Rabu, 10 Februari 2016

SEMESTER 4

Pada Januari 2016, saya sudah bayar uang  registrasi dan cicilan kuliah semester 4  di STF Driyarkara. Saya titip formulir pendaftaran via saudara, Agust Suherman. Pada  30 Januari 2016 saya datang untuk mengecek. Saya ambil nilai ujian. Saya kecewa. Satu bidang studi gagal, nilai 55. Ini bidang studi Filsafat Kontemporer. Pengasuh Rm. Dr. SPL Tjahjadi. Wow... teringat mimpi saya pada Desember 2015 bahwa ada mata kuliah yang gagal. Wow.... mimpi jadi kenyataan. Mimpi mendahului kenyataan. Kenyataan sudah digambarkan dalam mimpi. Mimpi merupakan ramalan akan peristiwa yang akan terjadi. Aktivitas jiwa mendahului badan.

Kuliah pertama, Selasa, 2 Februari 2016. Kuliah pertama, Hermeneutika (Heidegger dan  Gadamer). Pengasuh, Prof. Dr. Alex Lanur, OFM. Kuliah kedua: Filsafat Ilmu, pengampu Dr. Karlina Supelli. Namun baru akan dimulai 12 Feb. 2016.

Kuliah Rabu, 3 Feb. 2016. Filsafat Islam. Saya ambil ulang karena saat semester I gagal, UTS tak kumpul karena tak terkejar. Belajar dari kegagalan F. Karena itu dalam semester 4, ini, paper / tugas F. Islam harus selesai dalam bulan Feb. 2016. Harus!!! 3 tugas.
Kuliah kedua, Seminar Tesis akan dimulai minggu depan, 12 Februari 2016

Kuliah Kamis, 4 Feb. 2016. Dalam kereta ketemu Mbak Ruth, mahasiswa Pasca Sarjana STF Driyarkara juga.  Sama-sama turun di Kramat. Lalu naik angkot. Dia bayar. Wow.... malu juga. Terima kasih Mbak Ruth. Ketemu Hanif  juga. Lalu ikut kuliah  Platon (Rm. Dr. Setio Wibowo, SJ). Menarik sajian dan kajiannya. Berikutnya kuliah Filsafat Kebudayaan, yang dikoordinasi oleh Prof. Dr. Sastraprateja, SJ.

Kuliah Minggu kedua, 9 Feb. 2016. Hujan lebat sore hari. Saya ke kontrkan dulu. Makan siang lalu ke kampus. Hujan datang. Pakai mantel. Mantel lapis 2.Di Kanal Banjir Timur ada  kecelakaan. Sebuah mobil pick masuk kali (sungai) (Kanal Banjir Timur). Saya nontol bersma sejumlah warga.  Lalu pakai jaket. Namun karena hujan lebat, basah juga. Saya simpan motor di parkiran swasta Cakung. Biayanya Rp 5.000. Saya tiba jam 05:00 sore. Kuliah di kampus sudah mulai. Kereja sedang menunggu. Masuk dalam kondisi jaket dan jas hujan bash. saya bungkuk / jongkok / duduk juntai  di lantai  untuk melipatkan jas hujan. Kereta jalan. Transit di Jatinegara. lalu kereta jalan ke Kramat. Keluar di sana. Saya makan siang di Warteg pinggir rel stasiun Kramat: nasi, sayur kacang dengan tahu. Harganya Rp 8.000. Lalu naik angkot 04 ke Rawasari. Kuliah pertama, Hermeneutika (Heidegger dan  Gadamer). Pengasuh, Prof. Dr. Alex Lanur, OFM. Saya tak masuk. Telat. Saya ke perpustakaan untuk urus kartu perpustakaan. Beres dokumennya. Baru kali ini saya serius urus dokumennya. "Bisa ambil 2 hari lagi ya mas," kata petugas. "Okay," jawabku.  Saya ngobrol sebentar denfan saudara, Agust Suherman, mahasiswa s1 yang sedang menulis  skripsi. Lalu saya ke kampus s2. Saya ikut kuliah Kuliah kedua: Filsafat Ilmu, pengampu Dr. Karlina Supelli. Saya berusaha untuk belajar dari kegagalan semester lalu. Serius, focus Frans! Selesai kuliah saya ke kontrakan Feus. Ketemu Feus, Yos dan Lely. Leli rencana pulang besok ke Wela. Dia mau melahirkan di Wela. Lely "kecelakaan percintaan" di bangku kuliah di Jakarta. Kami sudah bantu mengurusnya. Saya tiba saat mereka akan malam. Saya berpartisipasi. Kami ngobrol. Lalu kami makan malam bersama. Kami mengobrol memberikan wejangan untuk Lely. Lalu kami berdoa untuk Lely. Lalu pkl 22:00 saya pulang ke Bekasi. Jose mengantar saya ke stasiun Keramat. Saya dapat kereta lalu menuju jatinegara, lalu transit menuju Cakung. Saya tiba dengan selamat di kontrkan.

Kuliah Rabu, 10 Feb. 2016.Hari Rabu Abu. Di sekolah, JPS, ada misa. Kami bergabung dalam misa sekolah -sekolah yang diselenggarakan oleh Paroki St. Albertus, Harapan Indah Bekasi. Selesai misa, saya mengontrol anak-anak.Saya menunggu orang tuanya Albert. Hampir sejam menunggu. Akhiirnya mamanya tiba. Dia siswa JPS yang terakhir menuju sekolah. Saya kembali ke kontrkan untuk sarapan. Lalu saya memgemas nasi lalu ke sekolah. Saya mengajar kelas 5A. "Akhirnya sir benar juga," Tasya memuji saya karena kali ini benar membuka buku doa, doa sore karena di atas jam 12:00 siang. Selesai mengajar saya buka internet. Saya  lupa makan. Saya bawa pulang ke kontrakan nasi makanan siang.Saya makan siang di rumah. Hari ini cuaca kering. Saya pakai jas hujan. Saya nai motor . Lalu saya ke kampus. Saya tiba di Cakung pkl 16:45 pm. Say a telepon Robert untuk menanyai istrinya. "Sudah selesai operasi di RS Carolus. Bayinya laki-laki. "proficiat e..." saya  bila kepadanya. Saya masuk ke kereta api. Saya duduk. Saya lelah. Tampak saya bermimpi. Hanya lupa isi mimpi. Saya sadar di Jatinegara. Saya transit. Duduk di samping seorang ibu yang taruh tas plastiknya di kursi kereta. Lalu  otak saya teransang untuk mengingat perempuan lain, yakni tanta saya Lusia Daem. Akhirnya saya ingat mimpi saya.
Saya tiba telat, karena dari JPS saya pulang ke rumah / kontrakan untuk makan siang. Tiba jam 05:00 sore di stasiun Cakung. Tunggu kereta. Tiba telat, pkl 17:45 pm. Kuliah pertama,  Filsafat Islam. Saya ambil ulang karena saat semester I gagal, UTS tak kumpul karena tak terkejar. Belajar dari kegagalan F. Karena itu dalam semester 4, ini, paper / tugas F. Islam harus selesai dalam bulan Feb. 2016. Harus!!! 3 tugas.
Kuliah kedua, Seminar Tesis. Dosen Pengampu, Rm. Dr. Herry SJ. Ini kuliah I. Rm. Herry mananya kemajuan kami dalam  menggarap tesis. Wow..... saya  belum mendapatkan  buku utama, juga belum intens ketemu Romo pembibmbing, R,. Sastrapreteja,SJ.  Minggu lalu saya sempat  ketemu beliau. Beliau setuju dengan buku. "Silahkan buat proposal", katanya. Saya  dengan penjelasan Rm. Harry, SJ. Lalu saya baca buku petunjuk penyusunan tesis. Wow..... saya  telat bergerak. Cepat Frans, usahakan 2016 kuliah selesai. Jangan lama-lama. Baca dan menulis. Harus mulai dan mulai.


Kuliah Kamis, 11 Peb. 2016

Kuliah Plato, dibawakan oleh Rm. Dr. Setyo Wibowo,SJ.  Saya terlambat. Lalu kuliah Filsafat Budaya. Kali ini giliran  Rm. Dr. Herry Priono,  SJ. Beliau membicarakan Teori Budaya dengan tokoh Utama: Marx, Durkheim, Weber, Simmel.
Saya lapar saat pulang kuliah. Makan di warung dekat stasiun. Wow...dikasih acar dingin nyaris basi. Perut langsung bereaksi. Saya complain kepada pemilik warung. Pekerja mencicip. Rasa asam. Langsung dibuang. Wow.......


Pekan ke - 3

Selasa, 16 Peb. 2016

Kuliah Hermeneutika . Pengampu Prof. Dr.  Alex Lanur, OFM. Saya terlambat. Saya embeli buku Seni Me karya Dr. F. Budi Hardiman. Saya ambil buku di sekretariat  dan bayar kepada Bety dengan harga Rp 75.000. Saya coba membaca buku itu mulai dari  awal.  Lalu dilanjutkan  dengan kuliah Filsafat Ilmu oleh Dr. Karlina Supelli. 

Kali ini saya mengambil KHS. Ada peningkatan hasil belajar. IP 3. Namun IPK belum memuaskan. Kejar...biar dapat IPK 3.

Saya lupa  tas mini tempat pensil. Teman-teman mengingatkan. Saya kembali ke ruang kuliah. Sudah tak ada. Mungkin sudah dipindahkan ke tempat lain.

Lalu pulang. Pulang bersama Ibu Meilina. Beliau  bayar angkot sampai rel kereta  Kramat. Dia pake kereta saat ini. Biasanya pakai mobil. Dia pulang ke Bogor. Kami masuk stasiun Kramat. Kami menuju Stasiun Jatinegara. Kami tiba di sana. Ibu Meilina membelikanku roti. "Terima kasih Ibu,". Dia menuju Manggarai lalu menuju Bogor. Saya menunggu  Kereta menuju ke Bekasi. Kereta tiba. saya turun di Cakung lalu pakai sepeda motor setelah sewa parkir Rp 5.000. Lalu menuju ke kontrakan di VMG. Begitu tiba di depan Gereja St. Albertus hujan  turun. Saya pakai mantel. Hujan lebat. Mata perih kena hujan. Wow...... Hujan turun hingga 2  babak. Bahkan  hujan  turun di pagi esoknya. Tidur pkl 24:00

Rabu, 17 Peb. 2016

Saya berangkat telat dari JPS.  Sebelumnya  tadi pagi saya berangkat telat dari kontrakan, tiba telat di sekolah, 06:47, telat 2 menit. Wow... tak dapat uang makan dan minum. Kesel. Saya bawa makanan 2 box dari rumah untuk sarapan dan makan siang. 
Siang tak ada hujan. Saya berangkat pkl 15:45 pm dari JPS ke kampus. Saya titip motor di stasiun  Cakung. Lalu tunggu kereta api sekitar 30 menit.Kereta tiba, masuk, berdiri.  Saya berdiri sambil lihat iklan yang inspiratif dan bagus-bagus. . Tiba di Jatinegara, belum ada kereta. Kereta menuju Bogor masih jauh. Saya putuskan tunggu di jalur 3. Di sana ada kursi kosong. Saya tertidur. Lalu kereta datang. saya menjelaskan kepada orang yang lagi kebingungan mencari kereta. "Mau ke mana?" tanyaku. "Mau ke Pondok Jati," kata mereka. 'Silahkan pakai kereta ini," saya sarankan lambil tunjuk kereta ke Bogor. "inikan ke Bogor" jawab perempuan yang membawa 2 anak itu. ""Betul ke Bogor, namun lewat Pondok Jati". Penjelasan yang sama saya sampaikan ke 2 perempuan muda yang menuju  stasiun Kramat Sentiong. Saya berdiri. Saya turun di Stasiun Kramat. Lalu makan di warteg di pinggir rel kereta  api dan perempatan rel KA Kramat. Saya makan nasi, cupcay, tempe. Saya bayar Rp 6.000. Lalu menuju angkot 04 ke Rawasari. Saya duduk di depan. Saya tiba hampir jam 06.00 sore (pkl 18:00). Saya ke toilet. Lalu saya  beli buku Platon ke Ms Santi, Rp 110.000. Wow.... mahal. Saya absen kuliah pertama, Filsafat Islam.
Saya ikut kuliah kedua, Seminar Tesis. Ibu Dr. Karlina jelaskan tema : Kode Etik Penulisan Ilmiah (Thesis). Ketua Prodi, Rm. Herry Priono,SJ menjelaskan  perubahan pembibimbing thesis untuk beberapa mahasiswa demi keadilan ; Pa Felix,  diover ke Ibu Dr. Karlina sebagai pembimbing thesisnya."Bisa ajukan keberatan, bila tidak nyaman," kata Ibu Dr.  Karlina  blak-blakan. 

Saat pulang, saya satu angkot bersama Bayu, Kwen, Men Yon, Hanif. Saya dan hanif turun di dekat stasiun Kramat. Kami ngobrol. Kami tiba di tempat penginapan masing-masing hampir sama, sekitar pkl 22:30 pm. Pa Hanif tinggal di sekitar Bintaro, turun di Pondok Ranji. Saya menuju Bekasi. Di Stasiun Kramat saya membaca buku Post Modern Platos. Saya mencoba mendalami pemikiran  Leo Straus. Saya sedit paham tujuan buku. Saya baca sedit intinya. Saya baca mulai dari Stasiun Kramat -  dalam KA, di stasiun Jatinegara, dalam KA menuju  Stasiun Cakung. Saya agak mengerti. Lalu saya  menngambil motor lalu pakai motor ke VMG. Hari ini tak ada hujan. Saya tiba sekita pkl22:30 pm. Saya masak sayur llu baca buku Platos. Lalu tidur.
Sore  tadi saya lupa cari tas pensil di sekretariat kampus. Semoga bisa ditemukan nanti.

Kamis, 18 Pebruari 2016


Selasa, 24 Peb. 2016

Saya berangkat tepat waktu dari JPS. Saya menuju stasiun Cakung. Simpan motor di sana di tempat parkir swasta dengan biaya Rp 5.000. Than I entrance to Cakung station. Today I'm lucky. I direct get train. I entrance. Than I sit down. I transit at Jatinegara station. I wait train to Kramat station. I wait enough  long. The train come. I entrance.  I sit down. I exit at Kramat station. I on foot to place of car 04 to Rawasari. Before it I'm lunch at kiosk of food. It is my  subscriber (berlangganan). I eat rice, vegetable, sauce (kuah). I pay Rp 5.000.  Than I use car 05 to Jemabatan Serong. I pay Rp 3.000. I entrance to campus. I  join lecture: Hermenautics. Prof. Dr. Alex Lanur, OFM. On the end lecture she give duty to us as student. Mr. Bayu, Mr.  ..................... and I get the first duty to presentation. I accept the book. Than Mr. Andrew give announcement  about donati Than  lecture "Filsafat Ilmu". The teacher is Ms Karlina Supeli. On the finish lecture  we exit campus.  I copy on to friends who sick that entance at hospital. "We can pay  it tomorrow." Mr. Andew - coordinator class said. it the book of "Hermeneutics"  at near photo copy place at near  Jembatan Serong. For mine I decide to bind (menjilid) it. I only copy for Mr. Bayu and Mr. ................. Than I go Kramat station. I pay Rp  3.000 for car. I want to bind (menjilid) of Hermeneutics. I discuss with operator. "The cost is Rp 84.000. "Okay," I say. "You will take on next evening," he said. Than I back to Bekasi. I wait train while read the Hermeneutic book. I try to understand it nicely. I entrance to  train to Jatinegara. I try to read the book on train. I exit at Cakung station. Than I take my motor cycle. Than I continue my journey to VMG. I buy  spinach - fresh vegetable - in near intersection of Bogor. I buy 2 wrap. Than I cut it at home. I have plan to cook it tomorrew morning. Than I try to read the book than rest.

Rabu, 25 Peb. 2016.

Saya bangun pukul 05:30 am. Saya masak sayur bayam. Saya sarapan. Saya habiskan semua sayur. Saya kekenyangan. Saya mungkin keracunan sayur bayam. Saya mual. Saya muntah. Semua sayur bayam dikeluarkan. Lalu saya rapihkan vestafel yang penuh dengan muntah. Saya berangkat ke sekolah. Untuk tidak telat. Lalu saya masuk sekolah dan mengajar  anak-anak. Jam sekolah, pukul 15:30 tiba. Saya  keluar sekolah. Saya start tepat waktu dari JPS Saya menuju Cakung. Saya langsung dapat kereta. Sekitar pkl 16:10 pm. Saya langsung dapat kereta. Begitu transit di Jatinegara kereta menuju kramat juga sudah ada. Saya masuk. Kereta berangkat. Saya keluar di stasiun.  Saya makan di pinggir  Stasiun Kramat  dengan harga rp 5.000. Saya menuju kampus di STFD. Saya bertemu Hanif dalam angkot. Saya turun di dekat tempat photo copy untuk mengambil materi photo copy. Saya bayar Rp 15.000 dengan materi photo copy tadi malam. Saya minta kuitansi. Lalu saya masuk kampus. Saya menuju Perpustakaan untuk lihat contoh tesis. Saya mau pinjam. Saya masuk perpustakaan. Sudara saya, Agus sedang menyusun skripsi. Saya minta dia  untuk cari skipsi di kamputer katalog. "Skripsi / tesis  tidk bisa dipinjam. Hanya boleh baca di sini. saya kesel. saya putuskan untuk ke ruang kuliah.  Saya masuk kelas. Kosong. lalu saya lihat pengumuman. Ternyata dosen, Prof. Dr. Alkhausar Al Nur absen hari ini. Saya taruh tas di kelas. Lalu saya manuju perpustakaan lagi. Saya minta bantuan  adik, Agus untuk mencari tesis. Dapat. data saya serahkan ke  petugas. Saya naik ke lantai 3 untuk baca itu. Saya baca lalu kutip. "Tak bisa dicopykan," jawab petugas ketika saya tanya apakah bisa photo copy tesis. Saya menuju ruang kuliah. Ternyata kuliah "Seminar Tesis" sudah dimulai. Prof. Dr. Soedarminta,SJ yang membimbing hari ini. Hari ini Redem dan Santi presentasi proposal tesis mereka. Mereka kelompok pertama. Lalu dosen memberikan masukan. "Rumuskan secara tajam permasalahannya," kata beliau. Ini juga tugas untukku.
Lalu kami pulang. Saya ambil buku di tempat photo copy. Saya tunggu lama. Saya bayar Rp 84.000. lalu saya pulang. Saya baca buku di station. Kereta datang. Saya masuk. Saya turun di Jatinegara. Lalu saya menunggu kereta menuju Bekasi. Kereta datang. Saya masuk. Saya membaca buku kuliah  dalam kereta. Lalu saya menuju tempat parkir motor. Saya pakai mantel. Tiba di dekat Gereja Albertus gerimis  turun. Untung  saya sudah pakai mantel sejak di stasiun Cakung.  keputusan saya tepat. Saya tiba dekat terminal pasar Modern. Kering. Wow...hujan lokal. lalu hujan lebat ketika tiba di dekat warung Danau Tobet. Hujann segede-gedenya. Saya berhenti untuk beli pisang sekalian berteduh. Ini hujan  disertai petir. Wow...wajah saya basah. mata perih. Saya beli pisang Rp 5.000. Lalu menuju rumah. Saya mengatur dapur  dan tas sebentar lalu istirahat. Hujan hampir tak berhenti hingga pagi.


Kamis, 26 Peb. 2016.
Hujan sejak semalam hingga pagi.  Saya pakai mantel ke sekolah. "Wow....bad man" Ms. Lidya comment  ketika saya masuk ruang guru sambil pakai mantel. Saya ganti di ruang guru. Lalu mengajar.. Saya mengajar kelas 3 dan 2. Siangnya hujan. Saya tak focus hari ini. Terganggu  godaan untuk baca berita di internet.  Pukul 15:45 pm. Langit tampak cerah. Saya menuju Cakung. Lalu ke Jatinegara. Saya makan sore / malam di warteg pinggir rel KA dengan bayar rp 5.000. Saya menuju  kampus. Kuliah pertama, Platon, diasuh Dr. Setyo Wibowo. Saya telat. Di akhir kuliah saya usulkan kepada Romo untuk menambah teman dalam kelompok untuk tugas presentasi. Pa Hanif dan ibu Rika masuk. Jadinya kami berlima (Ito, Dewi, Frans, Rika, Hanif). Ya lega. Materi tentang Leo Straus  cukup panjang, 3 bab. Pas kalau ditangani banyak orang. Saya koordinasi dengan Dewi untuk mulai membaca. bukunya.Hujan datang. Lebat. Lalu kuliah Filsafat Budaya. Prof. Dr. Sastraprateja,SJ yang mengajar. Beliau membicarakan Bab 3 buku Culture Theory. Kali ini membahas Marx, Adorno, Talkot Parsons. Di luar ruangan, alam tetap "menangis". Ternyata hujan hingga malam. Prof. Dr. Sastraprateja,SJ berjalan ke gerbang tanpa payung. Hujan kecil masih turun. Beliau berjalan untuk mendapatkan sarana transportasi. Beliau menahan bajaj BBG. Wow....Profesor ini sangat rendah hati. Beliau mandiri. Meki sudah tua namun berusaha tetap mandiri.  Saya membawa mantel. Saya ajak teman-teman untuk pakai mantel bersama. Pa Bayu, Pa Arif, Pa Redem, Pa Yon bergabung. Pa Bayu dan Pa Yon dan Saya pada akhirnya setia sampai di ujung jalan hingga menunggu angkot 04 menuju Salemba. Di bawah lindungan mantel, dalam suasana hujan kami diskusi tentang tesis. "Mengapa Bapak tertarik dengan mimpi? " Pa Yon berusaha memancing daya kritis saya tentang topik tesis "Interpretasi Mimpi menurut Freud," . "Mengapa mimpi perlu diinterpretasi secara memadai?" demikian Bayu memberi masukan sebelum kami masuk ke dalam angkot. Kami lanjutkan diskusi dalam angkot hingga saya turun. Saya menuju stasiun Kramat. Situasi masih hujan. Saya masuk stasiun sambil pakai mantel. Saya  tunggu kereta. Kereta datang. Saya masuk KA sambil pakai mantel. Transit di Jatinegara. Begitu keluar hujan lebat datang. Kereta jauh dari arah berlawanan sedang menurunkan penumpang. Pintu tak dibuka untuk menyeberang. Biasanya dibuka. Saya salah mengambil keputusan. Sudah tak dibuka, hujan lebat lagi. Saya harus jalan  jauh supaya bisa lewat. Kesel juga. Setelah tunggu lama, kereta ke Bekasi datang. Saya masuk. Tiba di Cakung, hujan berhenti. saya melihat pedagang jagung. Saya beli  1 batang dengan harga Rp 4.000. Mahal juga. Saya mengaso di sana sambil makan jagung. "Saya Hasyim, asal Tegal. Saya menjalankan usaha orang. Saya orang ke berapa. Sepeda, drum dan jagung disediakan bos. Gas saya yang sediakan. Bila  tidak laku maka menjadi resiko saya. Makanya diusahakan terjual semua. Saya keluar sekitar jam 14:30 pm, sampai sekitar jam 00:00. Bila tidak terjual, saya yang menanggung resiko. Nombok. Dari bosnya Rp 2500 per batang. Hanya  karena dari tangan ke tangan maka harganya mahal, Rp 4.000," demikian kisahnya. Wow...hidup ini perjuangan. "Mungkin polanya sama dengan pedagang kacang tanah yang berjualan pakai gerobak. Kemarin malam saya mau membeli kacang tanah Rp 2.000, tidak dilayani penjual karena standar terbawah penjualannya adalah Rp 5.000. Boleh jadi model penjualannya seperti pedagang jagung ini," kataku dalam hati. Saya jadi teringat Aheng, orang Garut, tukang sepatu yang sempat ngobrol denganku tentang usahanya mencari uang. "Usaha service sepatu agak ringan modalnya, namun keuntungannya  lumayan bagus. Cara kerjanya tergolong santai, tak keluarkan dana banyak dan dan kuras energi banyak seperti tukang bangunan," demikian katanya. "Benar juga Aheng ini, orang Sunda / Jawa biasanya kerja cerdas. Bila dibandingkan dengan orang Manggarai - Flores, orang Jawa / Sunda tampak kerja pakai otak, orang  Manggarai kerja pakai otot," demikian refleksiku.
Saya pulang. Saya ambil motor, pakai mantel. Kukira hujan berhenti. Ternyata begitu tiba di dekat Gereja hujan lebat turun. Di sekat RM Danau Tobet hujan lebat turun. Saya berhenti untuk membeli pisang. Saya pulang ke rumah, berbenah sebentar lalu tidur. Hujan turun sampai pagi. Jalanan banjir, rumah bocor.

Jum'at, 27 Feb.. 2016
Saya bangun pagi. Telat. Rumah bocor, lantai basah. Ketika berlari-lari, saya kepleset karena licin. Saya jatuh. Untuk masih bisa bermanufer sehingga tak mengalami kejatuhan yang fatal. Di kamar belakang (kamar kedua) saya alami ini. Bila tidak,  ini sangat beresiko, terutama bila kena kepala. Wow...be carefully. Rumah berlantai keramik sangat riskan  bila kena air. Sangat licin.


Maret 2016

1 Maret 2016

Di sekolah ada kegiatan Fieldtrip ke Sentul Fresh, Sentul, Bogor. Fieldrip anak kelas 1-3. Saya ikut mendampingi anak-anak. Wow....hari ini saya bangun telat. Mungkin karena  tidur telat semalam. Saya bangun pkl 06:30 am. Saya hanya cuci kepala. Lalu berangkat ke sekolah. Tanpa sarapan. Saya tiba pkl 07:00 di sekolah. Lalu menuju ke Gym untuk persiapan Fieltrip. "Sir, tolong pimpin doa saat  berangkat," kata Ms Thea. Saya turun. Ternyata Mr. Bento yang mengatur anak-anak dan pimpin doa berangkat. Saya asuk Mobil 3 bersama Ms Dyaning, Ms Eileen, Ms......... Kami berangkat sekitar jam 07:00 am. Kami tiba di Sentul pkl 09:00 am. Macet pagi. Saya pusing. Mungkin karena lapar. Persiapan saya Filtrip kali ini cukup semrawut. Tak makan. Mungkin karena itu saya pusing.
Kami pindah dari bus ke angkot. Saya duduk di depan. Kami tiba di Setul resh. Di sana kami mempelajari binatang dan tumbuhan. Ada berbagai jenis ikan, misalnya Ikan Nila, Bawal, Mujair, dll. Ada beragam jenis binatang: Rusa, Sapi. Kami memerah susu sapi. "Yang bia diperah susunya hanya Sapi Perah. Sapi potong tak bisa diperah susunya. Saya mengalami untuk pertama kali memerah susu sapi. Selain binatang ada juga tumbuhan, misalnya: Kadaka (Tekap, dalam Bahasa Manggarai, Flores), ada bunga Seroja ( mirip bunga keladi, hanya daunnya agar bulat), bunga Betadine. Itu beberapa bunga yang saya tahu saat kunjuangan ke Sentul Fresh.  Hujan datang. Untung saya bawa jas hujan.  Kami makan. Saya makan bareng Mr. Patrik. Kami ngobrol. Kami  pulang pkl  13:00 am. Kondisi saya agak mendingan. Kami tiba di JPS pkl 15:00. Saya ketemu Mr. Ivan, direktor Education  JPS. "Is Bogor reiny? he ask. "No...sir," Answer. Kemudian Saya coba pikir ulang pertanyaannnya. "Oh....saya jawab salah. Sesungguhnya tadi ada hujan di Sentl Fresh. "Akh saya harus belajar lebih giat lagi soal bahasa Inggris," kataku dalam hati.  Saya  putuskan  ke tempat kuliah. Saya ganti pakaian. Saya meu kembalikan buku dosen, Prof. Dr. Alex Lanur, OFM. Saya pakai motor ke Stasiun Cakung. Kereta datang. Saya masuk. Saya transit di Jatinegara. Tunggu kereka hampir 45 menit. Kereta tiba lalu berangkat. Saya turun di Stasiun  Kramat.Saya keluar stasiun. Saya makan sore di Warteg NN, Jl. Percetakan Negara 6A, Jakarta Pusat. Saya bayar Rp 7.000. lalu menuju kampus dengan Angkot 04. Saya bayar Rp 3.000. Lalu masuk kampus. Agak terlambat. Prof. Alex Lanur sedang membahas Hermeneutika. Saya coba ikuti. Lalu ada kuliah Filsafat Ilmu Pengetahuan. Hari ini Ibu Karlina membahas Induksi, Deduksi dan iaValidasi. Dia membahas kasis Ignaz Semmelweis baik sekali. lalu kami pulang. Saya tunggu kereta. Saya pesiar, di stasiun. Saya dapatkan nama warteg NN tempat saya biasa makan sore. "Kita bisa tahu setelah mengambil jarak dari obyek," kataku merefleksikan.
Kereta datang. Saya naik. Turun di Jatinegara  lalu lanjut ke Bekasi. Ambil motor lalu ke rumah. Di dekat  stasiun lihat sesama penumpang kereja yang jalan pakai tongkat. Saya tawarkan untuk join. Dia mau. Dia turun di sekitar KBT. Itu searah perjalanan saya. "Saya kecelakaan sepeda motpr 6 bulan lalu di Cempaka Mas,: dia bercerita. Dia pincang. Lalu saya lewat  Cakung, Taman Modern. Saya mencari RS Ananda di Cakung. Tidak berhasil. Mungkin posisinya di dalam perumahan Taman Modern. Lalu saya melewati Jl. Raya Bekasi, Harapan Indah, lalu masuk VMG. Saya berbenah diri sebentar  lalu tidur.

2 Maret 2016

Kuliah Filsafat Islam dan Seminar Tesis.
Hari ini Ambros dan Nanda presentasi Proposal tesis.  Prof. Dr. Soedirja sebagai pembibmbingnya.


 Kamis, 3 Maret 2016

JPS ada kegiatan Fieltrip kelas 4-5. Tujuannya menuju Kampung Horta, desa Ciomas, Bogor, Jawa Barat. Saya ikut. Ada kegiatan menarik di sana, misalnya:
1. Membuat Cincau. Cincau itu ternyata tanaman / tumbuhan obat. Selama ini saya pikir ramuan Cina. Ternyata tidak. Itu nama tumbuhan.
2. Membuat Sablon: Pakai scanner?
3. Membuat telur asin. Hanya telur bebek yang bisa dibuat telur asin. Bahannya abu dapur, kertas amplas /pasir,  air, plastik untuk membungkus telur. Setelah seminggu baru telur terasa asin.
Selesai  kegiatan kami pulang. Kami berangkat pukul 14:00, jam 02 siang. Kami singgah di rest area untuk istirahat dan pergi ke toilet. Ada anak-anakanak yang bawa duit untuk sewa tolilet, ada yang uangnya sudah habis untuk  beli jajan sehingga tak ada duit untuk sewa toilet."Katakan dengan sopan dan jujur, pak maaf, saya tak bawa uang tapi kebelet pipis, boleh pipis di sini tanpa bayar?" kataku kepada mereka.  Tiba sekitar jam 16:30 di JPS. Saya putuskan untuk tak hadir kuliah. Saya absen hari ini. Hari ini kuliah Filsafat Budaya dan F. Plato. Saya absen karena terlambat. F. Budaya dibawakan oleh team dosen.Hari ini membahas Strukturalisme  dengan dosennya Ibu Dr. Karlina Supeli. Saya coba isi waktu untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah.


Selasa, 8 Maret 2016

Kuliah Hermeneutika. Tunggu kereta cukup lama di Jatinegara. Terlambat masuk kuliah. Di stasiun  Kramat ketemu teman kulih, Pa Arif. "Ikut kuliah pertama? tanyanya. "Ya, saya ikut." jawabku. "Kalau saya tak berani masuk bila terlambat begini," kata Pa Arif. Pa Arif orang Kudus, Jawa Tengah. Kalau saya, tetap berusaha masuk, meski  terlambat. Sayang bila tak masuk. Sudah berjuang datang dari jauh-jauh. Apalagi kuliah sambil kerja," pikirku.  Mungkin juga  saya orang yang tak tahu malu, ya? Atau tebal muka, seperti muka kerbau yang merupakan simbol  budaya kami sebagai orang Manggarai. Namun, saya pikir, ya.... yang terpenting ada semangat juang. Saat masuk, saya terlambat. Prof. Dr. Alex Lanur, OFM sedang mengajar. Saya telat. Saya tanda tangan. "Kamu, datang telat lagi," komplain Profesor Alex. Saya kembalikan bukunya Prof. Dr. Alex, OFM  yang saya pinjam. Saya photo copy lalu hari ini saya kembalikan. Lalu kuliah F. Ilmu. Hari ini membahas Metode Induksi, Deduksi dan Falsifikasi. Ada contoh bagus, Ignas Semmesweis.

Rabu, 9 Maret 2016 - libur - Nyepi dan Gerhana Matahari Total

Kamis, 10 Maret 2016

Kuliah Platon dan F. Budaya. Kuliah Platon saya absen. Saya berangkat terlambat dari JPS. Saya menuju Perpustakaan. Saya cek kartu perpustakaan. Wow.... besok,  Jum'at , 11 Maret hari terakhir untuk kembalikan buku pinjaman dari Perpustakaan. Saya perlihatkan kartunya. Apakah boleh diperpanjang? Ini kartunya," kataku kepada petugas. "Boleh, hanya harus bawa bukunya," kata petugas. "Wow.... buku masih di rumah. "Apakah perpustakaan buka pada hari Sabtu? kataku. "Tidak," jawabnya. "Okay, kalau begitu, saya kembalikan saat datang kuliah hari Selasa, 15 Maret 2015. Berapa dendanya? ' kataku. Dendanya Rp 500 per hari. Saya pikir sebentar. "Oh.... itu berarti  4 hari, "kataku. Oh....tidak, 5 hari," kata petugas. Okay," kataku. :Saya harus bayar Rp 5.000, pada Selasa, 15 Maret 2016. Wow.......saya melakukan kesalahan yang tak perlu. Buang duit karena lalai. Telat, lelet. Perbaiki diri. Bergegaslah...... bergerak cepatlah...... Lalu ikut kuliah F. Budaya. Dosennya Prof. Sastro, SJ. Beliau membahas Posmodernisme.


Selasa, 15 maret 2016

Di JPS kepsek panggil saya. Beliau evluasi saya. Bahasa Inggris saya harus ditingkatkan. Coba  belajar kepada Mr. Darren, guru expatriat JPS. Kamu harus menunjukkan kemauan untuk berbenah,"  kata Mr. Ben Ayung.
Aku  drop. Pusing dengan kritikan ini. Badai besar. Jiwa bergemuruh. Belum lagi ditambah kelakuan anak-anak, terutama 2C. Keegen ngelunjak. Tak menghormati guru. Mengerjain guru. Saya kesel, marah. Saya gendong dia ke ruang konselor. "Kelas 2C lebih aman tanpa Keegen," kataku kepada Mr. Patrik konselor JPS. "Kita hadir di sini untuk tujuan baik, baik teman-teman Kegen di 2C, Keagen dan saya selaku guru. Demi kebaikan bersama, baiknya dia tak masuk kelas Religion," kataku. "Bagaimana kalau  dia diruang BK dulu. Bila dia sudah mau belajar baru boleh datang dan masuk kelas," saran dari mr. Patrik, "Okay, saya setuju," jawabku. Saya sampaikan kelakuan Keegen kepada Ms. Dyaning wali kelasnya.
Lalu saya kerjakan tugas-tugasku. Namun  galau belum berlalu. Saya berusaha untuk melakuakan tugas dengan baik. Saya perlu perbaiki diri dalam soal kualitas pengajaran.

Saya  izin ke luar sekolah sekitar pkl 14:30 am. "No, selagi muda,  tolong perhatikan pola makan. Bila sudah kena stroke, meski ringan, repot kita," beliau menasitkan.saya mampir di rumah untuk makan siang. Lalu kembali ke sekolah.  Lalu menuju kampus.
Saya start pkl 15:45. Mendung datang. Saya pakai mantel dari rumah. Lalu ke JPS untuk  finger print. Lalu bernagkat ke kampus. Hujan lebat datang. Saya pakai mantel berlapis. Hujan sampai di Harapan Indah. Berhenti hingga sampai di KBT. Saya masuk stasiun. Kereta datang. Saya masuk. Hujan lebat turun. Hujan dan kilat. Saya tiba di Jatinegara. Hujan belum berhenti. Saya masuk kereta  pakai mantel. Hujan lebat . Saya turun dari angkot. Masuk kampus. Saya menuju  perpustakaan. Saya kembalikan buku pnjaman. Saya bayar denda keterlambatan Rp 5.000 (2 buku x Rp 500 x 5  hari ). Lalu saya masuk kampus. Kuliah Hermeneutika. Prof. Dr. Alex Lanur, OFM  memberi kuliah. Saya duduk dekat Pa Paul. Beliau berasal dari Surabaya. Lalu kuliah selanjutnya kuliah Filsafat Ilmu. Ibu Dr. Karlina Supeli yang ajar. Hujan lebat tetap turun. Lalu saya pulang saat kuliah selesai.  Saya  naik angkot,  lalu menuju stasiun. Saya dapat kereta. Sibuk baca buku "Interpretation Reader" " Ditrhey". Saya baru sadar ketika tiba di Kranji. Padahal saya harus turun di Cakung. Saya turun di Kranji lalu tunggu kreta   balik ke Cakung. lalu saya keluar, ambil motor. Lalu pulang dalam perjalanan pulang saya menghibur diri dengan menyanyi. Ternyata saya bisa menghasilkan  mengarang sebuah lagu  Manggarai. Luar biasa.

Proses kreatif. Diciptakan di atas sepeda motor, perjalanan dari stasiun Cakung - Kanal Banjil Timur, Harapan Indah - Villa Mutiara Gading, 15 Maret 2016. Jalan  setelah JABODETABEK dilanda hujan lebat, Selasa, 15 Maret 2016. Selesai kuliah, saya naik angkot, naik kereta lalu bawa motor. Di atas motor saya  bersenandung dalam nada dan syair. Syair diraih, nada didapat. Hasilnya seperti di atas. O...betapa indahnya bisa mencipta. Lagu ini sempat hilang dari memori untuk beberapa saat. Memori diisi / ditimbuni oleh obyek lain. Begitu mengerjakan hal lain, lupa  nadanya. Bangun pagi hingga malam  pkl 22:30 tetap tak diingat. Bagaimana cara memanggil kembali memory akan lagu itu?  Saya tetap optimis bahwa bisa dipanggil ulang memory itu. Caranya? Saya  bersenandung. Di dalam kereta api pkl 22:30 am saya lakukan hal itu. Akhirnya saya temukankan syair dan lirik lagu yang sempat lupa hampir 22 jam. Betapa bahagianya saya ketika berhasil menemukannya. Begitu sampai di rumah  di VMG, saya catat liriknya lalu dicarikan nadanya. Wow.... wonderful.  JPS, 17 Maret 2016.


Rabu, 16 maret 2016

Saya berangkat  ke kampus pkl 15:45. Hari ini anak SD mulai ujian midsemester. Saya mengawas ujian anak kelas 4A. Saya marah mereka  karena ribut. Terutama marah Claresta. Saya mungkin kurang kreatif dalam mengajar sehingga anak-anak tak terlalu respek.
Saya mengajar Bagas dan Arpe tentang komuni pertama. Sebenarnya dengan Arya. Namun  Arya tampaknya tak serius untuk ikut pelajaran komuni I. Arya   pulang duluan.
Lalu  saya ke kampus. Kereta lewat begitu saya tiba di stasiun. Saya harus tunggu jadwal berikutnya. Kereta datang. saya mauk. Transit di Jatinegara. Saya lelah, ngantuk. unggu kereta lama. Kereta datang  pkl 17:30. Saya  masuk kereta. Lalu kereta menuju Kramat. Saya transit lalu keluar stasiun. Saya makan di Warteg NN Percetakan Negara. Uang bayar makanan tak pas. Mas, sebentar pulang kampus ya, sya belum ambil uang," kataku kepada  pemilik Warteg NN. "Okay mas.  Lalu naik angkot. Saya masuk kampus. "Telat lo...." teman sapa saya di kampus. Saya masuk ruang kuliah. Hari ini kuliah F. Islam tentang Islam dan Lingkungan. Bicara soal manusia dan lingkungan: Sufi, Tasawuf. "Kalau menjadi manusia, jadilah insan yang memberi senyum," kata Prof Al Kautsar. Kuliah berikutnya kuliah  Semianr tesis. Hali ini Pa Karlo dan Pa Bayu mendapat giliran untuk presentasi proposal tesis. "Jelata, kamu ke saya toh? kamu tulis tentang Apa?  tanya Prof Dr. M. Saatraprateja, SJ. "Interpretasi Mimpi Freud?. Mimpi? Mimpi apa? Mimpi Freud? Mimpi nenek moyang? Mimpi  kamu? tanyanya. Mimpi Freud romo. "Menurut Freud, mimpi mrpkn jalan menuju pengetahuan. " jawab saya.

Lalu saya konsultasi dengan beliau. "Apakah romo sudah pernah baca buku itu? "Oh... tidak, saya tak tertarik," jawabnya. Apakah saya perlu mencopikan buku utama tesis saya untuk romo? tanyaku. Tak usah. Saya tak tertarik. Kamu  sebagai apa Jelata, romo ataukah awam? tanyanya. "Saya awam, romo, " jawabku.

Apa mimpimu?" tanyanya.  Kemudian baru saya pikir. Mimpi  saya adalah selesaikan kuliah S2 pada 2016.

"Cari bahan tesis yang mudah. jangan berprinsip:  Kalau bisa yang sulit, kenapa ambil yang mudah. Harusnya, kalau ada yang mudah, mengapa ambil yang sulit. Ingat kalian harus bisa  selesaikan kuliah s2 dalam 5 semester, " pesan romo.



Lalu kami pulang. Saya mampir di ATM BCA Rawasari. Saya ambil uang untuk biaya hidup, termsuk bayar uatang di Warteg NN. Saya hitung uang di saku. Hanya 2.500 uang  pas. Selebihnya uang kerta Rp 50.000. Saya beri uang kertas Rp 50.000 kepada sopir angkot 04. "Adu tak ada uang kecil mas. Biaya angkot Rp 3.000. "Bagaimana kalau saya bayar Rp 2.500  saja. Maaf, kurang Rp 500. Tak jadi masalah. " katanya
Di kereta saya  coba ingat  lagu yang saya ciptakan semalam.

Proses kreatif. Diciptakan di atas sepeda motor, perjalanan dari stasiun Cakung - Kanal Banjil Timur, Harapan Indah - Villa Mutiara Gading, 15 Maret 2016. Jalan  setelah JABODETABEK dilanda hujan lebat, Selasa, 15 Maret 2016. Selesai kuliah, saya naik angkot, naik kereta lalu bawa motor. Di atas motor saya  bersenandung dalam nada dan syair. Syair diraih, nada didapat. Hasilnya seperti di atas. O...betapa indahnya bisa mencipta. Lagu ini sempat hilang dari memori untuk beberapa saat. Memori diisi / ditimbuni oleh obyek lain. Begitu mengerjakan hal lain, lupa  nadanya. Bangun pagi hingga malam  pkl 22:30 tetap tak diingat. Bagaimana cara memanggil kembali memory akan lagu itu?  Saya tetap optimis bahwa bisa dipanggil ulang memory itu. Caranya? Saya  bersenandung. Di dalam kereta api pkl 22:30 am saya lakukan hal itu. Akhirnya saya temukankan syair dan lirik lagu yang sempat lupa hampir 22 jam. Betapa bahagianya saya ketika berhasil menemukannya. Begitu sampai di rumah  di VMG, saya catat liriknya lalu dicarikan nadanya. Wow.... wonderful.  JPS, 17 Maret 2016.

Saya pulang ke rumah. di rumah saya menulis syair dan lirik lagu itu biar tak lupa lagi.
bagaimana cara untuk mengingat? Bagaimana cara kerja memori dalam mengingat? Untuk mengingat memori butuh stimulus, rangsangan. Saya merangsang otak saya dengan  bersenandung. Akhirnya memory bisa memanggil kembali lagu itu. Saya tidur pkl 12:20 am, 17 Maret 2016.

Kamis, 17 Maret 2016

Saya bangun terlambat, pkl 06:20 am. Saya cuma cuci kepala lalu start ke JPS tanpa mandi dan sarapan. Saya tiba pkl 06:30 si sekolah.  Tidak telat. Saya mengawas ujian kelas 3A. Saya belajar dari  Clara bagaimana membuat lingkaran yang  hampir perfek mengggunakan tangan. Dia pegang pensil lalu  memutar pensil sambil tekan unjung pensil di meja. Tangan satu menggerakan ujung pensil. Wow... luar biasa.


Selasa, 22 Maret 2016

Rabu, 23 Maret 2016

Kamis, 24 Maret 2016 - Holiday - Easter


 Selasa, 29 Maret 2016

 Rabu,  31 Maret 2016


Selasa, 5 April 2016

Hari ini saya dapat tugas untuk bawa presentasi Hermeneutika. Penampilan saya kurang bagus. Saya sudah kerja keras namun hasilnya tidak maksimal. Saya dikritik dosen. Ada rasa tidak enak terhadap diri sendiri.

Rabu, 6 April 2016


Kamis, 7 April 2016

Saya tidak menyelesaikan tugas Platon. Saya ajukan kepada dosen apakah bisa menyusul. "Tidak bisa, harus selesai hari ini," katanya. Saya  iklas saja bila gagal. Saya tetap ikut kuliah biar dapat ilmunya.

Selasa, 12 April 2016

Rabu, 13 April 2016

Kamis, 14 April 2016

Selasa, 19 April 2016

Rabu, 20 April 2016

Presentasi  Seminar Tesis. Banyak kritik karena materinya terlalu luas. "Focus!"

Kamis, 21 April 2016


Selasa, 26 April 2016
Di sekolah saya mengawasi ujian Praktek  Agama kelas 6. Saya mendapat jatah makan siang. terima kasih JPS.
Saya harus mengurus banyak hal berkaitan dengan persiapan Misa Ulang Tahun Sekolah, Rabu, 27 Maret 2016. Teks misa saya minta Ms Elia tangani. "aduh sir, coba diberikan jauh-jauh hari sebelumnya, biar tak grasa-grusu  sekarang," katanya. Saya  hubungan Romo, koster, petugas atur kursi, sound, .
Saya batal berangkat tepat  waktu  ke  kampus karena harus mengurus semua ini. Jam 17:00 saya menuju kampus. Hoki, langsung dapat KA di Cakung, transit di Jatinegara, langsung dapat  kereta. Saya terlambat sedikit. Perasaan agak nyaman. Ikut kuliah. Lalu pulang. Bareng  Bayu dalam angkot 04. Saya turun di dekat  Stasiun Kramat. Menuju satsiun Kramat. Langsung dapat KA ke jatinegara dan langsung dapat KA ke Bekasi. Saya ambil sepeda motor, tiba di Rumah pkl 09:45. Rupanya ini saat tiba paling cepat pulang dari kampus.  Lalu baca lalu tidur.


Rabu, 27 April 2016
Di sekolah hari ini ada misa  ulang tahun sekolah / Pesta Nama St. Yohanes Paulus II. Saya urus misa. Saya harus jemput perlengkapan misa di Gereja Albertus. Saya berangkat bersama Pa Dedy menggunakan  mobil JPS. Hari ini makanan berlimpah ruah. Mr. Romeo - Philipine - ulang tahun. Han-han - 3B- ulang tahun, sekolah ulang tahun, kami dapat 3 porsi makanan. Saya bawa makanan. 4 porsi jadinya.

Presentasi  makalah Pluralisme Sufi: Mencari titik temu dalam perbedaan. Saya bawakan kurang meyakinkan. Saya sudah persiapkan cukup baik hanya masalah dalam perjalanan. Kereta api berangkat terlambat dari Cakung. Saya terlambat 30  menit. Sedianya mulai jam 17:00, saya baru tiba pkl 17:30. Saya copy materi  15 ex  dengan harga Rp 4.000. Teman saya tidak bisa tampil karena dia persiapkan materi yang sama dengan pembicara di depan kami Pa Yon. Akhirnya dia mundur dari presentasi lalu negosiasi lagi dengan dosen untuk bahan presentasinya.

Lalu dilanjutkan dengan kuliah Semianr Tesis. Santy yang presentasikan  Proposal tesisnya. Pembimbingnya Prof. Dr . Alex Lanur. Pater  Prof. Dr . Alex Lanur bercanda kepada saya: "Ole... bagaimana kabar Bekasi ini, kabarnya  mengeram saja di Bekasi," canda beliau. "Ia Pater lagi bingung terlalu banyak tugas. Kuliah diisi oleh Rm. Dr. Hery Priono, SJ. Beliau masih menjelaskan  tesis dan aturan sekolah. "Paling lama, kuliah S2 di STFD 4 tahun. Bila lebih, di -do - kan atau mengundurkan diri.

Rabu, ......... 2016.

Hari ini saya mengikuti kuliah Seminar Tesis. Prof. M. Sastrapetedja  yang menyajikan materi. Kali ini  pembahasan ujiaan Komprehensif untuk Mata kuliah Antropologi Filosofis. Tokoh yang diangkat adalah Sigmund Freud dan Jacques Lacan.  Kami coba menyimak. Saya coba mencatat.
Kamis, 5 Mei 2016

Kamis, 28 April 2016.

Hari ini saya mengikuti kuliah Filsafat Budaya / Aliran-aliran Filsafat Budaya. Prof. M. Sastrapetedja  yang menyajikan materi. Kali ini  pembahasan  tentang Globalisasi.


 Selasa,  3 Mei 2016

Rabu, 4 Mei 2016 - libur hari Kenaikan TY  ke Surga
Kamis, 5 Mei 2016 - Libur Isra miraj


 Senin, 9 Mei 2016

Hari ini  jadwal kumpul tugas Filsfat Budaya. Semalam saya tidur jam 02:00 am. Bangun pagi pkl 06:20. Berankat ke sekolah. Untung  tidak terlambat. Paginya saya edit  tugas kuliah lalu print. Lalu saya kembali ke rumah. Hujan datang. Saya rencana ke kampus untuk menyerahkan tugas kuliah, Filsafat Budaya / Aliran-Aliran Pemikiran Budaya yang dik oordinatori oleh Prof. Dr. M. Sastrapretedja. Saya makan nasi, sayur yang hampir basi dan ikan dan sayuran dari warung Padang di VMG. Enak. Saya makan sampai kenyang lalu berangkat ke kampus. Hujan datang. Saya pakai mantel. Ternyata hanya  sampai di VMG saja. Di tempat lain kering. Baru muncul lagi di Pulo Gebang / satsiun Cakung. Saya masuk  stasiun. Tunggu kereta api. Badan terasa berat. Ngantuk. Kreta datang. Saya masuk ke dalam kereta.Saya  dengarkan percakapan orang tentang kuliah dan tesis. Mereka 2 orang. Rupanya mereka  mahasiswa semster Pasca Sarjana semester akbir yang sedang kerjakan tesis. Transfit di Jatinegara. Tunggu KA lama sekali. Pukul 19:00 kereta datang. Pkl 19:30 berangkat. Saya turun di Stasiun  Kramat. Lalu jalan kaki sebentar menuju ke jalan Percetakan untuk dapatkan angkot ke Rawasari. Cuma saya penumpang dalam  angkot. Saya tiba di kampus pkl 19:45 pm. Wow..... ternyata kantor sudah tutup. Saya ketemu teman Yulius  dan  Berto. "Kantor sudah tutup. Besok saja," Yulius  sarankan. Kami ngobrol. Lalu saya pulang. Terbersit rasa kecewa dalam diri, Kecewa kepada diri sendiri, kepada kampus karena cepat tutup menyebabkan saya tidak bisa kumpul tugas tepat waktu padahal untuk kerjakan tugas ini sudah bekerja keras,  baru tidur jam 03:00 am  semalam. Selain itu sudah berkorban  waktu, tenaga, dana transportasi.Dari Stasiun Cakung - kampus STFD saja sudah menghabiskan Rp 15.000, belum termasuk ongkos dari rumah ke stasiun PP.  Saya ikhlas  saja. Bila ternyata  gagal. Saya putuskan  ke RS Carolus untuk besok Pa Robert yang sedang dirawat karena sakit. Saya masuk. Beliau ada di ruang Carolus. Saya masuk. Saya minta izin kepada petugas. Saya  bertemu  Pa Robert  yang didampingi istrinya, Ibu Theres. Kami ngobrol  lalu kami berdoa. Lalu pulang. Saya pakai kereta. Turun di Cakung. Lalu pakai motor ke kontrakan VMG.

Selasa, 10 Mei 2016

Saya  agak pusing. Namun tetap ke sekolah.Saya ke warung untuk beli obat sakit perut: Tai ping san. Saya beli di warung di Helte Harmoni, Rp 3.000. Lalu sore hari berangka ke kampus STFD.Di depan Gereja St. Albertus, seorang perempuan bersuara. Saya berhenti. Saya pikir dia minta tumpangan. Ternyata dia mau menjajakan dagangan. Dia jual kue sejenis "........."  dari Yogya yang di dalamnya ada kacang hijau. Ini Rp 12.000. Tolong saya dek / nak. Saya mau beli minum. Saya beri uang Rp 5.000 kepadanya. Terima kasih nak / dek," katanya. Saya tak tahu dia jujur  atau tidak dalam kasusnya ini.   Kuliah Hermeneutika  dan Ilmu dan Masyarakat. Saya agak pusing hari ini. Kesehatan terganggu. Mungkin pwngaruh makanan. Senin kemarin saya makan nasi cukup banyak. Juga makan sayur tapi sayurnya hampir basi. Saya juga makan sayur dan lauk  yang diacampuri cebe cukup banyak dari warung Padang. Mungkin itu yang membuat kesehatan (perut)  saya agak terganggu, Saya rasa dada terasa sakit.  Meski demikain saya berusaha tetap ke sekolah dan kampus. Saya   menyerahkan tugas kuliah sebagai UTS. Beruntung masih bisa diterima karena jadwal  pengumpulnya kemarin. Saya tiba terlambat kemarin. Kantor kampus S2 sudah tutup ketika saya tiba. Saya tiba pkl 19:45 pm. Lalu saya ngobrol dengan teman. Lalu ikut kuliah Ilmu dan Masayarakat yang diberikan oleh Ibu Dr. Karlina Supeli. Lalu saya pulang. Kami seangkot bersama Asfin, Bayu Utami dan saya. Kami ngobrol dalam angkot. Saya dan asfin turun di Stasiun Kramat. Kami menuju stasiun. Tunggu kereta cukup lama. Saya baca buku  Freud: The Interpretation of Dreams. Kereta datang. Saya masuk. Seorang teman kuliah turun di stasiun  Pondok Jati. Dia tinggal sekitar situ.  Saya terus baca buku. Termasuk ketika  sudah tiba di stasiun Jatinegara  dan  dalam kereta. Lalu saya pakai motor menuju ke VMG. Di sana saya menemukan halaman rumah sudah dibersihkan / disiram karena banyak kotoran termasuk tai kucing. Saya cermati jejak air. Rupanya tetangga yang lakukan itu. "Terima kasih Pa  untuk bantuannya. Halaman rumah sebelumnya  ada banyak kotoran kucing. Saya sangat benci dengan kucing yang buang kotoran di depan rumah.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar