Selasa, 03 September 2019

FREUD - 1

FREUD - 1

Freud's Conceptualization of the Unconscious
Updated July 10, 2019




In Freud's psychoanalytic theory of personality, the unconscious mind is a reservoir of feelings, thoughts, urges, and memories that outside of our conscious awareness. Most of the contents of the unconscious are unacceptable or unpleasant, such as feelings of pain, anxiety, or conflict. According to Freud, the unconscious continues to influence our behavior and experience even though we are unaware of these underlying influences.

The Unconscious Mind: Below the Surface of Awareness

When thinking of the unconscious mind, it can be helpful to compare the mind to an iceberg. Everything above the water represents conscious awareness while everything below the water represents the unconscious.
Consider how an iceberg would look if you could see it in its entirety. Only a small part of the iceberg is actually visible above the water. What you cannot see from the surface is the enormous amount of ice that makes up the bulk of the iceberg, submerged deep below in the water.
The things that represent our conscious awareness are simply "the tip of the iceberg." The rest of the information that is outside of conscious awareness lies below the surface. While this information might not be accessible consciously, it still exerts an influence over current behavior.
Freud believed that many of our feelings, desires, and emotions are repressed or held out of awareness. Why? Because, he suggested, they were simply too threatening. Freud believed that sometimes these hidden desires and wishes make themselves known through dreams and slips of the tongue (aka "Freudian slips").
Freud believed that all of our basic instincts and urges were also contained in the unconscious mind. The life and death instincts, for example, were found in the unconscious. The life instincts, sometimes known as the sexual instincts, are those that are related to survival. The death instincts include such things as thoughts of aggression, trauma, and danger.
Such urges kept out of consciousness because our conscious minds often view them as unacceptable or irrational. In order to keep these urges out of awareness, Freud suggested that people often utilize a number of different defense mechanisms to prevent them from rising to awareness.
How Is Unconscious Information Brought Into Awareness?
There are a few different ways that information from the unconscious might be brought into conscious awareness, according to Freud.
Free Association: Freud also believed that he could bring these unconscious feelings into awareness through the use of a technique called free association. He asked patients to relax and say whatever came to mind without any consideration of how trivial, irrelevant, or embarrassing it might be. By tracing these streams of thought, Freud believed he could uncover the contents of the unconscious mind where repressed desires and painful childhood memories existed.
Dream Interpretation: Freud also suggested that dreams were another route to the unconscious. While information from the unconscious mind may sometimes appear in dreams, he believed that it was often in a disguised form. Dream interpretation often involves examining the literal content of a dream (known as the manifest content) to try to uncover the hidden, unconscious meaning of the dream (the latent content). Freud also believed that dreams were a form of wish fulfillment. Because these unconscious urges could not be expressed in waking life, he believed they find expression in dreams.
Criticisms
The very idea of the existence of the unconscious has not been without controversy. A number of researchers have criticized the notion and dispute that there is actually an unconscious mind at all. 
More recently in the field of cognitive psychology, researchers have focused on automatic and implicit functions to describe things that were previously attributed to the unconscious. According to this approach, there are many cognitive functions that take place outside of our conscious awareness. This research may not support Freud's conceptualization of the unconscious mind, yet it does offer evidence that things that we are not aware of consciously may still have an influence on our behaviors.
Unlike early psychoanalytic approaches to the unconscious, research within the field of cognitive psychology is driven by scientific investigations and empirical data supporting the existence of these automatic cognitive processes.
A Word From Verywell
While Sigmund Freud did not invent the concept of the unconscious mind, he did popularize it to the point that it is largely associated with his psychoanalytic theories. The notion of the unconscious continues to play a role in modern psychology as researchers strive to understand how the mind operates outside of conscious awareness.



-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Konseptualisasi Freud tentang Ketidaksadaran

Oleh Kendra Cherry
Diperbarui 10 Juli 2019



 Dalam teori psikoanalitik Freud tentang kepribadian, pikiran bawah sadar adalah cadangan perasaan, pikiran, dorongan, dan kenangan yang berada di luar kesadaran kita. Sebagian besar isi alam bawah sadar tidak dapat diterima atau tidak menyenangkan, seperti perasaan sakit, cemas, atau konflik. Menurut Freud, ketidaksadaran terus memengaruhi perilaku dan pengalaman kita meskipun kita tidak menyadari pengaruh mendasar ini.

Pikiran Bawah Sadar: Di Bawah Permukaan Kesadaran

Ketika memikirkan pikiran bawah sadar, akan sangat membantu jika membandingkan pikiran dengan gunung es. Segala sesuatu di atas air mewakili kesadaran, sementara segala sesuatu di bawah air mewakili ketidaksadaran.
Pertimbangkan bagaimana gunung es akan terlihat jika Anda bisa melihatnya secara keseluruhan. Hanya sebagian kecil dari gunung es yang benar-benar terlihat di atas air. Apa yang tidak bisa Anda lihat dari permukaan adalah jumlah besar es yang membentuk sebagian besar gunung es, yang tenggelam jauh di bawah air.
Hal-hal yang mewakili kesadaran kita hanyalah "puncak gunung es." Sisa informasi yang berada di luar kesadaran sadar terletak di bawah permukaan. Meskipun informasi ini mungkin tidak dapat diakses secara sadar, masih memberikan pengaruh terhadap perilaku saat ini.
Freud percaya bahwa banyak dari perasaan, keinginan, dan emosi kita ditekan atau ditahan karena kesadaran. Mengapa? Karena, ia menyarankan, mereka terlalu mengancam. Freud percaya bahwa kadang-kadang keinginan dan harapan tersembunyi ini diketahui melalui mimpi dan slip lidah (alias "slip Freudian").
Freud percaya bahwa semua naluri dan dorongan dasar kita juga terkandung dalam pikiran bawah sadar. Naluri hidup dan mati, misalnya, ditemukan di alam bawah sadar. Naluri kehidupan, kadang-kadang dikenal sebagai naluri seksual, adalah yang terkait dengan kelangsungan hidup. Naluri kematian mencakup hal-hal seperti pikiran tentang agresi, trauma, dan bahaya.
Dorongan seperti itu tidak disadari karena pikiran sadar kita sering melihatnya sebagai hal yang tidak dapat diterima atau tidak rasional. Untuk menjaga agar desakan-desakan ini tidak disadari, Freud menyarankan bahwa orang sering menggunakan sejumlah mekanisme pertahanan yang berbeda untuk mencegah mereka naik ke kesadaran.
Bagaimana Informasi Bawah Sadar Dibawa Menjadi Kesadaran?
Ada beberapa cara berbeda bahwa informasi dari alam bawah sadar dapat dibawa ke dalam kesadaran, menurut Freud.
Free Association: Freud juga percaya bahwa ia dapat membawa perasaan tak sadar ini ke dalam kesadaran melalui penggunaan teknik yang disebut asosiasi bebas. Dia meminta pasien untuk rileks dan mengatakan apa pun yang terlintas dalam pikirannya tanpa mempertimbangkan seberapa sepele, tidak relevan, atau memalukannya. Dengan menelusuri aliran pemikiran ini, Freud percaya dia bisa mengungkap isi pikiran bawah sadar di mana keinginan yang tertekan dan kenangan masa kecil yang menyakitkan ada.
Interpretasi Mimpi: Freud juga menyarankan bahwa mimpi adalah rute lain menuju alam bawah sadar. Sementara informasi dari pikiran bawah sadar kadang-kadang muncul dalam mimpi, ia percaya bahwa itu sering dalam bentuk yang disamarkan. Interpretasi mimpi sering melibatkan memeriksa konten literal dari sebuah mimpi (dikenal sebagai konten manifes) untuk mencoba mengungkap makna mimpi yang tersembunyi dan tidak disadari (konten laten). Freud juga percaya bahwa mimpi adalah bentuk pemenuhan keinginan. Karena dorongan tak sadar ini tidak dapat diekspresikan dalam kehidupan nyata, ia percaya mereka menemukan ekspresi dalam mimpi.
Kritik
Gagasan tentang keberadaan alam bawah sadar bukanlah tanpa kontroversi. Sejumlah peneliti telah mengkritik gagasan tersebut dan membantah bahwa sebenarnya ada pikiran yang tidak sadar sama sekali.
Baru-baru ini di bidang psikologi kognitif, para peneliti telah memfokuskan pada fungsi otomatis dan implisit untuk menggambarkan hal-hal yang sebelumnya dikaitkan dengan ketidaksadaran. Menurut pendekatan ini, ada banyak fungsi kognitif yang terjadi di luar kesadaran kita. Penelitian ini mungkin tidak mendukung konseptualisasi Freud tentang pikiran bawah sadar, namun ia menawarkan bukti bahwa hal-hal yang tidak kita sadari secara sadar mungkin masih memiliki pengaruh pada perilaku kita.
Tidak seperti pendekatan psikoanalitik awal terhadap ketidaksadaran, penelitian dalam bidang psikologi kognitif didorong oleh penyelidikan ilmiah dan data empiris yang mendukung keberadaan proses kognitif otomatis ini.
Sepatah Kata Dari Verywell
Sementara Sigmund Freud tidak menemukan konsep pikiran bawah sadar, ia mempopulerkannya sampai pada titik yang sebagian besar dikaitkan dengan teori psikoanalitiknya. Gagasan bawah sadar terus memainkan peran dalam psikologi modern ketika para peneliti berusaha untuk memahami bagaimana pikiran beroperasi di luar kesadaran.






Rabu, 28 Agustus 2019

LECTURE AGAIN - sem 1

LECTURE AGAIN - sem 1

Tuesday, 27 August 2019: - the  first day lecture. I'm  riot (huru hara) to go to Campus. I stay in VMG, Setia Asih, Tarumajaya. I'm  use  motor cycle, Gojek, tran to compus. I save motor cycle in Mc Donal Harapan Indah. Than I use Gojek to Kranji station. Than I use Train to Jatinegara. Than I use Gojek to  campus.I'm not discipline. I submit the study plan card (kartu rencana studi). Lucky I arrive 8 minutes before  start lecture . The first lecture is Culture  Philosophy (Filsafat Budaya) who teach by Prof. Dr. Sastraprateja,SJ. He delivery introduction material.  He talk and explain  nicely. Father Prof. Dr. Sastraprateja,SJ get difficult to raise the projector screen that close the white board  while he want to write in white board. The  men college students (2) help it  and success. 

There are some college student who confuse looking for lecture room. There are 2 college students who entrance to this room. "Philosophy Study  crowded  until college student (mahasiswa)  confuse looking  for the lecture room,"  Prof Sastro said. Than he ask college student  to read the text than translate it. 

The second  courses is Religion Philosophy who is able to by Prof. Dr. A. Sudiarja,SJ. There are more than 70 studentns who join on this  courses. Father Prof. Dr. A. Sudiarja,SJ  use  projector when teach this courses (mata kuliah).

Than I on foot  to Rawasari to get busway. I wank with Priest Dony Purba. He is Proet of Prtotestant Churxh who live n Cililitan, Eat Jakarta.  Than I  emtrance to shelter of busway. I  go back to Harapan Indah.  I get chair to sit down in  busway to Harapan Indah. I'm tired. I'm sleepy. I exit at Harapan Indah i shelter. Than I order ginger milk. I pay IDR 3.000. Than  I restrain desire (menahan hasrat) to eat of  meatballs (bakso)  because had eat more rice  in the morning and afternoon.  I spend IDR 2.000  for parking place. Than in Alfamart Pasar Modern I top Gopay. I spend IDR, 102.000 for IDR 100.000 gopay. I buy banana in customer trader  (pedagang langganan)  in  crossroad (perempatan) Stall food Haji Combo.  I spend IDR 5.000. I eat banana. Than I go back to home. I'm  read book than make reflection. I'm  spending IDR 26.000  for  transportation and  food when go to campus  and back to home  with variation of transport (motor cycle, train, Gojek,  busway).


Wednesday, 28 August 2019. The second day lecture. I start  04.00 am  from JPS. I go  back to home to lunch. I buy vegetable and fish in Padang Restaurant. I psend IDR 7.000  for it. Than I' going back to home. Than I'm eating. Than start to campus. I save my motor cycle in the KFC Harapan Indah. Than I order Gojek to Cakung station. The price on Gopay IDR 6.000. I want get IDR 5.000. SO, I on foot to Jl. Suktan Agung. I crossroad in crowded vehicle. I success. Than I order Gojek. The orice IDR 18.000. Wow....I'm multiple losses (rugi berganda). My target get cheap price evidently I get expensice, get tired, sweat becasuse in foot. I on foot to  Kanal Banjir Timur. Than I order Gojek there. I get IDR 16.000. The  Grab driver  come. We negotiation. I already order GOJEK. I offer him IDR 15.000. He ask IDR 20.000. I still order GOJEK. Finally I  get the price IDR 15.000 but I cancel what I order. We go to  Cakung station. I arrive there. Lucky the train still wait. I entrance. I exit in  Jatinrgara. I on foot to  crossrooad by brodge. I order Gojek. I get Gojek. We by pass Rawa Bungan - Jl. Raya Bekasi - Jatinegara - Jl. Ahmad Yani - Utan ayu - Pramuka Sari - Cempaka Indah - STF. I arrive on 06.30 pm. I pay IDR 6.000 through  gopay tool.  I want to join the second lecture. I arrive in tight time. Evidently there is general meeting   lecturers  and  college students today. I don't know. For the first I get this experience. Dr. Karlina, Father Dr. Herry Priyono, SY, Father Dr. Thomas Hidya, Father Dr. Simon Petrus Lili Tjahjadi,Pr, Father Dr. Vitus Rubianto, SX, Father Prof. Soedarminto, SJ, Father Dr. Peter Aman, OFM, Father Dr. Andre Atawolo,OFM   and secretary staff - Ms Retno and Ms.......... come. They presentation the material, especially  accademic  rules. Than Naomi - assesor -  give input.

There are many college students who join in  this meeting. I meet my classmate, just as Mr. Roy, Ms. Ruth, Ms Betty, Mr. Aeng, Father.............. (from Surabaya)   and some others. I by the way  with Mr. Roy. "I had resign annd start  lecture  again.  I pay for this semester about IDR 10.000.000 (IDR  9.550.000). 

Than I go back to VMG, Harapan Indah. I on foot to Rawasari. I se busway. I see Ms. Retno. She use busway too. Than I  entrance to busway. I transit in Cempaka Putih . Than I go to Cempaka Timur. I wait  busway. The bus come. I entrance. I transit at ASMI. I wait busway. The  busway come. I entrance. We arrive at  HI on  21.30 am. I'm feel  my  sweat (keringat)  froze up (membeku) on my body becauuse AC in busway. I try to peace with my body that still dirty because  sweat (keringat). 
I buy banana. Than go home. I read  WA of  Wela  group. I critic  the finance  management of social gathering  of PKWJ  that seem disorder. Please set again to tidy," I suggest to Ms. Yul Daiman (Majul) and Mr. Robert. Than I'm rest. 




Senin, 27 Mei 2019

THESIS

THESIS

Tesis  Tentang   Freud: The Interpretation of Dreams

MIMPI SEBAGAI AKTIVITAS  JIWA

Mengapa mimpi?  Mimpi  merupakan  aktivitas  alam bawah sadar (unconscious)  yang dapat  menggerak perilaku manusia.

Catatan  kritis  terhadap  Mimpi:

  1. Pikiran mimpi  tidak tuntas bahkan  irasional
  2. Mimpi  bisa  dipulih oleh memori. Bagaimana cara memori memulihkan mimpi?  Memori  butuh stimulus (rangsangan).  Selasa, 28 Mei 2019. Saya memiliki mimpi pada pagi sekitar jam 03 -04.30 am. Ada beberapa mimpi  yang saya ingat namun ada juga yang s lupa. Saat lari pagi, saya kayang. Kegiatan kayang ini menjadi rangsangan  bagi memoriku untuk mengingat mimpi  yakni  menolong teman   yang mau kayang. Saya menopang pinggangnnya. Teman itu adalah  Ignasius Kampianus Tatu, teman saat SMP-SMA di St. Klaus Kuwu.  Dia kayang namun tak sempurna. Mungkin  otot dan tulangnya belum lentur. Pengalaman lain. Rabu, 5 Mei 2021. Saya memiliki beberapa mimpi pada saat tidur malam hingga  pagi. Ketika bangun, lupa mengingat mimpi-mimpi itu. Saya tak mau memaksa memori mengingatnya. Saya berangkat kerja. Di pasar Kampung Bogor , di kiosk buah sebelah kiiri jalan saya melihat seorang perempuan pemilik kiosk buah menggunakan kemoceng untuk membersihkan  debu pada  barang dagangannya.  Lalu saya teringat mimpi saya pada malam / pagi ketika saya dan teman-teman Seminari Tinggi Ritapiret  Maunere. Kami sepertinya pulanng liburan dari kampung halaman  untuk masuk Seminari guna melanjutkan kegiatan belajar dan pembinaan. Saya   ketemu Pey Hurint, Lukas Laba. Mereka membawa  tas dan tali rafia yang sudah dipotonng  dengan ukuran tertentu untuk dijadikan kemoceng pembersih debu. "Oh..... cepat  juga mereka lakukan hal ini. Begitu masuk, mereka langsung siapkan pembersih debu," kataku dalam hati memuji mereka. "Sementara saya sendiri, masih santai, belum membeli hal-hal itu. Mereka  gesit  sementara saya lelet," kataku dalam hati menilai diriku sendiri.
  3. Pikiran mimpi bisa benar, bisa salah.  Selasa, 28 Mei 2019. Saya  bermimpi bertemu teman-seman saat SMP - SMA, misalnya  Ludovikus  Do. Dia menyebut beberapa pastor yang pernah bertugas di Kuwu.  "Tidak tepat apa yang kamu sampaikan itu  Ludo. Beberapa nama itu tak pernah bertugas di St.Klaus Kuwu," protesku dalam  hati. 
  4. Mimpi berkaitan dengan banyak hal, termasuk kecenderungan untuk mempertahankan hidup (mimpi genital) dan hal  lainnya. Namun tak semua mimpi berhubungan dengan seksualitas. (1- 5 , VMG  dan JPS, 28 Mei 2019)
  5. Mimpi  bisa  hilang dan muncul dalam ingatan kita. Ini tergantung memori. Mimpi bisa  hilang namun bisa muncul kembali. Pemunculan  mimpi  bisa  butuh stimulus, bisa juga muncul secara tiba-tiba. Pemunculan tiba-tiba mimpi dalam memori bisa  saya terangkan dalam pengalaman berikut. Kesehatan saya agak terganngu sejak Sabtu sore, 27 Juli 2019. Saya pusing  dan agak mual. Saya minum air. Rasa pusing sedikit reda. Saya  putuskan pulang ke rumah.  Saya mengendarai sepeda  motor. Puji Tuhan, saya tiba dengan selamat di rumah. Saya malah sempat  membeli sayur dan ikan di Warung Padang untuk makan malam. Namun, saking pusing, saya tunda  mengkonsumsi semuanya  itu,  tunggu pagi besoknya  baru saya nikmati makanan itu. ya. Saya lakukan itu. Pada hari Minggu, kondisi saya  membaik. Meski demikian, saya tetap perlu ke dokter untuk berobat. Saya ke sana pada malamnya. Lalu saya kembalu ke rumah, lalu saya  makan malam dan minum obat. Lalu saya tidur. Paginya bangun. Saya persiapkan diri ke sekolah. Pagi hari saat itu saya tak  mengingat mimpi saya. "Mungkin saya tak punya mimpi dalam istirahat malam tadi,"  kataku. "Sudahlah, tak perlu menambah beban ada memory. Memori mau  ingat baik, tidak juga baik.  Tak usah diperjuangkan sedemikian rupa untuk mengingatnya," demikian prinsipku. Di sekolah sekitar pkl 10.00 am,  pikiran  memunculkan secara tiba-tiba  sesuatu gambaran dalam ingatanku. "Oh...ini mimpi saya  tadi malam, yakni, saya dan kawan-kawan  berada seperti di kawasan pegunungan, sepertinya travelling. Saya tampaknya mau pulang. Wajah kami menghadap ke  Timur).  Bukan hanya  mimpi ini saja. Ternyata memori saya bisa memuncukan mimpi lain pada masa   lalu.  Memori manusia  tampakanya berlapis-lapis. Ketika ada rangsangan maka  lapisan kesadaran itu menyeruak dan menyembul ke permukaan kesadaran dan saat itulah kita bisa mengingat dan sadar akan pengalaman / mimpi itu.  (VMG I  n JPS 29  Juli 2019).
  6. Mimpi itu  suatu proses  berpikir. Koq  bisa? Iya  karena dalam berpikir ada ucapan / tuturan  dan nyanyian. Ada simbol /  bahasa  di dalamnya. Bisa simak orang yang mengigau saat tidur . Untuk soal nyanyian, pada 17 April 2021, saya teringat penggalan nyanyian dalam Bahasa  Manggaarai : " ........o.....o........ i o  dindun e.......( Lihat  nyanyian  dalam Songko lokap Ra'ong:  Deere: Tura Leleng:  https://www.youtube.com/watch?v=HR2K69jAdI8       dan    bisa   juga  lagu : " KOLE LAU- KOLE LAU, OLE RENGE-RENGGEN A A O ELANG O"  dalam upacara nyanyian ada masyarakat  Kampung  Buang, Desa  Koak  Kec. Satamese dalam  situs berikut : https://www.youtube.com/watch?v=ulr0xWXhoDQ.  Situs-situs itu saya pernah buka, nonton dan dengan. Ternyata  kemudian masuk ke dalam mimpi, meski hanya  beberapa untaian kata. Di sini  juga  menunjukkan relasi  antara dunia sadar  dan dunia ketidaksadaran.  Pengamala dunia   sadar bisa masuk ke dunia ketidaksadaran dan  muncul kembali dalam kesadaran (memori). 
  7. Mimpi adalah energi. Energi  bisa menggerakkan . Bisa  simak    orang yang mengigau saat tidur, mimpi erotik  juga  gejala orang yang bangun bahkan berjalan saat masih  tidur. (JPS, 29 Agustus 2019).
  8. Catatan Kritis:  Menurut Freud, mimpi adalah pemenuhan keinginan. Kalau keinginan itu  humanis dan rasional tentu sangat diharapkan dan membahagiakan. Bagaimana kalau keinginan itu unhuman  dan irasional. Sejauh mana keingnan manusia itu  humanis dan rasional dan sejauh mana keinginan itu unhuman dan irasional?  Menurut saya  peluang itu selalu ada  struktur jiwa mnusia yang terdiri dari 3 bagian yakni ketidaksadaran, prasadar dan kesadaran.
  9. Mengapa ada mimpi buruk dan mimpi baik? Apa hubungannya dengan Eros dan Thanatos?  Mimpi itu  ekrpresi jiwa, ungkapakan kehidupan. Hidup kadang baik dan buruk, sukka dan duka, sedih dan gembira. Hal itu juga tercermin dalam mimpi. Dalam mimpi ada komponen kesdaran, Karena itu apa yang dialami oleh kesdaran (keinginan) iitu  juga yang terjadi dalam ketidaksadaran. Apa hubungannnya dengan Eros dan Thanatos?  (Saya  belum mendalami bagian ini.
  10. Dalam mimpi ada ramalan (oracle / forecast). Dalam kuliah Filsafat Ilmu Pengetahuan, dijelaskan bahwa suatu teori ilmiah  harus mengandung aspek ramalan (oracle). Dalam mimpi ada ramalan maka mimpi adalah ilmu. (JPS 3 , 6 Oktoer 2019 (Ditulis pada Hari Minggu setelah pulang Gereja St. Albertus HI, Bekasi. Mampir sebentas di JPS. 6  Oktober 2019).
  11. Mimpi sangat rentan untuk dilupakan oleh memori. 
  12. Mimpi mengandung aspek ramalan/ prediksi / prognosa. Tanggal 22 Oktober 2019, saya bermimpi petik mangga di suatu lokasi, seperti di Ntalung / - Coal,   kampung tetangga dengan Wela, kampungku.  Warna Mangga itu putih seperti buah pir. Saya petik.   Ada mimpi lain. Tapi saya berhenti  di sini. Apa arti mimpi ini? Ternyata, pada malamnya,  saya  membeli Mangga. Ada mengambil Mangga yang warnanya agak keputihan. Isi di dalamnya putih  kuning  muda, seperti mangga yang saya  lihat dalam mimpi.  Saat saya mengkonsumsi mangga itu, saya  tak mengingat mimpi  mimpi saya. Saya baru mengingatnya ketika membawa motor. Oh.... mimpi menganndung makna prediksi.  (JPS 25 Oktober 2019. Pengalaman lain, tanggal 18 Maret 2020, saya  bermimpi bertemu dan bercakap-cakap dengan  Mgr. Hilarion Datus Lega,Pr. Kami duduk sambil ngobrol di suatu tempat. Apa arti mimpi ini? Ternyata   siangnya saya ke Sekolah Kanisius Mentng  dan Ketemu Pastor   yakni Rm. Heru, SJ.  Meski tidak persis sama, tadi Mgr. Datus  dan Romo Heru, SJ adalah pastor Katolik, pemimpin umat dalan Gereja Katolik. 
  13. Apa hubungan antara kesadaran (conscious ) dengan ketidaksadaran (unconcious) ? Pengalaman kesadaran  bisa dipakai sebagai  bahan mentah oleh ketidaksadaran /alam bawah sadar untuk dijadikan mimpi. 
  14.  Bagaimana cara mengingat mimpi? Untuk mengingat mimpi   yang lupa, butuh  stimulus (rangsangan). Saya teringat pengalaman. Hari Jum'at, 19  Juni 2020. Saya bermimpi namun saya lupa. Lalu baca berita. Ada berita tentang tambang di Manggarai. Ada JPIC OFM. Saya langsung ingat mimpi saya  semalam (tadi pagi) bahwa  saya ketemu Pater Aman, OFM yang lagi pimpin misa, sudah bisa berbicara.  Pater Peter Aman,OFM  adalah  pengurus  JPIC OFM. Saat  baca IPIC OFM , saya  koneksi dengan mimpi saya tadi malam (pagi) bahwa saya ketemu Pter Peter Aman, OFM.
  15. Apa peran mimpi? Mimpi bisa dijadikan  sebagai pemantik penalaran  berpikir. Saya  teringat  akan mimpi  saya akan suatu lagu pada Minggu  siang hari, saat saya  tertidur sejenak  di kursi duduk, 18 April 2020.  Saya  miligat  bentangan sawah di kanan jalan di Wae Nakeng atau/ Lus /  Lalo / Daleng  Lembor. Padi  mulai  menguning dan  di pinggiran sawah ada  beberapa rumah ijuk. Memori saya mendengar  tembang lagu Mnggarai yang lirik / syairnya sbb: S: Naka tana, aka tana yo lawa ga, maka naka sama  tana dite ga (6.665    17  65 32 16    6 11  32 11 6 56 . W:  Tuung  ta (6 56) .  Kemudian saya  pakai  sepenggal  baris  lagu ini  untuk membuat   lagu ini  llebih  panjang, sbb:  S/C: Mai sama  naka  tana,  mai telo embong  beo go idep  lawa ga. W: Tuung  ta. (V<G, 18 April 2021 dan  JPS 20 April 2021



Sabtu, 13 Januari 2018

HOPE TO ME

HOPE  TO ME

My families (main family  and  long  families) and   and friends (Mr. Jansen) ask me about my lecture. When do you finish your lecture? he ask. In this year?" he ask. " I hope just as it," I answer. I'm shame too. Why were thy ask just as it?  Because my lecture had long, since year 2014-2018, 4 years. Wow....
I try to  finish   on this  year.
Lord, please help me to  focus.

Jonsen ask this  on  Saturday,  January 13, 2018








Selasa, 26 September 2017

CUTI KULIAH

Agustus  2017 - januari 2018   saya  cuti kuliah. Saya kesulitan keluangan  dan  ada kendala waktu dan fokus untuk kerjakan tesis. Maka saya putuskan  cuti kuliah.

Ternyata bila cuti haru bayar. Saya bayar Rp 750.000. Saya bayar [ada 23 September 2017.

Berikut bukti  transfer pemabayarannya. (lihat di slip paling bawah. Bagian atas pembayaran Prudential  saya  dan Saver).




Rabu, 08 Maret 2017

SEMESTER 6


 SEMESTER 6

 Thesis:
Note critical of Freud


The fourth dream. I just as in JPS. I hear just as Mr. Ade want to change of place of work. "Please looking for other job in other place. You can permission. "I  want to  worship of God (kebaktian), I hear some one give  advise, just as voice of Mr. Ade / Mr. Tomy (?). This is vague (disguised = samar).
I just as looking for job too. "Please you come. You will teach Kindergarten. You will teach Religion and Bahasa Indonesia," Mr. Maksi said. I just as come to national plus school. I come. I see the publish board. I try to memorize the Principal and teachers. 
Note: According Freud, the dream is wish fullfilment, especialy infantil wish. But  The fourth dream is  showing the recent   wish. I want to change place of work (condition March 2017). So  the dream not show the last wish but  not too. (JPS, 30 March 2017)