Freud's
Conceptualization of the Unconscious
Updated July 10, 2019
In Freud's psychoanalytic theory of
personality, the unconscious mind is a reservoir of feelings, thoughts, urges,
and memories that outside of our conscious awareness. Most of the contents
of the unconscious are unacceptable or unpleasant, such as feelings of pain,
anxiety, or conflict. According to Freud, the unconscious continues to
influence our behavior and experience even though we are unaware of these
underlying influences.
The Unconscious Mind:
Below the Surface of Awareness
When thinking of the unconscious mind,
it can be helpful to compare the mind to an iceberg. Everything above the water
represents conscious awareness while everything below the water represents
the unconscious.
Consider how an iceberg would look if
you could see it in its entirety. Only a small part of the iceberg is actually
visible above the water. What you cannot see from the surface is the enormous
amount of ice that makes up the bulk of the iceberg, submerged deep below in
the water.
The things that represent our conscious
awareness are simply "the tip of the iceberg." The rest of the
information that is outside of conscious awareness lies below the surface.
While this information might not be accessible consciously, it still exerts an
influence over current behavior.
Freud believed that many of our feelings, desires, and
emotions are repressed or held out of awareness. Why? Because, he suggested,
they were simply too threatening. Freud believed that sometimes these hidden
desires and wishes make themselves known through dreams and slips of the tongue
(aka "Freudian slips").
Freud believed that all of our basic
instincts and urges were also contained in the unconscious mind. The life and death instincts, for example, were
found in the unconscious. The life instincts, sometimes known as the sexual
instincts, are those that are related to survival. The death instincts include
such things as thoughts of aggression, trauma, and danger.
Such urges kept out of consciousness
because our conscious minds often view them as unacceptable or irrational. In
order to keep these urges out of awareness, Freud suggested that people often
utilize a number of different defense mechanisms to prevent them from
rising to awareness.
How Is Unconscious
Information Brought Into Awareness?
There are a few different ways that
information from the unconscious might be brought into conscious awareness,
according to Freud.
Free Association: Freud also believed that he could
bring these unconscious feelings into awareness through the use of a technique
called free association. He asked patients to relax and say whatever came to
mind without any consideration of how trivial, irrelevant, or embarrassing it
might be. By tracing these streams of thought, Freud believed he could uncover
the contents of the unconscious mind where repressed desires and painful
childhood memories existed.
Dream Interpretation: Freud also suggested that dreams
were another route to the unconscious. While information from the unconscious
mind may sometimes appear in dreams, he believed that it was often in a
disguised form. Dream interpretation often involves examining the literal
content of a dream (known as the manifest content) to try to uncover the
hidden, unconscious meaning of the dream (the latent content). Freud also believed that
dreams were a form of wish fulfillment. Because these unconscious urges could
not be expressed in waking life, he believed they find expression in dreams.
Criticisms
The very idea of the existence of the
unconscious has not been without controversy. A number of researchers have
criticized the notion and dispute that there is actually an unconscious mind at
all.
More recently in the field of cognitive
psychology, researchers have focused on automatic and implicit functions to
describe things that were previously attributed to the unconscious. According
to this approach, there are many cognitive functions that take place outside of
our conscious awareness. This research may not support Freud's
conceptualization of the unconscious mind, yet it does offer evidence that
things that we are not aware of consciously may still have an influence on our
behaviors.
Unlike early psychoanalytic approaches
to the unconscious, research within the field of cognitive psychology is driven
by scientific investigations and empirical data supporting the existence of
these automatic cognitive processes.
A Word From Verywell
While Sigmund Freud did not invent the
concept of the unconscious mind, he did popularize it to the point that it is
largely associated with his psychoanalytic theories. The notion of the
unconscious continues to play a role in modern psychology as researchers strive
to understand how the mind operates outside of conscious awareness.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Konseptualisasi Freud tentang Ketidaksadaran
Oleh Kendra Cherry
Diperbarui 10 Juli 2019
Dalam teori psikoanalitik Freud tentang kepribadian, pikiran bawah sadar adalah cadangan perasaan, pikiran, dorongan, dan kenangan yang berada di luar kesadaran kita. Sebagian besar isi alam bawah sadar tidak dapat diterima atau tidak menyenangkan, seperti perasaan sakit, cemas, atau konflik. Menurut Freud, ketidaksadaran terus memengaruhi perilaku dan pengalaman kita meskipun kita tidak menyadari pengaruh mendasar ini.
Pikiran Bawah Sadar: Di Bawah Permukaan Kesadaran
Ketika memikirkan pikiran bawah sadar, akan sangat membantu jika membandingkan pikiran dengan gunung es. Segala sesuatu di atas air mewakili kesadaran, sementara segala sesuatu di bawah air mewakili ketidaksadaran.
Pertimbangkan bagaimana gunung es akan terlihat jika Anda bisa melihatnya secara keseluruhan. Hanya sebagian kecil dari gunung es yang benar-benar terlihat di atas air. Apa yang tidak bisa Anda lihat dari permukaan adalah jumlah besar es yang membentuk sebagian besar gunung es, yang tenggelam jauh di bawah air.
Hal-hal yang mewakili kesadaran kita hanyalah "puncak gunung es." Sisa informasi yang berada di luar kesadaran sadar terletak di bawah permukaan. Meskipun informasi ini mungkin tidak dapat diakses secara sadar, masih memberikan pengaruh terhadap perilaku saat ini.
Freud percaya bahwa banyak dari perasaan, keinginan, dan emosi kita ditekan atau ditahan karena kesadaran. Mengapa? Karena, ia menyarankan, mereka terlalu mengancam. Freud percaya bahwa kadang-kadang keinginan dan harapan tersembunyi ini diketahui melalui mimpi dan slip lidah (alias "slip Freudian").
Freud percaya bahwa semua naluri dan dorongan dasar kita juga terkandung dalam pikiran bawah sadar. Naluri hidup dan mati, misalnya, ditemukan di alam bawah sadar. Naluri kehidupan, kadang-kadang dikenal sebagai naluri seksual, adalah yang terkait dengan kelangsungan hidup. Naluri kematian mencakup hal-hal seperti pikiran tentang agresi, trauma, dan bahaya.
Dorongan seperti itu tidak disadari karena pikiran sadar kita sering melihatnya sebagai hal yang tidak dapat diterima atau tidak rasional. Untuk menjaga agar desakan-desakan ini tidak disadari, Freud menyarankan bahwa orang sering menggunakan sejumlah mekanisme pertahanan yang berbeda untuk mencegah mereka naik ke kesadaran.
Bagaimana Informasi Bawah Sadar Dibawa Menjadi Kesadaran?
Ada beberapa cara berbeda bahwa informasi dari alam bawah sadar dapat dibawa ke dalam kesadaran, menurut Freud.
Free Association: Freud juga percaya bahwa ia dapat membawa perasaan tak sadar ini ke dalam kesadaran melalui penggunaan teknik yang disebut asosiasi bebas. Dia meminta pasien untuk rileks dan mengatakan apa pun yang terlintas dalam pikirannya tanpa mempertimbangkan seberapa sepele, tidak relevan, atau memalukannya. Dengan menelusuri aliran pemikiran ini, Freud percaya dia bisa mengungkap isi pikiran bawah sadar di mana keinginan yang tertekan dan kenangan masa kecil yang menyakitkan ada.
Interpretasi Mimpi: Freud juga menyarankan bahwa mimpi adalah rute lain menuju alam bawah sadar. Sementara informasi dari pikiran bawah sadar kadang-kadang muncul dalam mimpi, ia percaya bahwa itu sering dalam bentuk yang disamarkan. Interpretasi mimpi sering melibatkan memeriksa konten literal dari sebuah mimpi (dikenal sebagai konten manifes) untuk mencoba mengungkap makna mimpi yang tersembunyi dan tidak disadari (konten laten). Freud juga percaya bahwa mimpi adalah bentuk pemenuhan keinginan. Karena dorongan tak sadar ini tidak dapat diekspresikan dalam kehidupan nyata, ia percaya mereka menemukan ekspresi dalam mimpi.
Kritik
Gagasan tentang keberadaan alam bawah sadar bukanlah tanpa kontroversi. Sejumlah peneliti telah mengkritik gagasan tersebut dan membantah bahwa sebenarnya ada pikiran yang tidak sadar sama sekali.
Baru-baru ini di bidang psikologi kognitif, para peneliti telah memfokuskan pada fungsi otomatis dan implisit untuk menggambarkan hal-hal yang sebelumnya dikaitkan dengan ketidaksadaran. Menurut pendekatan ini, ada banyak fungsi kognitif yang terjadi di luar kesadaran kita. Penelitian ini mungkin tidak mendukung konseptualisasi Freud tentang pikiran bawah sadar, namun ia menawarkan bukti bahwa hal-hal yang tidak kita sadari secara sadar mungkin masih memiliki pengaruh pada perilaku kita.
Tidak seperti pendekatan psikoanalitik awal terhadap ketidaksadaran, penelitian dalam bidang psikologi kognitif didorong oleh penyelidikan ilmiah dan data empiris yang mendukung keberadaan proses kognitif otomatis ini.
Sepatah Kata Dari Verywell
Sementara Sigmund Freud tidak menemukan konsep pikiran bawah sadar, ia mempopulerkannya sampai pada titik yang sebagian besar dikaitkan dengan teori psikoanalitiknya. Gagasan bawah sadar terus memainkan peran dalam psikologi modern ketika para peneliti berusaha untuk memahami bagaimana pikiran beroperasi di luar kesadaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar