat. Silahkan duduk di depan saja," katanya lembut. Hati saya  agak teduh mendengar  penerimaan ini.  Teman-teman sedang presentasi. Saya duduk diam menyimak. Saya coba menangkap persoalan  sembari merajut  gagasan tentang Hannah Arent. Saya coba dan mencoba. Teman Berto presenter kedua dan Ibu Ruth  presenter ketiga. Giliran saya pada 5 menit terakhir. "Kamu harus memanfaatkan waktu ini sebaik mungkin, sebut poin-poinnya saja, " kata Pa Frengky. Saya terima dan memanfaatkan waktu 5 menit ini untuk menyatakan siapakan saya kepada diri sendiri, dosen dan teman-teman. Saya bicara  tepat 5 menit. Rasa puas, gembira dan bahagia membual dari  seluruh hati dan perasaan saya. Saya kembali menemukan kembali kebahagian dan rasa percaya diri. "Kamu presentasi baik," kata Pa Felix, teman kuliah. Kuliah lalu  dilanjutkan dengan kulish Filsafat Moral yang dibawkan Prof. Magnis Suseno, SJ. Ada 3 orang presenter yang membhas Etika Filsafat Timur: Simon, Ibu Nanda,  Reza. Saya  ajukan pertanyaan : Dari segi perewatan terhadap alam, tampaknya  Etika Timur, lebih khusus Hindu lebih andal daripada etika agama Wahyu. Karena Hindu bersifat ontonomi - keselamatan ditentukan oleh manusia sendiri via perbuatannya, sedangkan  Agama-agama wahyu bersifat heterodoks - keselamatan ditentukan oleh unsur lain di luar diri mansuia - Tuhan . Mohon Tanggapan. "Tak sesedrhana itu. Persoalan lingkuangan buruk karena  kapitalisme" jawab romo Magnis, SJ.
Kuliah selesai. Kami lanjutkan acara syukuran penghargaan Prof. Rm. Magnis Suseno,SJ.  Banyak dosen datang, Prof. Sudarminto, SY, Prof. Alex  Lanur, OFM, Prof Sudiarja, SJ, Dr. Hery Priono, SJ, Rm. Simon Petrus Lili Cahyadi, Pr, Rm. Setyo, SJ. Kami makan. Saya  makan buah cuku banyak, terutama Nangka dan jeruk. Setelah itu Pa Marko dan saya  pulang. Saya ketemu Nesta - teman dari Larantuka - di gerbang STF / Cempaka Indah. Kami ngobrol. Lalu saya numpang mobil 04 ke  stasiun Kramat. Saya bayar Rp 3.000. lalu menuju Stasiun. Saya tunggu kereta cukup lama. Saya  baca Hannah Arendt. Kereta datang. Saya tetap baca dalam kereta. Kami turun di Jatinegara. Tunggu kereta ke Bekasi. Ada Pa Arif  - teman kuliah - yang mau pulang juga. Saya asyik membaca Hannah Arendt. Saya  tiba di Cakung pkl 22:15 pm. Lalu  bayar parking Rp 5.000. Saya menuju Harapan Indah. Saya isi bensin di Pertamina Harapan Indah. Lalu meluncur menuju VMG. Taba di rumah dengan selamat. Saya basuh muka, istirahat doa syukur lalu tidur.  Syukur Tuhan atas pengalaman suka duka  hari ini. Beri aku petunjuk agar selalu mencari kehendak-Mu. Amin.

Rabu, 23 September 2015
Saya antar Lery, anaknya Pa' Bento  ke  Perumahan Harmono - Harapan Indah. Pa Bento sedang mendampingi anak-aak retret di luar kota, di Tugu, Puncak, Bogor, Jawa barat. Setelah itu saya  mampir di rumah. saya mau ambil jaket dan buku. Waktu menunjukkan pkl 15:30 ketika saya  satar  dari rumah. Saya tiba pkl 15:45 di JPS  lalu  finger  print lalu berangkat kuliah. Saya  menggunakan  sepeda mootor. Saya simpan sepeda  motor  di Stasiun Cakung.  Lalu masuk kereta  yang  sudah menunggu. Kereta  berhenti cukup lama. Tak biasa  seperti itu. Saya lelah. Saya  tidur dalam kereta. Kereta berhenti cuup lama sebelum masuk stasiun Jatinegara. "maaf, kereta berhenti antre agak lama karena menunggu kereta lain yang akan meninggalakan satasiun Jatinegara," demikian pengumuman petugas kereta. Kami tiba di Jatinegara. Kami keluar menuju  KA  menuju  Kramat. Tunggu lama. Akhirnya KA tujuan Bogor yang lewat Kramat datang  juga. Tapi berhenti lama. "Ada kecelakaan, tabrakan antara KA di Stasiun Juanda. Imbasnya,pergeseran  jam kenerangkatan untuk seluruh KRL  dan kereta  lainnya. ," demikian  obrolan antar  penumpang.  Saya  tutun di Stasiun Kramat. Ada  KA  yang antra  juga  sebagai  bagian dari   akibat kecelakaan itu. Waktu hampir  pkl 06:00 sore. Saya  putuskan untuk makan malam dulu d Warteg. Saya  bayr Rp 6.000 (nasi, jamur, tempe). Lalu ke  kampus. I ke kamar mandi dulu. Gosok gigi, atayr diri. Lalu masuk. Hari ini masuk kuliah kedua, Filsafat Kontemporer Abad XX. Kali ini tugas Prof. Rm. Sudarminta, SJ yang memberikan kuliah namun  beliau berhalangan, lalu diganti oleh Prof. Alex Lanur, OFM.  Lalu pukang. Ada harapan semoga bisa nebeng dengan teman menuju ke Kramat. Begitu teman lewat, mau naik tanpa tanya apakah lewat Sambe / Stasiun Kramat atau tidak. Mau langsung naik saja. "Maaf, saya   tidak  lewat  Stasiun Kramat, saya  mau ke by Pass - Ahmad Yani, ada urusan di sana," katanya. Okay," kataku  sambil tersipu  malu. Akh  saya  tak  profesional. Malu sendiri  jadinya.  Lalu naik angkot. Di depan saya  ada  Pa Ardy Rusmin  dan  satu temn perempuan yang sama-sama kuliah di STF. Kami  menuju stasiun Kramat. Dapat KRL. Ternyata KRL berhenti lama. Kami ngobrol. Kereta  berhenti  cukup lama. Kami mau naik KRL tujuan Manggarai  lalu balik ke Bekasi namun ternyata  antra  lama, sementara  ada yang langsung menuju Bekasi. Ini KRL kedua sejak kami tiba. Kami putuskan untuk  pindaj KRL. Saya  dan  Pa Adri  pindah KRL/ Dalam  KRL  kami ngobrol. Kami ngomong banyak hal termasuk  kebudayaan Manggarai , termasuk   Nggerang  dan  hal seputar  kulaih, termasuk  tesis.  Lalu saya  turun di  Stasiun Cakung. Lalu saya  dengan  sepeda motor menuju VMG. Hari ini  ada perubahan management di tempat Parkir motor di Cakung bahwa setiap motor  mendapat kartu buktu titip  sepeda  motor  di sana. " Ini  managemen yang baik,"  puji saya. :a;u saya  menuju ke  rumah.



Rabu, 23 September 2015
Saya antar Lery, anaknya Pa' Bento  ke  Perumahan Harmono - Harapan Indah. Pa Bento sedang mendampingi anak-aak retret di luar kota, di Tugu, Puncak, Bogor, Jawa barat. Setelah itu saya  mampir di rumah. saya mau ambil jaket dan buku. Waktu menunjukkan pkl 15:30 ketika saya  satar  dari rumah. Saya tiba pkl 15:45 di JPS  lalu  finger  print lalu berangkat kuliah. Saya  menggunakan  sepeda mootor. Saya simpan sepeda  motor  di Stasiun Cakung.  Lalu masuk kereta  yang  sudah menunggu. Kereta  berhenti cukup lama. Tak biasa  seperti itu. Saya lelah. Saya  tidur dalam kereta. Kereta berhenti cuup lama sebelum masuk stasiun Jatinegara. "maaf, kereta berhenti antre agak lama karena menunggu kereta lain yang akan meninggalakan satasiun Jatinegara," demikian pengumuman petugas kereta. Kami tiba di Jatinegara. Kami keluar menuju  KA  menuju  Kramat. Tunggu lama. Akhirnya KA tujuan Bogor yang lewat Kramat datang  juga. Tapi berhenti lama. "Ada kecelakaan, tabrakan antara KA di Stasiun Juanda. Imbasnya,pergeseran  jam kenerangkatan untuk seluruh KRL  dan kereta  lainnya. ," demikian  obrolan antar  penumpang.  Saya  tutun di Stasiun Kramat. Ada  KA  yang antra  juga  sebagai  bagian dari   akibat kecelakaan itu. Waktu hampir  pkl 06:00 sore. Saya  putuskan untuk makan malam dulu d Warteg. Saya  bayr Rp 6.000 (nasi, jamur, tempe). Lalu ke  kampus. I ke kamar mandi dulu. Gosok gigi, atayr diri. Lalu masuk. Hari ini masuk kuliah kedua, Filsafat Kontemporer Abad XX. Kali ini tugas Prof. Rm. Sudarminta, SJ yang memberikan kuliah namun  beliau berhalangan, lalu diganti oleh Prof. Alex Lanur, OFM.  Lalu pukang. Ada harapan semoga bisa nebeng dengan teman menuju ke Kramat. Begitu teman lewat, mau naik tanpa tanya apakah lewat Sambe / Stasiun Kramat atau tidak. Mau langsung naik saja. "Maaf, saya   tidak  lewat  Stasiun Kramat, saya  mau ke by Pass - Ahmad Yani, ada urusan di sana," katanya. Okay," kataku  sambil tersipu  malu. Akh  saya  tak  profesional. Malu sendiri  jadinya.  Lalu naik angkot. Di depan saya  ada  Pa Ardy Rusmin  dan  satu temn perempuan yang sama-sama kuliah di STF. Kami  menuju stasiun Kramat. Dapat KRL. Ternyata KRL berhenti lama. Kami ngobrol. Kereta  berhenti  cukup lama. Kami mau naik KRL tujuan Manggarai  lalu balik ke Bekasi namun ternyata  antra  lama, sementara  ada yang langsung menuju Bekasi. Ini KRL kedua sejak kami tiba. Kami putuskan untuk  pindaj KRL. Saya  dan  Pa Adri  pindah KRL/ Dalam  KRL  kami ngobrol. Kami ngomong banyak hal termasuk  kebudayaan Manggarai , termasuk   Nggerang  dan  hal seputar  kulaih, termasuk  tesis.  Lalu saya  turun di  Stasiun Cakung. Lalu saya  dengan  sepeda motor menuju VMG. Hari ini  ada perubahan management di tempat Parkir motor di Cakung bahwa setiap motor  mendapat kartu buktu titip  sepeda  motor  di sana. " Ini  managemen yang baik,"  puji saya. lalu saya  menuju ke  rumah.

 Selasa, 6 Oktober   2015
Hari ini di JPS masih sibuk koreksi ujian Mid semester I. Saya bahagia karena nilai saya sudah masukkan ke dalam program SISTER, sistem  nilai yang perhitungannya diolah secara otomatis  oleh komputer. Sementara itu, di kampus, saya punya tugas presentasi. Saya belum merampungkan   tugas Filsafat Praktis itu. Tema yang saya garap adalah Etika Epikuros, filsuf klasik Yunani. Saya menuju lab komputer untuk pinjam komputer yang bisa internet. Ternyata tak bisa internet. Mr. Ade - teknisi sekolah sedang membereskan itu. "Silahkan pakai labtop saya saja. " ajaknya. "Okay sir," kataku. Saya menggunakan google untuk menca
i info yang saya buthkan, terutama pengertian deisme  dan Artisipp. Saya temukan. Lalu saya kembali ke ruang guru. Saya buka komputer guru. Saya edit makalah, lalu print. Wow... tinta hitam bermasalah.  Tak ada tulisan yang  keluar pada kertas. Bagaimana mengakali hal ini? Untung saya kreatif.  Saya beri warna merah pada text makalah itu lalu saya simpan dan print. Wow.... hasilnya  tulisan warna merah. Saya print 3. Lalu saya keluar sekolah menuju warteg  di  halte Harmony. Saya makan, menu nasi, pare, 2 tahu  dengan bayaran  Rp 8.000. Lalu saya ke tempat photo copy. Makalah 4 halaman, saya jadikan 2 lembar. Saya copy Rp 20 ex, dengan harga rp 10.000.  Lalu saya menuju Jakarta untuk kuliah. Saya abaikan kuliah I, Hannah Arent. Saya titip motor di fly over Cakung. Saya pakai kereta. Saya turun di Jatinegara. Saya keluar stasiun. Saya  jalan kaki. Saya tawar  jasa ojek. Uang saya tersisa Rp 18.000 untuk pp. Wow... berbahaya. Kurang. Karena itu saya tawar ojek. Biasanya, pada bulan September  2015 lalu saya bayar Rp 20.000.  Kali ini saya minta Rp 15.000. Banyak yang tak setuju. Ada 1 0rang yang mau bantu setuju biarnya Rp 15.000. Tanpa pakai helm kami meluncur menuju STFD, dekat Sekolah Melania. Waktu menunjukkan pkl 18:00 pm. Saya tiba di kampus pkl 18:17. Berama gagasan berkecamuk di kepala saya, mulai kekuatiran bila pertukaran jam kuliah, F. Praktis duluan sementara Hannah Arent menyusul. Saya ke kamar mandi untuk berbenah. Lalu masuk ruangan. Ternyata jadalnya normal. Saya masih bisa presentasi  F. Praktis. Lega hati saya. Saya masih bingung, apakah  kami jadi presentasi hari ini ataukah minggu depan. Menurut SAP, Etika Islam, sementara dalam jadwal Etika Epukuros. "Terserah Romo saja," kataku pasrah. Ternyata Etika Epikuros dan Stoa yang dipresentasikan hari ini. Untung saya  sudah siap. Prof. Sudarminta, SJ memberikan kesempatan kepada saya dan Roy  untuk mempersentasi. Saya pertama. Lalu Roy. Saya berusaha bicara irit karena waktu untk saya hanya 10 menit. Roy sekitar 20 menit. Lalu Prof. Sudarminta, SJ melanjutkannya tanpa tanya jawab. Kuliah F. Praktis sebenarnya ditangani olah Prof. Franz Magnis Suseno, SJ tetapi ikarena beliau menjadi dosen tamu di Jerman maka hal ini digantir oleh  Sudarminta, SJ. Saya pulang dengan bahagia karena tugas saya hari ini terlaksana  dengan baik meski tak sempurna. Terima kasih Tuhan. Lalu saya pulang. Uang saya tinggal Rp 3.000. Bila naik angkot ke Kramat maka tak ada ongkos naik kreta. Maka saya putuskan untuk jalan kaki. Sebenarnya saya bisa pinjam uang teman atau saudara tapi saya  biarkan saya berjuang sendiri. Saya jalan kaki menuju stasiun Kramat. Saya lewat Gang Bacang - Hotel Sentral, Jl. Pemuda, Jl. Ramamangun, Stasiun  Kramat. Lalu saya telepon keluarga di Wela. Saya kontak John tapi gagal. Lalu kontak Mery. Kami ngobrol. "Kami di rumah Gendang sekarang, mau persiapan doa dan Misa 40 hari Ema Bone Kaso,' dia berkisah. Kami ngobrol cukup lama. Kereta datang. Saya sibuk ngobrol. Tak sadar saat berhenti di Stasiun Cakung. Saya baru sadar  ketika di Stasiun Kranji.  Wow.... saya harus tunggu lagi untuk kembali ke Stasiun Cakung. Saya ikut kereta terakhir. Waktu hampir  pukul 21:45 pm. Kereta tiba, saya naik. Lalu turun di Cakung. lalu pulang menuju ke VMG. Saya pakai  sepeda motor. Di perempatan dekat Warung Tobet  saya  beli pisang Rp 5.000. Saya makan  beberapanya lalu saya istirahat.


 Rabu, 7 Oktober   2015.
Hari ini anak-anak SD libur karena para guru SD sibuk input nilai.  Saya tiba dengan selamat dan tepat waktu. Kami input nilai. Lalu saya izin menuju rumah untuk mengambil buku kuliah. Saya beli  lauk Rp 5.000 di Kampung Bogor / Rawa Indah. Saya beli beras 4 liter @ 8.000. Lalu beli sayur @ 7.000. Lalu saya ke rumah. Saya makan lalu kembali ke sekolah. Saya berangkat jam 16:00 ke kampus. Saya tiba di stasiun Cakung. Saya tunggu kereta cukup lama. Kereta tiba pukul 17:30 Saya kesel. Tiba di  Jatinegara pkl 17:50. Saya transit. Tunggu kereta menuju Keramat - Senen  Tanah Abang / Bogor  hampir 1,5 jam . Terlambat sampai di kampus. Ada  kraeng Adri, senior yang kuliah di STFD juga. "Kita pakai bajaj saja. Kami masuk bajaj. Dia bayar Rp 20.000. Saya tak masuk ke ruang kuliah, hanya baca di ruang istirahat. Begier tu kuliah selesai saya saya menyalami Pater Prof  Alex, OFM. Beliau yang mengajar. Hari ini topik tentang Levinas.  Saya  paraf saja di daftar hadir. Sayang kalau tidak paraf. Sudah jauh-jauh  datang maka perlu isi data itu. Pater Alex, OFM  mau pulang ke Depok, butuh diantar ke stasiun Manggarai.  Roy bantu carikan bajaj untuk beliu  Lalu saya pulang. Saya bareng dengan kraeng Adri Rusmin. Kami ngobrol, termasuk soal budaya Manggarai. Kami ngobrol dengan asyik.





Rabu, 21 Oktober   2015.
Saya dipanggil oleh Kepsek, Bapak Ben Ayung. Kami bicara soal kompetensi guru, temasuk Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Saya stress dengan begitu banyak hal yang disebutkan. Saya berusaha menerima kritik ini dengan lapang dada dan kesabaran. Saya tunjukkan kepada beliau ringkasan materi yang saya ambil dari internet. Saya edit lalu saya  print lalu saya serahkan kepada Ms Cheryl untuk dikoreksi. Setelah itu saya pulang ke rumah. Saya makan siang di rumah dengan lauk  ikan tongkol  dan tempe beli di warung. Lalu menuju kampus pkl 16:30 am. Tiba di stasiun Cakung pkl 17:00. Tak lama menunggu kereta, kereta datang. Masih ada tempat duduk. Lapang. Ngantuk. Sadar  dan  bangun  di stasiun Jatinegara.  Pindah  kereta. Kereta Depok via Kramat telah tiba. Tak tunggu lama. Kereta jalan.  Keluar di Kramat. Naik mobil 04 menuju Rawasari. Ketemu Pa Adri Rusmin. Sama-sama menuju kampus. Ngobrol. Saya telat. Saya putuskan  tak masuk kuliah I. Kami ngobrol. Pater Prof. Alex Lanur, OFM  datang sebentar lalu beliau pulang. Saya ketemu Roy, teman angkatan.”Pa Frans, kamu tidak ambil kuliah Antropologi Filosofis? Tanyanya. “Ambil hanya hari ini saya telat, tak masuk. “Sudah presentasi?: sambungnya. “Belum”. Bilang Romo karena hampir selesai semua,” saran Roy. ”Romo yang pilih bukan? Kataku. “ Oh… saya tak terlalu  kreatif  ya? Terlalu  menunggu. Tak pro aktif. Saya masuk ruang kuliah ikut kuliah kedua.  Dewi yang presentasi. Presentasi tentang Karl Poper.

Selasa, 1 Desember   2015
Ikut kuliah Hanah Arendt  dan Kepublikan. Dosennya Dr. F. Budi Hardiman. Presenter hari ini ada tiga orang. Pa Yon, Pa Roy dan Pa Feliks. Saya masuk terlambat. Telak 30 menit. Mengapa? Lama tunggu kereta di  Stasiun Cakung  dan  Stasiun Jatinegara. Saat pulang  nebeng di mobilnya Ibu Nando yang hendak pulang ke Jakarta Timur. Saya turun di  lampu merah di dekat fly over Jatinegara. Saya agak slow. Ibu Nanda ingatkan saya untuk turun. Saya  terlalu slow.  Gesit, please, Franck.