Apakah hati ini?
Coba lihat tulisan di link berikut ini.
(http://www.juara.net/read/kolom/kolom/132248-dominasi.barcelona.dan.inspirasi.pangeran.kecil)
Salah satu kutipan paling terkenal dari kisah yang versi layar lebarnya dibintangi oleh Rachel McAdams dan Marion Cotillard itu berbunyi demikian: “On ne voit bien qu’avec le coeur. L’essentiel est invisible pour les yeux,” atau jika diartikan ke Bahasa Indonesia berbunyi “Kita hanya bisa melihat jelas melalui hati. Hal yang esensial tak terlihat oleh mata.”
(http://www.juara.net/read/kolom/kolom/132248-dominasi.barcelona.dan.inspirasi.pangeran.kecil)
diakses pada 4 Desember 2015, pkl 12:00
Dominasi Barcelona dan Inspirasi Pangeran Kecil
Jumat, 04 Desember 2015 | 11:30 WIB
M. NASIR/BOLA
Ilustrasi ular boa dan gajah Barcelona.
Bujet selangit yang disuntikkan QSI memungkinkan PSG meraih tiga gelar Ligue 1 dalam empat tahun terakhir.
Kibasan poundsterling tanpa henti dari Abu Dhabi United Group sejak 2008 juga berimbas kepada keberhasilan Manchester City menggondol trofi Premier League 2011-2012 dan 2013-2014.
Namun, fakta-fakta di atas bukan berarti mengusangkan ujar-ujar “uang tak menghadirkan kebahagiaan”. Belanja pemain besar-besaran yang dilakukan PSG maupun Manchester City belum mampu mengantar mereka meraih trofi Liga Champion, yang kerap dinilai sebagai tahap tertinggi kejayaan sebuah tim Eropa.
PSG, Manchester City, Real
Madrid jelas bukanlah tim kacangan. Namun, mimpi mereka mendominasi
Eropa seperti terbentur oleh fakta bahwa ada tim dari galaksi lain
bernama Barcelona.
Meski punya bujet besar, PSG dan Man. City disebut masih miskin
tradisi. Hanya, kombinasi kekayaan dan tradisi ternyata juga tak
menjamin hadirnya trofi yang oleh orang Spanyol disebut La Orejona alias
Si Kuping Besar itu.Real Madrid adalah contoh terbaik. Pada periode kedua kepemimpinan Presiden Florentino Perez yang dimulai pada 2009, Madrid sudah membelanjakan uang sekitar 769,9 juta euro di pasar pemain. Tebak berapa trofi Liga Champion yang ditambahkan Madrid ke dalam lemari pajangan mereka sejak 2009? Satu!
PSG, Manchester City, Real Madrid jelas bukanlah tim kacangan. Namun, mimpi mereka mendominasi Eropa seperti terbentur oleh fakta bahwa ada tim dari galaksi lain bernama Barcelona.
Eropa boleh dibilang berada di tangan Barcelona. Sejak 2009, Blaugrana tiga kali menjadi kampiun Liga Champions yakni pada edisi 2008-2009, 2010-2011, dan 2014-2015.
Pesepak bola-pesepak bola hebat bak turun level menjadi amatiran ketika mereka kudu berjumpa Barcelona. Tengok saja kandidat kuat juara Serie A 2015-2016, AS Roma, yang dengan mudah dipermak 1-6 oleh Lionel Messi dkk di fase grup Liga Champions 2015-2016.
Hebatnya, kemenangan telak itu hanya berjarak tiga hari dari keberhasilan Barcelona melibas rival bebuyutan mereka, Madrid, dengan skor 4-0 di pekan ke-12 La Liga 2015-2016. Kalah dengan marjin skor besar jelas merupakan pengalaman menyakitkan.
Akan tetapi, Roma ibarat menerima tamparan dari model cantik. Rasa sakit tamparan menjadi tak terlalu penting sebab mereka menyaksikan betapa indah dan rupawan sepak bola ala Barca.
“Apa yang bisa saya katakan? Mereka tim luar angkasa dan tak terkalahkan. Kami butuh keajaiban dan hal itu tak datang. Pada momen ini, mereka tak tertandingi,” ungkap pelatih Roma, Rudi Garcia seusai duel melawan Barcelona.
Rudi Garcia, saat memimpin tim asuhannya, AS Roma, menghadapi Empoli pada 17 Oktober 2015 di Stadion Olimpico.
Paolo Bruno/GETTY IMAGES
Garcia tampak menikmati betul tamparan keras dari dominasi Barcelona.
Sebagai orang Prancis, Garcia mungkin sangat paham jalan cerita salah
satu buku yang amat populer di negerinya, yakni Le Petit Prince (Pangeran Kecil) karangan Antoine de Saint-Exupery.Salah satu kutipan paling terkenal dari kisah yang versi layar lebarnya dibintangi oleh Rachel McAdams dan Marion Cotillard itu berbunyi demikian: “On ne voit bien qu’avec le coeur. L’essentiel est invisible pour les yeux,” atau jika diartikan ke Bahasa Indonesia berbunyi “Kita hanya bisa melihat jelas melalui hati. Hal yang esensial tak terlihat oleh mata.”
Dominasi dan permainan indah Barcelona adalah hal yang tampak nyata oleh indera penglihatan.
Roma, juga tim-tim seperti PSG, Manchester City dan Madrid mesti melihat sisi lain dari sebuah situasi, persis seperti awalan kisah Le Petit Prince di mana narator menceritakan gambar pertamanya semasa kecil, yaitu ular boa yang memakan seekor gajah.
Saat menanyakan ke orang dewasa apakah gambarnya itu menimbulkan rasa takut, sang narator mendapati jawaban yang membuatnya kecewa. “Kenapa saya harus takut kepada topi?” ujar orang dewasa itu.
Gambar ular boa menelan gajah milik sang narator disangka orang dewasa sebagai topi. Fantasi, kreativitas, dan semangat untuk berkembang adalah kunci buat Roma, PSG, Man. City, maupun Madrid agar tak melihat dominasi Barcelona sebagai gambar topi, tetapi ular boa yang menelan gajah.
Maicon
berebut bola melawan Neymar saat AS Roma mengalami kekalahan telak 1-6
di laga babak penyisihan Grup E Liga Champions, Selasa (24/11/2015) atau
Rabu dini hari WIB, di Camp Nou.
DAVID RAMOS/GETTY IMAGES
Menatap rival yang begitu dominan justru kerap melahirkan inspirasi.Perusahaan elektronik asal Jepang, Sony, sudah berada dalam masa jaya ketika Samsung baru memulai usaha mereka. Namun, pada 2011 Jepang dibuat “berduka” karena seluruh saham Sony LCD diakuisisi oleh tetangga mereka asal Korea Selatan, Samsung.
Demi memutus dominasi Sony, Samsung rela mengubah mentalitas dan cara berpikir mereka.
“Ganti semuanya, kecuali istri dan anak Anda,” ujar bos Samsung Lee Kun-hee dua dekade silam. Kata-kata Lee mujarab. Tak hanya merajai pasar Asia, kini Samsung juga bersaing ketat dengan macan elektronik Amerika Serikat, Apple.
Kuncinya adalah melihat musibah sebagai sebuah potensi anugerah. PSG, Manchester City, Real Madrid, dan Roma kini boleh saja bergantian menjadi bulan-bulanan Barcelona.
Akan tetapi, mereka harus selalu ingat bahwa ada ular boa memakan gajah di balik gambar topi. Bisa jadi 10 tahun mendatang salah satu dari PSG, Manchester City, Real Madrid, atau Roma akan menjadi ular boa yang dengan mudah menelan gajah bernama Barcelona.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar