Kamis, 12 Februari 2015

SEMESTER 2

Senin, 2 Peb. 2015: Registrasi  di  akhir  batas
Dapat info  ada  yang  tidak  lulus. strss. Bayar Rp 2.000.000
Stress. Down. Pikiran mempengaruhi  kesehatan. Pikiran baik kesehatan baik, pikiran jelek kesehatan  buruk.

3 Peb. 2015,  pusing. Ke  sekekolah, hanya  tidak ke   kampus. Berobat di  klinik di dekat VMG. Rp 40.000 jumlah  uang  yang dikeluarkan. Transfer  SPP  Rp  4 juta  ke  STFD

4, 5 Jan. 2015:  absen ke  campus, krn kesehatan  masih  labil

10 n 11  Peb 2015,  gagal  ke  kampus  dengan alasan Banjir

12 Peb. 2015, ke  kampus  telat. Star pkl 16:00  setelah  Kursus  Bahasa  Inggris  di  JPS. Tiba  telat di sana, pkl 18:00. Rm. Dr. Andang  beri  kuliah Filsafat Hukum. Telat. Beliau tersenyum. Getir  saya  rasa. Malu  juga. Tapi  ya... harus  ikut  ku;iah. Kehidupan   jalan  terus.

Ikut  Kuliah Filsafat Asia: Hinduisme dengan  baik.


17 Maret 2015

Berangkat kuliah pkl 15:40 dari JPS. Hujan rintik di sekolah Penabur hingga gerbang Harapan Indah (HI). Hanya di situ  doang.  Isi bensin Rp 15.000. Lalu terus ke KBT lalu ke Pulo Gebang. Telah hujan di sana. Becek di jalan. Tiba di Klender Baru. Simpan motor di tempat penitipan. Bayar Rp 5.000. Kenaikan Rp 5.000 sejak Maret 2015. Sebelumnya Rp 4.000. Ini parkir  swasta. Parkir pemerintah di Stasiun Rp 6.000. Wow... kreta api lewat ketika saya lagi parkir mootor. Telat. Aku harus menunggu lama lagi. Sambil menunggu, saya meneepon saudaraku Hila di Wela.  Kereta dari Bekasi tiba sekitar pukul 17:00.  Wow...terlambat lagi kuliah hari ini. Hari ini ada 2 Kuliah. Kuliah pertama, dimulai jam 05:00 sore, yakni Perubahan Masyarakat, perspektif ilmu-ilmu sosial, yang dibawakan Dr. Fransiska Sikka Seda. Kedua, kuliah Filsafat agama yang diampu Prof. Dr. Sastraprateja, SJ.  Saya  transit kereta di  Jatinegara. Tak terlalu lama menunggu. Kereta yang telah menunggu berangkat. Saya keluar di Stasiun Keramat. I mampir di warteg untuk makan. Saya makan nasi, sayur labu dan sepotong tempe goreng. Saya bayar Rp 6.000. Lalu saya menuju STFD di Jembatan Serong, Rawa Sari. Saya bayar angkot Rp 3.000. Lalu saya masuk kampus. Hampir jam 06:00 sore. Wow...malu, datang telat. Hari ini presentasi tentang Eric From, Benjamini dan Habermas. Ada 3 orang presenter hari ini: Romel (bahas Eric From, Lisa bahas Benjamin, Hanif bahas Habermas).  Saya duduk mendengarkan. Dr. Ery Seda tekankan kesadaran dan refleksi diri dan komunitas sebagai  solusi untuk perubahan sosial. sebagai   Kuliah selesai. Saya tanda tangan presensi. Wow...rupanya isi di tempat yang salah. Ya... pasrah  saja.
Lalu kuliah Filsafat Agama. Kami membicarakan Jack Derrida, filsuf kelahiran Aljasair, Afrika yang terkenal di Eropa. "Daerah kelahiran  Derrida sama dengan St. Agustinus, pujangga Gereja. Keduanya lahir di kawasan Afrika Utara," demikian Profesor Sastro,SJ.
Saya dan Lia tanda tangan daftar hadir. Wah... salah melulu hari ini. Kapan benarnya?" protesku dalam hati. Lalu kami  diskusi untuk Filsafat Hukum yang akan  kami presentasikan pada Kamis, 19 Maret 2015. Mbak Lisa dan saya diskusi itu. Kami berusaha memberikan yang terbaik. Kami pulang.
Saya mau ke Rawa Mangun untuk ambil buku J Derida yang dikopi  di sana. Saya mampir di ATM BCA Rawasari  guna  bayar photocopy buku.  Lalu saya tunggu bus 47. Lama juga menunggu. Saya lihat segerombolan gadis cantik menjajakan rokok kepada laki-laki di sekitar. Mereka cantik-cantik. Style mantap sambil  gengam gadget. Wow.... indah dipandang  mata.Bus  Metromini 47  tiba. Saya  masuk. Saya berdiri. Saya turun di  Arion. Lalu menyebrang menuju tempat photo copy, Delima. Saya  bayar Rp 90.000. Lalu photo copy  paper Masyarakat dan perubahan sosial Rp 2.000. Lalu pulang. Tunggu mobil Metromini 47. Bis  datang. Saya masuk. Wow... ingin  baca, malah pusing. Di Klender, pusing banget. Wow... neraka ini datang  lagi. Saya berhenti di Pondok Kopi. Masih pusing. Jalan menuju Stasiun. Waktu pukul 21:15 pm. Di bawah pohon beringin saya mengaso. Ada tukang ojek, tukang jualan dan warga di sekitar. Saya berusaha enjoy menikmati kepusingan sambil menunggu kesembuhan. Apa yang harus saya lakukan? Mungkin pusing karena lapar juga. Di situ ada  penjual jus. Saya pesean jus alpukat. Saya bayar Rp 8.000. Agak  mereda pusingnya. Sempat saya pikir untuk gunakan  taksi, motor simpan di temapt penitipan dengan bayar Rp 15.000. Namun alternatif itu batas  karena  pusing berkurang. Bayar parkir  motor Rp 5.000.  Saya mengendarai motor via Wali Kota, Pulo Gebang - Jl. Raya Bekasi - Mentland Menteng - Harapan Indah - VMG. Saya mampir di gerbang  VMG. Saya makan  kacang + nasi + roti + susu.  Saya bayar Rp 5.000. Pemiliknya dari Madura. Lalu saya ke rumah. Mr. Harnoto masih nonton. Waktu pkl 22:30 pm. Lalu saya minta beliau untu tidak merokok karena  masih pusimg.  Lalu tidur. Wow.... perjuangan hari ini.... ada  rasa malu, ada rasa sedih.... namun... syukur bahwa sudah tiba dengan selamat.

Rabu, 6 Mei 2015

Presentasi Makalah MK Filsafat Yahudi. Saya berangkat pukul 15:15 dari JPS setelah izin. Tanggung krn  15' lagi  pulang yakni 15:30. Tak tak apa. Saya singgah di tempat photo copy untuk gandakan bahan presentasi. Saya gandaka sebanyak 30 makalah. Saa  bayar Rp 36.000. Saya isi bensin di jalan. Untuk pertama kali saya isi bensin di di pinggir jalan. Saya is Rp 8.000. Saya berangkat ke Stasiun Cakung. Saya titip seped motor di sana. Saya tunggu kereta ke Jakarta. Kereta datang. saya  dapat tempat. Berkecamuk beregam hal dalam hatiku, termasuk harus turun di mana, di Jatinegara atau di Kramat.  Saya sudah beli tiket untuk hanya samapai di Satasiun Jatinegara saja. Saya rencana pakai ojek keSTFD. Saya tiba di Jatinegara. Saya lakukan rencana itu. saya harus jalan kaki ke Jl.Ahmad Yani. Cukup berkringat karena jalan kaki. Di sana saya ambil ojek. Saya  bayar Rp 15.000. Saya  tiba dengan selamat. Waktu menunjukkan pkl 16:50. Saya punya waktu 10 menit untuk siapkan diri. Say ngobrol dengan Pa Marko (Markus Supomo). Saya buru-buru.  Kemudian masuk kelas. Saya bagikan makalah. Judulnya: "Dosa dan Perasaan Bersalah. Kami mempresentasikan pemikiran Martin Buber, pemikir Yahudi. Kali ini kami 3 0rang yang Presentasi makalah. Saya dan Pa Maga Sisong mempresentasikankan "Dosa dan Perasaan Bersalah menurut  Martin Buber. "Dalam Taurat / Talmut ada 10 Perintah Allah. Dalam Masyarakat Toraja ada 11 perintah. Perintah ke 11, "Asal orang tidak tahu." Itu yang paling penting. Pa Ibnu mempersentasikan: "Imigo Dei )?). Saya dan Pa Marga Sisong pertama. Saya membuka dengan baik namun bagian akhir tak terlalu baik. Namun, umumnya saya bisa menjawab pertanyaan peserta kuliah  dengan  baik. Ada  kritik dan  catatan  dosen tentang isi materi  presentasi. Ada beberapa komponen yang kurang. Ada kalimat yang rumusannya kacau dalam susunan S-P - O - K.  Lalu saya  ngobrol dengan Redem setelah kuliah berakhir. Kami duduk di  bangku taman. Setelah itu saya  pulang. Saya pulang  pakai angkot ke Keramat.Di sini saya  ketemu seorang Bapak. kami ngobrol. Dia Pa Jimi. Pa'Jiwi mau ke Bekasi. Dia tinggal di Cikunir. Penampilannya sederhana. Celana pendek. Wajahnya Tionghoa. "Saya punya tiga anak. Satu kuliah di Paris, satu kuliah di ITB dan satu lagi kuliah di UNMER  Malang. Saya tak punyak duit," katanya."Wah, bapak ini rupanya  pandai mendidik anak sehingga anak cerdas sehingga  bisa  kuliah di kampus bagus, meski dia mengaku tak punya uang. Saya  penasaran dengan hal ini.  "Bagaimana trik bapak sehingga berhasil mendidik mereka sehingga bisa mengenyam pendidikan di kampus yang  bermutu? tanya saya. "Saya memberikan perhatian  dan kasih sayang kepada mereka. Hanya itu yang saya lakukan karena saya tak punya  duit," jawab bapak yang mengaku bekerja di  Jln. Pramuka ini. Pa Jimi  lahir di Jakarta. Orang tuanya tinggal di sekitar Jl. Pramuka. Namun kemudia rumah di sana dijual. Selanjutnya mereka  pindah ke Cikunir. Kereta ke jatinegara datang. Kami naik. Kami turun di  Jatinegara. Di sana  saya transit. Saya  menunggu kereta  ke Bekasi. Saya  turun di Stasiun Cakung. Saya pakai sepeda motor melewati  Kanal Banjir Timur. Saya mengisi bensin Rp 15.000. Ternyata  bensin yang saya  isi di pinggir  jalan begitu sedikit. Ya.... mereka mencari hidup  juga.


Kamis, 7 Mei 2015

Hari ini kami ada 2 kuliah. Fisafat Hukum dan Filsafat India Selatan dan Komprehensif. Saya  terlambat karena  sibuk di sekolah dan ketiduran  dalam kereta api sehingga lupa turun di Kramat. Saya simpan motor di Cakung. Saya masuk kereta. Saya lelah. Badan pikiran terasa leleh. Saya selonjorkan badan di kursi dalam kereta api. Saya tidur. Untung bisa sadar ketika tiba di  Jatinegara. Tunggu kereta ke Kramat. Kereta datang. saya tidur lagi. nyenyak. Sadar ketika di  Kramat Sentiong. Saya pikir masih di Pondok Jati. Ternyata  sudah lewat satasiun Kramat. Saya putuskan turun di Senen. Saya coba pakai akal bagaimana cara kembali ke Kramat tanpa keluar dari stasiun. Ini demi  hemat. Bila keluar berarti kena penalti karena tidak turun di stasiun sebagaimana yang direncanakan/ tertulis dalam  karcis  dan tiket jaminan berbayar. "Bagaimna cara saya bisa kembali ke Kramat tanpa hangus  karju jaminan?" tanyaku kepada  petugas. Awalnya saya  hilir mudik untuk menyeberang sebagamana di beberapa stasiunlainnya, misalnya  Cakung, kelender Baru, Jatinegara. Ternyata Stasiun Senen aturannya  lain. Penumpang yang ke Bekasi / Kramat tidak bisa naik dari Senen. Bila mau ke Bekasi harus ke  stasiun Kemayoran dulu. Boleh naik di sana. Okay. Saya mengikuti aturan itu. Waktu saudaah menunjukkan pukul 17:00 waktu kuliah Pasca Sarjana di STFD  sudah mulai. Saya rela  tidak ikut kuliah pertama. Saya menunggu kereta ke  Kemayoran. Kereta datang  hampir pkl 18:00. Saya  naik. Tiba di Kemayoran langsung transit. Ada kereta ke Jatinegara. Kereta tak berhenti di Senen. Saya berhenti di  Kramat.  Lalu pakai angkot ke Rawasari, turun di Jembatan Serong setelah bayr Rp 3.000. Saya  ikut  kuliah Filsata India. Hari ini Prof. Rm. Sudiarja, SJ (Dipo) yang masuk  menemani mahasiswa yang mempresentasi makalah. Setelah kuliah kami mahasiswa angkatan 2014/2015 berdiskusi tentang acara Tutup Semester. kami Panitia. Notulen bisa lihat di bawah nanti. Redem titip dokumennya kepada saya  untuk diberikan ke pimpnan  sekolah JPS.  Saat pulang  saya  nebeng  dengan  mobilnya  Ibu Nanda. Dia  ke Jatinegara. Saya  duduk di depan.  Dia mau ke dokter di Jatinegara. Saya turun persis di depan stasiun. "Terima  kasih  Ibu Nanda. Ini untuk ke sekian kali saya nebeng dalam mobilnya Ibu Nanda. Saya menyeberang  masuk stasiun Jatinegara. Saya beli karcis lalu  masuk stasiun. Lalu saya tunggu kereta.  Saya ketemu Pa' Arif (?) teman kuliah. Dia pakai kereta  juga. Dia  cerdas. "Bapak tampaknya cukup menguasai Antropologi," katanya. Ia saya berminat  dengan budaya. Saya berusaha  mnulis tesis berkaitan dengan  budaya," jawab saya. Ya, kalau passion ya  seperti itu, tamapak begitu  menguasai materi. Pa' Arif (?) cerdas.Pikirannya kritis, analisanya  tajam. Mungkin dia Islam. Dia bergabung dalam semester genap ini. Lalu  kami masuk  kereta  ketika  kereta  tiba.  Lalu ketika tiba di Cakung  saya  kelaur. Saya ambil motor di tempat penitipan. Saya  bayar Rp 5.000. Saya  melanjutkan perjalanan  menuju  ke VMG.

Selasa, 12 Mei 2015
Hari ini ada rencana giliran  presentasi bagi  kelompok kami yang  membahas Derrida. Sejak  semalam  hingga siang ini saya  persiapkan materi.  Saya menulis dan mengomentari Derrida tentang Gramatologi, lebih khusus: Berakhhirnya buku dan mulainya tulisan. Saya  mengedit makalah Midsemester. Saya  tambahkan sedikit. Lalu saya  print. Saya berangkat pukul 15:45 pm. Saya  harus ke tempat photocopy untuk gandakan bahan. Saya menuju Harmony. saya  bayar Rp 30.000. Saya  gandakan  20 exemplar. Lalu saya  makan di Warteg di Rawa Indah.Saya makan nasi, sayur, ayam goreng.Saya bayar Rp 9.000. Saya  ke   kontrakan di VMG. Saya  ambil uang lalu kembali ke JPS untuk ambil Hp yang  lupa. Saya   lanjutkan perjalanan ke stasiun Cakung. Saya masuk kereta. Saya  baca makalah tentang Derrida. Saya turun di Jatinegara. Saya transit menunggu kereja menuju Kramat. Waktu menunjukkan pukul 18:15. Saya  putuskan untuk  pakai ojek agar tidak terlambat. Saya negosiasi dengan tukang ojek. Kami sepakati harga Rp 12.000 menuju kampus STFD. Saya  tiba di kampus pkl 18:30 pm. Saya  ngobrol dengan  Redem dan Ambros. Lalu kami  masuk. Kami yang bertugas presentasi  Derrida adalah Redem, Roy dan saya. Redem pertama, lalu saya  dan Roy terakhir. Saya  membwakan tak terlalu bagus. Saya tak terlalu Percaya diri ketika membawakannya. Satu teman lain yang mempresentasikan makalah adalah Marga Sisong. Maga mempresentasi Emanuel Levinas. Ada satu tamu saat kuliah. Tampangnya orang asing. Dia duduk dekat Lisa. Mungkin temnnya Lisa. "Saya  mau bertanya kepada Pa Redem. Tolong jelaskan teori destruksi Heideger yang kemudian dijadikan teori Dekonstruksi oleh Derrida!. Redem turut menawab itu. Yohanes Bayu ditunjuk Rm. Prof. Sasraprateja,SJ  untuk menjawab juga  karena  Bayu yang tulis tentang materi itu. Mungkin skripsi Yohanes Bayu tentang  itu.  Pertanyaan peserta diarahkan kepada Roy, terutama tentang  Hyper Humanism -nya Heiddeger  dan konsep Hospitalitas-nya Derrida. "Hospitalitas itu adat kebiasaan Timur Tengah. Setiap musafir yang mampir tolong dlayani dengan baik. Berikan mereka makanan dan minuman  dan penginapan. Mungkin yang mapir di tengah malam bukan hanya musafir, orang baik - baik. Mungkin juga  yang  datang itu bukan orang  baik. Meski mereka bukan orang baik, tolong dilayani dengan  baik juga, sebagaomana pelayanan kepada orang-orang baik. Di sini Derrida  ada harapan. Semoga dengan  pelayanan yang  baik, orang yang  jahat / kurang  baik bisa  menjadi  baik. " Itu yang dimaksudkan dengan hospitality  oleh Derrida. " jelas  Romo Rm. Prof. Sasraprateja,SJ. Lalu  Marga menjelaskan Levisa  tentang  wajah 'yang  lain. "Apa  "wajah" itu  hanpirnya dengan yang terdapat dalam Taurat / Keja 1: 27: "Gambar  dan Rupa Allah"? " tanya  Santi Manurung  kepada Marga.
Selesai  kuliah saya  bercakap-cakap dengan Santi manurung  dan Nanda. Lalu saya  pulang. Saya  nebeng  di mobilnya Nanda. Saya  turun di Jatinegara. Saya  jalan kaki. Di trotoar / pinggir  jalan, saya  melihat lihat seorang pedagang (?) menampar seorang yang  jalan dengan seorang wanita. Laki-laki itu berusaha menghindar. Laki-laki yang memukul mungkin pedagang. Mungkin dia mengharapkan  agar laki-laki dan temn perempunnya itu membeli namun batal maka dia  kecewa / marah hingga memukul. Wow..... kejam  juga. Stasiun Jatinegara malam-malam  ramai dengan pedagang. Hanya satu jalur  mobil yang bisa lewat. Selebihnya,  badan dan bahu jalan  "dirampok" oleh pedagang barang / makanan. Wow..... di mana  pemerintah untuk mengatur hal ini? Di mana Ahok, gubernur DKI yang terkenal tegas  untuk mengatur  hal ini. "Malam hari, depan Stasiun Jatinegara hinggaa flyover padat dengan pedagang. Polisi tampaknya membiarkan saja. Mungkin mereka mendapat jatah dari para pedadang," demikian celoteh seorang  teman. Saya terus melintasi jalan itu hingga masuk Stasius Jatinegara. Saya membeli tiket. Saya menelepon Pa Adri  Odja yang meneleponku sore tadi ketika saya  naik ojek. Hp  Pa Adri  sedang  sibuk. Saya lihat Bapaknya Steve dan Sam - murid JPS - di Stasiun. Saya lalusaja. Mungkin saya terlalu cuek juga, pura-pura  tak  tahu.  Kami berdempetan dalam kereta, lak-perempuan berbauran, berdesak-desakan, sentuh menyentuh. Itu pemandangan biasa dalam kereta pada jam-jam sibuk. Jam-jam sibu biasanya ketika orang pergi dan pulang kerja  dan pada  hari  libur. Saya  ambil Hp untuk kontak saudara di kmpubg saya mau tanya kabar saudara saya  John yang  beberapa  hari lalu kurang sehat. Hp nya  tak diangkat. Lalu saya  telepon Kakak laki-laki sulu, Beny. Dia jawab. "Kami baik-baik. Johny pilet tapi sekarang sedang ke Golowelu untuk menonton TV mau menyaksikan pertandingan sepak bola, Barca vs  Bayern Munchen. Bapak Paulus agak membaik meskipun badannya  agak turun. Dia tetap di  kios," kata  Beny. Lalu saya ke  tempat pemitipan motor. Saya bayar Rp 5.000. saya  pulang  lewat Kanal Banjir Tumur. Lalu saya  meluncur  ke VMG. Saya beli  pisang kepok di pinggir jalan di perempatan Jl. Bulevard.  Saya tawar harga. Kami sepakat Rp 7.000. saya ke rumah. Saya berskan perelngapan makan. Buka TV sebentar lalu tidur. Esoknya pkl 2:00  am  pagi bangun nonton TV, Bayern vs  Barca, 3 - 2 untuk kememangan  Bayern Muncen, namun Baca yang lolos ke final karena unggul agregat 5- 3 berkat kemenangan 3 - 0 pada leg pertama, 7 Mei 2015 minggu lalu. Say  masak sayur lalu tidur. bangun pkl 6:15 am. Saya buru-buru ke sekolah tiba pkl 06:38 am. Saya tulis  blog selama 2 jam, pkl 07:00 - 09:00. Pa  Ben - kepsek ingatkan untuk kirim kisi-kisi kelas 2 dan 4. saya langsung lakukan itu.